Let’s Get Lost, Let’s Go to Ijen

Setelah 6 hari full sibuk dengan kerjaan yang numpuk & rutinitas yang sangat… sangat membosankan, maka weekend adalah saat yang dinantikan. Dan pas hari minggu datang apa yang  dilakukan? bersih-bersih rumah/kos, nyuci, nyapu, ngepel, mandiin kucing, mandiin motor, ato yang ada malah mesra-mesraan sama guling dan kangen-kangenan sama kasur…. nyentuh air buat mandi pun enggan ((yang kesindir pasti cengar cengir)) hahaha 😀

Emang bener juga sih pas hari minggu itu TV dan kasur lagi manja-manjanya sama kita, pas uda leyeh-leyeh pasti langsung nyetel TV dan apa yang terjadi…. hampir semua acara adalah jalan-jalan dan wisata kuliner…. mengunjungi berbagai tempat, berpetualang ke berbagai daerah yang luar biasa indah, menikmati kuliner yang maknyosss…. yang bikin kita tergiur, tergugah, terlena ((lap iler)) lantas apakah kita hanya akan membayangkan dan berimajinasi saja??? Tapi kapan… kapan itu semua akan terwujud? kalo hanya diam cuma menyaksikan dan bermalas-malasan saja. C’mon guys…. get your backpack, take your bike and lets get the adventure  😎

Let’s get lost….. let’s go to Ijen….. hohoooy…..!!!!

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di daerah Banyuwangi Jawa Timur Gunung ini mempunyai ketinggian 2.799 m dan telah empat kali meletus (1796, 1817, 1913, dan 1936). Untuk mendaki gunung ini bisa berangkat dari Bondowoso ataupun dari Banyuwangi. Dan yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah terdapat kawah yang sangat indah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2799 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman kawah 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar, ada lagi yang lebih mengagumkan lagi. Kawah Ijen adalah satu-satunya kawah di Indonesia yang memiliki fenomena alam “Blue Fire”. Di dunia, hanya ada dua tempat yang memiliki fenomena tersebut. Selain Indonesia,  blue fire juga terdapat di Islandia.

Ane dan si doi merencanakan ini udah lama beud…. tapi karena situasi dan kondisi yang gak mendukung maka kita merencanakan untuk melakukan petualangan ini pada Sabtu 14 Juni 2014 ((catet)). dan pastinya kita tidak berduaan aja, tapi dengan ketiga teman lainya juga. Perjalanan kali ini akan tidak mudah dilalui, tidak hanya sekedar hiking tapi juga touring karena jarak dari Denpasar-Banyuwangi yang cukup jauh. Jadi stamina dan persiapan yang prima sangat dibutuhkan disini.

Kami berlima memulai perjalanan dari Denpasar di tikum (Titik Kumpul) yang sudah disepakati sekitar pukul 15.30. Syukurlah cuaca sangat cerah disepanjang perjalanan, namun tetap waspada karena pada saat itu angin kencang datang menyerang, jadi kendaraan harus tetap seimbang menghadapi terjangan angin selama diperjalanan…. apalagi motor yang ada box nya dan ada boncengernya ((uhuuk)).
Akhirnya setelah 3 jam perjalanan sampailah kita juga di Pelabuhan Gilimanuk, dan terombang ambing dilautan selama 90 menit. Perjalanan yang cukup melelahkan jadi gak berasa karena selalu diiringi canda tawa dari kita semua……  🙂

f0cc516417597c895ae5bb50aa3a39c7_a

Pelabuhan Gilimanuk – Bali

img_3142

Ferry Boat

Sampai juga kita di Pelabuhan Ketapang….. hoooaaah akhirnya ane dan si doi menginjakkan kaki lagi di tanah jawa….. :). Dan Perjalanan kami hentikan untuk melipir dulu di Restoran Kobe tak jauh dari pelabuhan untuk mengisi perut-perut kita yang uda dangdutan sedari tadi 😀

