Taman Nasional Baluran “Complete Your Adventure”

Kalau pengen lihat hutan dan hamparan padang savana yang luas dengan satwa-satwa yang masih hidup liar gak perlu jauh-jauh ke Afrika sob, ternyata di Indonesia juga ada yang kayak begituan…. Maka dari itu kita berdua tertarik untuk mengunjunginya juga, syukur-syukur bisa ikut melestarikanya :).

Masih dalam rangkaian touring honeymoon kita ke 3 tempat, yaitu Batu-Bromo-Baluran. Setelah menyelesaikan touring ke 2 tempat sebelumnya, kali ini kita akan melanjutkan ke tempat adventure terakhir yaitu “Baluran”. Wooohaaaa…. jadi gak sabar pengen cepet nyampek sana…. !!!

Perjalanan kita mulai dari Bromo langsung menuju ke Situbondo dulu yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Ketika dalam perjalanan menuruni jalan raya Bromo kita disuguhkan oleh indahnya pegunungan yang banyak ditanami sayur-sayuran yang rata-rata menjadi sumber penghasilan mayoritas penduduk disini. Udara sejuk tak hanya memenuhi paru-paru kita tetapi juga hati kita :). Rasanya tuh gak pengen meninggalkan tempat ini, tapi perjalanan harus kita lanjutkan untuk menjelajahi alam ciptaan Tuhan lainya.

Sampailah kita di SPBU Utama Raya untuk mengisi BBM dan sekedar beristirahat untuk makan siang, namun karena tergoda oleh pesona Hotel di SPBU ini akhirnya kita memutuskan untuk menginap disini selain itu karena pertimbangan tempat penginapan disekitar Baluran yang kita belum mengetahuinya.

IMG-20141209-00794

IMG_7238

Kamar yang bersih dan rapi

Seperti yang kita duga, bersih dan rapi serta view pantai di seberang jendela dan ada balkon kecil, namun sayang kita gak sempat motoin. Waaaah bakalan bisa istirahat dengan nyaman ne kalo kayak gini :).

Morning Situbondo… 🙂

Mari breakfast dulu kemudian lanjut perjalanan ke Taman Nasional Baluran yang sudah kita impi-impikan… Bismillah semoga hari ini cerah ((doaku dalam hati)). Let’s go…. 97 km lagi…. !!!

Cuaca pada waktu itu cukup panas, tapi sebentar-sebentar mendung. Waaaaah… cuaca yang sangat plin plan, tapi kita tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan tanpa kenal lelah.

Finally…. Welcome to Taman Nasional Baluran….!!!

IMG-20141209-00795Ketika sampai di Baluran kita langsung menuju ke Pos Taman Nasional untuk membayar tiket dan menanyakan informasi seputar Baluran ini. Ternyata biaya untuk masuk lokasi ini tidaklah mahal : Rp. 2.500 untuk wisatawan domestik dan Rp. 20.000 untuk wisatawan asing dan Rp. 6.000 untuk kendaraan. Menurut informasi Taman Nasional seluas hampir 25 ribu hektar ini merupakan miniatur dari segala jenis vegetasi Indonesia. Baluran memiliki hutan musim, hutan evergreen, mangrove, savana, pantai, dan gunung, . Waooowww…. komplit sekali bukan.

Access Road

DSC04921

Access Road

Kondisi jalan dari pintu masuk sampai Savana Bekol memang rusak parah, tapi ada manfaat lain dari fasilitas jalan yang tak baik ini, bahwa pengunjung tidak bisa mengebut berkendara, sehingga terhindar dari resiko menabrak hewan-hewan liar yang bisa saja tiba-tiba melintas, selain itu juga dikhawatirkan aksesoris motormu lepas apalagi yang full box sangat berasa sekali kedahsyatan jalanya. Jika saja jalan mulus kemungkinan menambah jumlah pengunjung taman nasional.