IMG-20140614-00211

Melipir dulu ke Kobe

Setelah puas menyantap ayam goreng, nasi goreng dan rawon pesenan dari teman-teman, kami pun melanjutkan kembali perjalanan dari pelabuhan Ketapang menuju ke SPBU Ketapang untuk ngasih minum motor & menunaikan sholat. Perjalanan belum berakhir karena tujuan masih jauh….. hari pun sudah mulai gelap, bahkan dari tempat kita berdiri sekarang pun gunung Ijen masih belum terlihat…. si doi sih uda pernah kesana, tapi kita tetap memakai Google Maps sebagai panduan agar tidak tersesat selama diperjalanan, karena perjalanan di malam hari lebih berbahaya dibandingkan dengan siang hari. Penerangan dari lampu kendaraan kami sangat membantu menyisir gelapnya jalan, perjalanan makin lama makin masuk ke jalan yang mulai sepi, kiri kanan jalan adalah hutan, sawah, dan sedikit lalu lalang kendaraan lain. Hujan mulai turun rintik-rintik, tapi kita gak mau dikalahkan hujan… perjalanan tetap kita lanjutkan. Google Maps tetap bersama kami agar tidak salah jalan, namun jalanan aspal yang kita lewati sedari tadi lama-lama berubah menjadi jalanan berlumpur & berbatu yang masuk ke dalam perkampungan yang sepi. Apalagi sembari diguyur hujan menyebabkan jalanan licin. Akses jalanpun semakin menanjak, motor semakin meraung berusaha membawa kami…. sempat oleng beberapa kali, si doi berusaha menyeimbangkan motor…. tapi ketika melewati jalan yang tidak rata dan menanjak serta berbatu kami pun jatuh juga :o. Tapi syukurnya kami berdua baik-baik saja ((pfuuiihhhh)) perjalanan yang sangat mendebarkan, bagaimana tidak…. jalanan sangat sepi, ekstrim pula, hujan turun rintik-rintik, kabut tebal. Setelah dibantu teman menegakkan motor kita yang jatuh, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan dan berharap bertemu dengan warga di daerah itu untuk bisa menanyakan jalan ke tempat tujuan. Jalanan mulai menurun dan rasanya pertanda buruk dari motor kita yang mulai oleng lagi karena licinya jalan tersebut, dan benar saja motor hampir saja jatuh lagi…. namun dengan sigap si doi menahan motor di dinding tebing dengan tangan kanannya kalo tidak……… mungkin kita sudah jatuh dari selokan :(. Tuhan…. selalu jaga dan lindungi kami….. tak henti-hentinya ane berdoa di dalam hati. Kasian si Doi pergelangan tanganya terkilir gegara melindungiku Hikz :'(. Dan benar saja Tuhan memang maha mendengar, tak berapa lama tampak lampu sorot motor dari kejauhan…. dan ketika sudah dekat kamipun bertanya jalan menuju Ijen. Setelah mengikuti petunjuk dari warga tersebut akhirnya sampailah kita di pos kaki gunung Ijen sekitar pukul 22.00 WIB. Ternyata jalan yang kita lalui itu memang bukan jalanan yang umum… hadeeeh sialan si mbah google membuat kita tersesat !.

Bulan terlihat temaram karena tertutup kabut yang cukup tebal, udara dingin terasa menusuk tulang. Kami pun memutuskan untuk berisitirahat di warung-warung yang ada di seputaran pos kaki gunung, karena disana tidak di sediakan penginapan hanya ada aula yang biaya sewanya cukup mahal yaitu sebesar Rp 250.000. Oh, ya untuk masuk ke Lokasi ini hanya dikenakan biaya parkir saja yaitu Rp 5.000 saja. Kami pun memesan mie kuah & kopi untuk menghangatkan tubuh sembari menunggu waktu pendakian karena pada jam 02.30 jalur pendakian di buka. Waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB pada saat itu kabut semakin menebal, udara benar-benar dingin…. kami gak bisa tertidur lelap karena udara yang tidak bersahabat, akhirnya kami mencoba menghangatkan diri di dekat api unggun milik group lain.

Tibalah saatnya mendaki, tepat pukul 02.30 WIB, ternyata jam segitu sudah ramai sekali pendaki-pendaki dari berbagai daerah, dari yang tua sampai anak kecil pun bersemangat ikut mendaki, dan ada bule juga. Kita harus mendaki sekitar 3 Km dari kaki gunung menuju puncak, pfuuuiiihhhhhhh semoga kita bisa sampai puncak dengan selamat karena medan cukup berat, SEMANGAT…… !!!!!!!!!!!!!!! tapi baru beberapa menit mendaki kok uda berasa ngos-ngosan banget yaaa…. beda sama pas kita mendaki di Batur, apa karena ane terlalu menyombongkan diri yaaa…. berpikir bahwa bisa menaklukan Gunung Ijen :(. Tuhan maafkan hambamu yang sudah tinggi hati ini, ternyata Gunung ciptaan engkau ini lebih tinggi dari ego hamba :'(. Pas lihat kebawah kepala berasa pusing dan kayak mau jatuh…. muka si doi terlihat kelelahan…. sampe gak tega liatnya, kita berdua pun saling support dan bersama-sama mendaki dalam gelap.

bulan

Bulannya uda kayak di film-film horor

Bulan setia menemani perjalanan kami karena pada saat itu adalah bulan purnama, jadi sedih deh gak bisa liat milky way ⭐ :(. Bau belerang mulai tercium sepertinya tujuan kita semakin dekat, kami pun semakin bersemangat melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya sampailah kita di puncak Gunung Ijen, walau masih tertutup kabut karena masih pukul 04.30 namun pemandanganya sangat luar biasa indahnya……. seperti di dalam mimpi atau di film-film rasanya, masih belum percaya bahwa kami benar-benar berada di sini :o. kami pun berisitirahat sambil mengagumi keindahan alam yang sangat agung di sekeliling kita. Mendaki itu tidak hanya butuh sepasang kaki yang tangguh, tapi mental dan ketangguhan hati.

kawah ijen5

Pemandangan di sekitar kawah yang masih diselimuti kabut

Kami ingin sekali melihat keindahan fenomena Blue Fire, namun ternyata masih harus turun di kawah sekitar 60 menit lagi dengan jalanan berbatu yang sangat terjal. Karena kondisi medan dan fisik serta keadaan sepatu yang licin dirasa cukup berbahaya untuk turun, sehingga kami mengurungkan niat untuk melihatnya 😦 tapi kami bertekad akan tetap melakukan Blue Fire Expedition suatu saat nanti dengan persiapan yang lebih matang lagi. Selanjutnya kita memutuskan untuk melihat sunrise di puncak yang berbeda, namun adzan subuh telah berkumandang, suaranya terdengar sangat nyaring terdengar dari puncak gunung…. Subhanallah…. Tuhan sungguh agung kuasamu ini…. tak henti-hentinya kami mengucapkan rasa syukur dan memuji ciptaan Illahi Robbi 🙂

DSC04779

Tempat & kondisi bukan jadi persoalan untuk tetap melaksanakan ibadah. Bentangkan sajadah dan laksanakan sholat subuh, hati berasa lebih dekat dengan Tuhan ketika kita melakukan sholat di puncak gunung

Kami pun harus mendaki lagi untuk melihat keindahan sunrise dari puncak Gunung Ijen, dan dari sana juga kita bisa melihat Blue Fire yang menakjubkan walau hanya melihat dari kejauhan.

10447400_10202399906382922_7554451061934549588_n

Sesuatu yang bersinar dari puncak, sang surya akan segera menampakkan dirinya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bukan gunung yang kita taklukkan, tetapi diri sendiri. Saat berpetualang, jati diri akan terasah tajam

10492560_4376330264603_8175458357872712864_n

Ketika genggaman tangan & langkah kaki bergerak beriringan, ketika mata menatap dengan penuh keyakinan, bawalah ia pergi bersama menuju kebahagiaan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Alam ada untuk mengingatkan betapa kecil kita di dunia, tinggikan harapan, namun tetap tundukan kepala

IMG_2061

Kawah Gunung Ijen

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia. So, jangan coba-coba berendam atau main air di situ yaak 😀

Ketika sedang asyik menikmati pemandangan tiba-tiba si doi membawa sesuatu seperti kertas, heran juga ini kenapa teman-teman yang lain juga merekam video dan siap dengan kamera…….. Ohhhh God…. ternyata diaaaaaa…..