DSC04914

Berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan

DSC04924

Jalan rusak parah

DSC04923

Disarankan menggunakan mobil seperti ini atau motor cross jika ke Baluran

DSC04919DSC04934Sepanjang perjalanan melalui hutan musim dan evergreen, kita bisa menemukan kupu-kupu warna-warni yang berkumpul di atas kubangan-kubangan air. Saat musim hujan di mana banyak kubangan air, kupu-kupu juga semakin banyak ditemukan. Ayam-ayam hutan pun banyak melintas di tepi jalan. Disini juga bisa ditemukan burung merak yang terkenal dengan keindahan bulunya, serta burung-burung aneka warna yang berseliweran sambil berkicau memecah kesunyian hutan. Namun kita sedikit kesulitan mengabadikannya karena selain terhalang oleh pepohonan, para hewan-hewan cantik tersebut masih belum terbiasa terhadap keberadaan manusia. Dan Jika beruntung, saat memasuki hutan evergreen mungkin bisa bertemu dengan macan tutul karena di sinilah habitat hewan karnivora ini hidup (hiii… sereem). Pemandangan selama perjalan sangat membuat kami terpesona :).

Hutan Musim dan Evergreen

DSC04920

Hutan Musim

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hutan Evergreen

Hutan musim akan tampak hijau di musim hujan dan akan terlihat kering menguning di musim kemarau, sementara hutan evergreen akan selalu hijau, baik musim hujan atau kemarau. Kedua jenis hutan ini akan silih berganti menemani perjalanan kami menyusuri Baluran. Dari pintu masuk, kita akan disambut hutan musim, kemudian hutan evergreen, lalu berjumpa lagi dengan hutan musim, baru kemudian memasuki Savana Bekol.

Gunung Baluran

DSC04926 Gunung setinggi 1.247 meter ini berdiri dengan megahnya di tengah-tengah taman nasional. Gunung Baluran merupakan gunung yang sudah tidak aktif, tapi belum diketahui betul kapan terakhir kali meletus. Menurut informasi yang ane baca Gunung Baluran ni akan tampak sama bentuknya jika dilihat dari sisi utara maupun selatan. Simetris!

Savana Bekol

???????????????????????????????

Ini bukan di taman safari/kebun binatang, tapi ini benar-benar di hutan

DSC04938DSC0494810858020_4960579710474_597013282677722851_n10847824_677467729034353_4698885624203660854_n

Banyak yang bilang Savana Bekol adalah “The Little Africa in Java.” Cukup beralasan, karena begitu ane & si doi sendiri memasuki kawasan savana ini, langsung tercium dan terasa sekali aroma Afrika, meski kami pun belum pernah menginjakkan kaki di Benua Hitam. Padang rumput yang luas sedang menguning dengan beberapa pohon tersebar di pinggir dan di dalamnya. Kumpulan rusa berlari-lari di tengah savana dan monyet-monyet yang bermain berlarian bersama koloninya sungguh menggambarkan kegembiraan mereka hidup bebas di alam liar. Waooowww…. rasanya masih belum percaya kalo kita benar-benar berada di dalam hutan liar.

Pantai Bama

DSC04962DSC04965DSC04970

DSC04967

Ada fasilitas outbond & penginapan di depan Pantai Bama

DSC04968

Ada yang lagi ngambek gara-gara kehauasan ne yeee…. hehe

Pantai Bama merupakan ujung dari jalan akses yang membelah Baluran. Berjarak 3 kilometer dari Savana Bekol. Memasuki Pantai Bama, kita akan disambut dengan pohon ketapang dan kesambi besar-besar yang rindang dengan puluhan monyet ekor panjang yang bergelantungan. Tapi jangan harap akan mendengar suara ombak. Kita sendiri heran melihat laut Bama yang begitu tenang, nyaris tanpa ombak. Pantainya berpasir putih dan garisnya tidak begitu panjang, selebihnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Sampai sejauh lebih dari 1 kilometer, kedalaman pantai ini hanya selutut orang dewasa, sehingga aman untuk aktivitas air bagi yang tak pandai berenang. Tanda batas laut dalam adalah warna biru tua. Pantai ini memang benar-benar tersembunyi dan masih sangat alami, hal itu terbukti dari situasi yang benar-benar sepi disini. So, bagi yang menyukai keheningan dan membenci keramaian pantai ini mungkin akan sangat cocok.

Penginapan

Eh, iya selain terdapat penginapan di Pantai Bama , terdapat pula wisma-wisma di posko dekat savana bekol. Namun, perlu sangat waspada jika menginap disini. Karena lokasinya ditengah hutan dan masih banyak hidup satwa liar serta kondisi yang sangat sepi. So, jangan kaget jika kedatangan seekor/segerombolan satwa yang bertamu malam- malam ya…

Ok… it’s time to go back….
Yippyy….. it’s very amazing and great adventure ever….  🙂
Uda gak sabar ingin menceritakan dan menuangkan semua pengalaman seru ini kedalam blog kita :).

Bye Baluran….. Thanks for complete our adventure,
semoga kita selalu bisa menjaga dan melestarikan hutan-hutan yang ada di Indonesia tempat para satwa tinggal, paru-paru dunia, dan surga yang tersembunyi di tengah belantara.

“Bumi yang tiada rimba, seumpama hamba, dia dicemar manusia yang jahil ketawa.
Bumi yang tiada udara, bagai tiada nyawa, pasti hilang suatu hari tanpa disadari.Bumi tanpa lautan, akan kehausan, pasti lambat laun hilang.
Duniaku yang malang” – Hijau-Zainal Abidin

Advertisements

Amazing of Mount Bromo

Bromo…. ??? yess… siapa sih yang gak tau, siapa sih yang gak kenal akan keindahan pesonanya.

Yaaak….. itulah yang selalu ngomporin ane untuk menapakkan kaki di gunung berapi nan indah itu, merasakan udara sejuknya, sambutan matahari terbit, dan menikmati panorama karya Sang Pencipta yang sangat agung.

So, perjalanan kali ini masih dalam 1 rangkaian touring honeymoon kita, yakni ke Batu-Bromo-Baluran. Setelah 2 hari bertandang ke Batu Malang, kita pun meneruskan perjalanan ke Bromo yakni pada tanggal 07-12-14. Kita memutuskan untuk mengambil rute melalui jalur Probolinggo, sebenarnya ada jalur terdekat kalau arah kita dari Malang, yakni lewat Tumpang. Cuma menurut si doi yang uda pernah melewati jalur itu kontur jalanya kurang bagus dan biasanya sepi tapi panoramanya sangat indah apabila lewat jalur itu. Nah, karena bawaan kita full box dan hanya berdua saja makanya kita nyari aman aja deh dengan lewat jalan yang umum.

Perjalanan dari Malang-Probolinggo memakan waktu kira-kira 2 jam, dan sepanjang melintasi Malang, hujan terus menyerang. Mengendarai dalam keadaan hujan memang sangat tidak nyaman, selain karena pandangan yang jadi terbatas juga karena sepatu berasa becek akibat kemasukan air dan waspadalah dengan kontur jalan berlubang yang tertutup air hujan, karena itu bisa jadi TRAP.

Setelah sekitar 4 jam menikmati drastisnya perubahan cuaca dari hujan deras ke panas menyengat akhirnya sampailah kita di Bromo. No….. !!! gak semudah itu sob, kita uda sampai sih di kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), tapi besok dini hari baru ke Bromo. Dan sekarang saatnya kita untuk beristitrahat terlebih dahulu at Yoschi Hotel yang terletak tak jauh dari lokasi wisata Gunung Bromo.

wellcome to yoschi's

Welcome to Yoschi Hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

 Oh, iya sekedar info bahwa mencari penginapan di kawasan wisata Gunung Bromo ini sebenarnya tidak mudah lho sob. Walau banyak sekali hotel dan villa (rumah penduduk) yang ditawarkan, namun kita musti jeli dan mempertimbangkan segala aspek. Karena harga yang ditawarkan tidak cukup terjangkau dan relatif mahal namun fasilitas yang ditawarkan kurang memuaskan belum lagi banyak calo yang terkesan memaksa untuk menggunakan jasanya. Di Yoschi Hotel ini fasilitas yang ditawarkan adalah kamar yang cukup nyaman dan bersih dengan nuansa etnik bergaya tradisional khas Bali yang dipadukan dengan ornamen khas Jawa. Ada kamar mandi di luar yang dilengkapi air hangat, hotel ini juga menyediakan Mushola. So, bukanya mau promosi tapi ini hanya berdasarkan pengalaman saja 🙂 .

yoschi-s-guest-house

View di depan hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

Nah…. ini benar-benar honeymoon rasanya…. Dingin, tenang, pemandangan yang indah di pegunungan…. gimana gak tambah romantis coba…. hihihi.