DSC04798

“Hiii …….. Wawa”

DSC04799

“I’ve been thinking about us”

DSC04800

“I love you when we meet”

DSC04801

“But now I love you more”

DSC04802

“Then one day I realized”

“I want to grow old with you”

"In this place, top of mount Ijen (2.99 MDPL)"

“In this place, top of mount Ijen (2.799 MDPL)”

"I want to give you something"

“I want to give you something”

DSC04806

“Something for you to remember forever”

DSC04807

“So, I wanna ask you”

DSC04808

“Will you……”

DSC04809

“………………………..”

DSC04810

“………….??”

DSC04811

“Will you marry me?”

DSC04812

He gives me a flower

DSC04816

Air mata haru jatuh tak tertahankan

DSC04821

Then I said “Yes, I do” lalu doi menyematkan cincin di jari manisku 🙂

DSC04822

Udara dingin seketika berubah jadi hangat karena cinta yang menjalari hati ini, makasih yaaa :’)

DSC04827

Thanks for everything dear :’)

Sumpah gak nyangka bangeeeet…. rasanya kayak mimpi…. kayak di film-film gituu…. ternyata si doi yang gak ada tanda-tanda romantisnya sama sekali bisa buat surprise yang so sweeeeeeeeet bangeeet…. hoooaaaaa :'(. pengen deh rasanya teriak-teriak dari puncak gunung ini…. biar semua orang tau rasa haru dan bahagia yang meluap-luap dari dalam hati ini :’). Ane yang sedari dulu selalu membayangkan indahnya kisah romantis di film-film atau membaca novel yang sangat dramatis…. sekarang…. sekarang ane ngerasain sendiri…. :’)

Matahari uda semakin tinggi, kini saatnya kita kembali. Timbul semangat yang sangat berkobar dalam diri, seperti habis di charge gitu rasanya….. cinta emang selalu bisa memberikan energi positif dalam diri…. huhuuhuhuh.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

My Man ^^’

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Terimakasih temen-temen udah sukses bantuin bikin surprisenya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Say cheese before we go back

Ijen Mancing

Tempat ini akan selalu menjadi kenangan :’)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berasa kayak di negeri di atas awan 😮

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pemandangan yang sangat menakjubkan ketika menuruni Gunung Ijen

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

WARNING

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Let’s go back to Bali….. !!!!

That’s so great Adventure and so sweet moment in my life….. thanks for everything dear….. :’)

Advertisements

Batur Adventure

Pernah gak terpikir….  dengan hidup kita yang monoton, ngebosenin, rutinitas yang gitu-gituuuu ajaa….. rasanya jenuh bangeet…. berangkat kerja, melototin monitor, diomelin si bos, di kasih kerjaan yang numpuk, dan dikejar-kejar deadline…. and wal hasil pulang dengan muka kusut kayak gulungan kabel, lecek kayak kertas yang di bejek…..

Daaaan…. gak sampek situ ajaa… nyampek kos pun kebosenan tetep melanda, bukan karena teman atau pasangan yang gak asyeek…. tapi karena hal-hal atau aktivitas tersebut sudah sering kita lakukan, misalnya hang out, makan bareng, nonton, dan jalan-jalan ke mall.

“Let’s Try Something New” gitu sih kata orang-orang…. kalo uda bosen marilah kita mencoba sesuatu yang baru…. eeettts… bukan pacar baru yaa tapi pengalaman baru heheheh 😀

Tepatnya tanggal (13 – 10 – 13) kita memutuskan untuk menapakkan kaki di puncak tertinggi ketiga di Bali yaitu Gunung Batur. Untuk pemanasan Ok lah…. karena puncak tertinggi pertama adalah Gunung Agung dan yang kedua Gunung Batukaru masih terlalu ekstrim. Sudah lama juga ane vakum mendaki, terakhir pas masih SMA masih ABG… tenaga masih kuat-kuatnya… semangat masih membara-membaranya….. nah kalo sekarang???? (berasa uda tua banget yeeee) 😀

Gunung yang terletak di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini memiliki ketinggian 1.717 meter dari permukaan laut dan masih aktif, sebelumnya kita telah mensurvey dan mempersiapkannya. Yang pasti kita tidak sendiri…. si doi mengajak 2 orang teman yang sudah pernah mendaki kesana sebelumnya ane pun juga mengajak 2 orang temen lain yang sama-sama masih amatir. Karena perjalanan dan pendakian cukup banyak resiko dan medan pendakian yang cukup ekstrim.