Yaaak setelah meletakkan barang-barang kita di kamar dan bersitirahat sejenak, lanjut ke dekat pintu masuk TNBTS untuk mencari warung dan mengisi perut-perut kita yang sedari tadi keroncongan.

IMG-20141207-00300

Warung depan TNBTS

Nah… sekedar info juga ne bagi yang nyari kuliner di depan TNBTS ini ada warung/restoran yang murmernak dengan harga yang sesuai dengan kantong para bikers/backpacker ne, letaknya persis sebelum loket tiket masuk TNBTS…. 😉 (y).

IMG_7187

Ada yang lagi ngumpet ne di bawah meja warung :3

IMG_7181

Senja di Jalan Raya Bromo

Setelah mengisi perut kita dengan Nasi Rawon, plus mie goreng dan teh panas yang cepet dingin, kita langsung balik ke hotel untuk beristirahat agar bisa segar dan fit lagi untuk adventure besok.

Morning Bromo…. 🙂

Mungkin it’s too early to wake up…. hoooaaahmmm….. karena jam masih menunjukkan pukul 2.30… padahal tadi lagi asyik-asyiknya mimpi ke Gunung Bromo… yaah musti buyar gegara alarm sialan yang bangunin. Eeeets…. mimpi itu bakalan terwujud kok, kalo segera bangun ;). Yaapp… kita langsung bersiap-bersiap berangkat kesana untuk melihat keindahan sunrise… sepagi ini kah??? sedingin kah??? yess…. gak ada kompromi buat petualang sejati. Kalo kata orang tua, rejeki bakalan dipatok ayam kalo bangunya siang… nah… sama juga dengan alam… bukan hilang karena dipatok ayam… but “Thing will look better in the morning” :).

Alhasil tanpa mandi dan gosok gigi langsung gaspol menuju Penanjakan 1 (view point) buat melihat keindahan Gunung Bromo. Untuk menuju ke tempat ini bisa di tempuh dengan Motor/Jeep yang disewakan. Satria FU full box bakalan mengantarkan kita kesana dengan sepenuh tenaga karena melewati tanjakan sampai buat si Satria ngos-ngosan.

Dan Perjuangan berat itu emang gak ada yang sia-sia, semua terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. :’)

bromo

IMG_7197

Suasana saat melihat panorama dari Penanjakan 1

Wooohaaa….. This is it…… Amazing of Mount Bromo….. 🙂
Namun karena cuaca yang mendung gak bisa lihat perfect sunrise deh… hikz :'(, menurut informasi waktu yang tepat untuk melihat keindahan sunrise di Bromo adalah bulan Maret-Agustus.

IMG_2840

Mungkin seperti ini jika sunrise (Dok. si doi ketika kesini tahun lalu di bulan Juni)

Ok let’s go to the next beautiful place. Yup, kita akan turun menuju pasir berbisik dan ke kawah Gunung Bromo ;).

IMG_7202

Suguhan keindahan alam selama diperjalan menuju Pasir Berbisik

IMG_7213

Pasirnya gak bisa berbisik karena habis disiram hujan 😦

Menurut informasi yang ane baca, nama Pasir berbisik itu sendiri diambil dari nama film dengan judul tersebut yang dibintangi artis cantik Dian Sastro yang lokasi syutingnya disana, dan sejak saat itulah terkenal dengan nama Pasir Berbisik. Karena ditempat ini ketika angin bertiup kencang, deru angin akan membawa butir-butir pasir bagaikan bisikan-bisikan yang menyerukan keindahan alam Bromo.