Sekitar pukul 00.00 tengah malam kita sudah berkumpul untuk mempersiapkan perjalanan. Fisik yang prima, obat-obatan, makanan secukupnya, jaket yang cukup menghangatkan, kompor parafin, panci kecil,  dan yang paling utama adalah senter, karena perjalanan dilakukan dini hari, dan tentunya di sana tidak ada penerangan hanya mengandalkan sinar rembulan dan bintang dari alam.

Perjalanan kita mulai pada pukul 00.10 dengan mengendarai sepeda motor berbarengan dari Denpasar menuju Kintamani, saat itu langit terlihat sangat bersahabat, jalanan lenggang, angin malam yang dingin menghujam, dan lampu kota yang temaram. Ketika mulai memasukin kawasan Kintamani, anjing-anjing di pinggir jalan seolah menyapa kami… “heeeey selamat datang di kota kami….” dengan suara gonggongannya yang bikin ngeri…. udara dingin semakin berasa menusuk persendian, ane semakin meringkuk di balik punggung si doi, dan kurasakan gigiku yang gemerutuk menahan dinginnya malam. Jalanan semakin menanjak, ku tengok kiri dan kanan seperti tak ada kehidupan….. sunyi…. sepi…. aku benci…. (Gubrak….!!!! *ada apa dalam cinta bangeeet* #GagalFokus 😀 ) ane malah suka dengan suasana seperti ini 🙂 karena dari kesunyianlah terasa dekat kepada-Nya sang pencipta :). Gunung Batur tampak sangat kokoh di depan kita, mampukah kita sampai di puncaknya??? Wallahu A’laam…. hanya langkah rendah hati kitalah yang mampu membawa kita kesana.

Dan waktu menunjukkan pukul 01.30 sampailah pada medan yang kami tuju, GUNUNG BATUR “We Are Coming…..!!!!!! sambutlah kami dengan ramah, tuntunlah kami ke arah yang benar menuju puncak terindahmu….!!!!” begitulah teriakan hati kami, karena gak mungkin kita berteriak seperti itu di tengah malam begini.

Sebelum memulai pendakian, tak lupa kita panjatkan doa agar perjalanan selalu dilindungi dan tak kekurangan suatu hal apapun hingga kembali, seperti ketika ESQ yang sakral, sempat ane hampir meneteskan air mata karena pendakian ini tidak mudah dan kita harus selalu bersama-sama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekitar pukul 02.00 kami memulai pendakian, yang ada dalam diri kami saat itu adalah tekad dan semangat yang kuat untuk bersama-sama berada di puncak. Ilalang panjang yang tumbuh di samping jalan sepetak  menemani perjalanan kami, bintang yang berbinar memancarkan sinar terangnya tiada henti….. sungguh takjub akan pesona alam di malam hari yang luaarrrr biasaa…. inilah alam yang mengajarkan betapa rendahnya kita di hadapan sang Pencipta.

Bintang“Seperti inilah gambaranya”

Medan semakin menanjak, kabut mulai turun, dingin mulai menyerang, sapuan angin malam membelai wajah kami, jalanan berpasir dan berbatu semakin berat kami lalui, nafas mulai tersenggal-senggal, dan kamipun beberapa kali memutuskan untuk berisitirahat. Tampak kerlap kerlip lampu kota dari atas gunung seperti kerlipan bintang. Nafas kami uda senin kamis….. air putih seteguk membasahi rongga-rongga kerongkongan kami yang mulai kering, medan semakin terjal dan menantang…. puncak Gunung Batur seolah tak tampak…. mungkinkah kita salah jalur???? sempat dilema karena ada 2 jalur dan takut tersesat… karena jalanan benar-benar gelap dan tak ada orang lain selain kami ber-enam. Tampak lampu senter dari bawah kami, dan suara orang lain sayup-sayup terdengar. Aaaaaahhh……….. bersyukurlah ada orang lain yang semoga dapat menunjukkan jalan yang benar menuju ke puncak.

Setelah ngobrol singkat sembari terus melanjutkan perjalanan, ternyata mereka adalah pedagang yang berjualan di warung di puncak gunung batur. Astaghfirullah….. aku takjub pada kedua orang ini, setiap dini hari mereka menempuh perjalanan ini demi sesuap nasi…. mempertaruhkan nyawa demi membesarkan anak-anaknya…. tapi tak terlihat keluh kesah di wajah mereka….. kita yang baru separuh perjalanan aja uda merasa berat dan mengeluh…. kita yang setiap hari bekerja di depan komputer dan bermain-main aja masih sering mengeluh… sedangkan mereka???? Subhanallah…. Jam segini biasanya kita masih tertidur lelap… bermimpi indah, sedangkan mereka???

Puncak sudah mulai terlihat, ayooook…. semangat….. kurang sedikit lagi….!!!!!! “Teriak seorang leader yang memimpin perjalanan kami”. Masih jam 4.30, tapi dingin luar biasa menusuk tulang, badan bergetar hebat. Tak lama kemudian akhirnya kami pun mencapai puncak, alhamdulillah syukur kami ucapkan di dalam hati masing2. Lalu kami beristirahat sejenak dan melihat keadaan sekililing. Pemandangan masih tampak gelap, angin berhembus semilir, kabut cukup tebal menghampiri kami…. sungguh alam menyambut kami dalam diam. Aku tak bisa berkata-kata lagi, karena ini adalah pengalaman pertamaku dan dia dalam pendakian hunting for sunrise di puncak gunung tertinggi ketiga di Bali….. Tibalah waktunya sholat subuh, kami melakukan tayamum dengan debu yang sudah basah terkena embun. Dalam sholat tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa…. sungguh bersyukur kami sekarang dapat berdiri dan sujud di sini… menghadap Engkau Tuhan Pencipta semesta alam yang sangat indah :’).

Sang surya mulai menampakkan diri, memecah kesunyian dan memberi rona orange diantara gunung-gunung. Pfuuuiiiihhhhh…. seakan terhenti detak jantung ini ketika menyaksikan detik-detik munculnya sang surya. Perjalanan kami sungguh tak sia-sia…. :’)

1291896_3517421072410_184711358_o“Kepenatan perjalanan sepanjang malam terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. Terimakasih semesta 🙂 “

 1525372_3849678778645_798581674_n

“Di atas bumi, tapi dekat dengan langit…. *Samudra di atas awan, pagi di atas puncak gunung batur* 1717 MDPL”

-Mt_Batur__Bali-20000000006049237-500x375

“When the sunrise coming up”

 946394_3517481593923_140621955_n_gfghk

“Top of Batur Mount”

Kopi hangat dan mie kuah nikmat menemani kami menikmati pemandangan alam

1384335_454982181282910_1646821934_n

“Don’t forget your Breakfast 😉 “

Sang surya semakin meninggi dan terik, kamipun harus segera kembali…. walau berat sebenarnya meninggalkan puncak ini, aku berjanji dalam hati akan kembali kesini suatu hari nanti :).

1601209_495909807190147_10918067_n“Perjalanan menuruni Gunung Batur”

Kami menuruni gunung ini dengan perasaan puas, haru, dan kesenangan yang luar biasa…. semoga kita selalu bisa melestarikan dan menjaga alam ciptaanmu yang sangat indah ini Tuhan O:).

“Gunung bukan sekedar onggokan kerucut besar kumpulan tanah berpasir. Laut bukan sekumpulan air dalam wadah raksasa. Hutan bukan sekedar sekumpulan tumbuhan dalam pot besar. Sungai bukan sekedar mengalirnya air untuk riasan bumi. Lebih dari itu karena sesungguhnya pada diri mereka ada diri kita” — Harley B. Sastha