Hamparan lautan pasir yang begitu luas dengan Gunung Batok yang tinggi menjulang, dan dikelilingi pegunungan dan perbukitan yang menjadi magnet keindahan Bromo. Dan… tak hanya itu yang menjadi daya tarik keindahan Bromo, karena di tengah lautan pasir tersebut berdiri sebuah Pura tempat religius tempat sembahyang suku Tengger yang beragama hindu dan juga tempat untuk Tirta Yatra umat Hindu dari Bali yaitu Pura Luhur Poten.

pura-bromo

Pura Luhur Poten (Courtesy : asli-oi)

Pura Luhur Poten Suku Tengger Gunung Bromo

View dari kawah Bromo (Courtesy : Dewa)

Setelah menikmati keindahan Pasir Berbisik & Pura Luhur Poten, kita bergegas untuk naik ke Kawah Gunung Bromo. Tenang sob, di sini tidak perlu bersusah payah mendaki, karena sudah ada puluhan anak tangga yang memudahkan akses mencapai kawah, dan juga ada kuda yang disewakan untuk mengantarmu sampai di bawah kaki anak tangga.

lautan-pasir-gunung-bromo-big-711

(Courtesy : batasnusa)

Dan kita memutuskan untuk berjalan kaki saja untuk melewati tanjakan yang tidak terlalu tinggi sembari olahraga gitu ceritanya (padahal sih karena menghemat budget) hehehe.

IMG_7236

Tangga menuju Kawah Bromo

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 MDPL, dan masih aktif hal ini terbukti dari kawahnya yang mengeluarkan asap dan telah beberapa kali meletus, letusan terakhir terjadi pada tahun 2010.

IMG_7226

Kawah Gunung Bromo

IMG_7219

Pemandangan dari puncak Bromo

Setelah menikmati keindahan kawah dan pemandangan dari puncak Gunung Bromo, kita pun memutuskan untuk segera turun. Karena Jam Breakfast dari hotel sudah mulai mevet, selain itu juga karena perjalanan kita masih harus berlanjut lagi ke “Baluran”.

IMG_7233

Bye….

Setelah Breakfast dan kemas-kemas kitapun langsung gaspol menuju Situbondo. Walau gak dapet perfect sunrise, but I’ll Promise to back here again to catch it someday :). Keindahan alam Gunung Bromo akan selalu membuat kita rindu….  Bye Bromo :’).

*Bersambung ke Blog Berikutnya

Let’s Get Lost, Let’s Go to Ijen

Setelah 6 hari full sibuk dengan kerjaan yang numpuk & rutinitas yang sangat… sangat membosankan, maka weekend adalah saat yang dinantikan. Dan pas hari minggu datang apa yang  dilakukan? bersih-bersih rumah/kos, nyuci, nyapu, ngepel, mandiin kucing, mandiin motor, ato yang ada malah mesra-mesraan sama guling dan kangen-kangenan sama kasur…. nyentuh air buat mandi pun enggan ((yang kesindir pasti cengar cengir)) hahaha 😀

Emang bener juga sih pas hari minggu itu TV dan kasur lagi manja-manjanya sama kita, pas uda leyeh-leyeh pasti langsung nyetel TV dan apa yang terjadi…. hampir semua acara adalah jalan-jalan dan wisata kuliner…. mengunjungi berbagai tempat, berpetualang ke berbagai daerah yang luar biasa indah, menikmati kuliner yang maknyosss…. yang bikin kita tergiur, tergugah, terlena ((lap iler)) lantas apakah kita hanya akan membayangkan dan berimajinasi saja??? Tapi kapan… kapan itu semua akan terwujud? kalo hanya diam cuma menyaksikan dan bermalas-malasan saja. C’mon guys…. get your backpack, take your bike and lets get the adventure  😎

Let’s get lost….. let’s go to Ijen….. hohoooy…..!!!!

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di daerah Banyuwangi Jawa Timur Gunung ini mempunyai ketinggian 2.799 m dan telah empat kali meletus (1796, 1817, 1913, dan 1936). Untuk mendaki gunung ini bisa berangkat dari Bondowoso ataupun dari Banyuwangi. Dan yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah terdapat kawah yang sangat indah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2799 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman kawah 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar, ada lagi yang lebih mengagumkan lagi. Kawah Ijen adalah satu-satunya kawah di Indonesia yang memiliki fenomena alam “Blue Fire”. Di dunia, hanya ada dua tempat yang memiliki fenomena tersebut. Selain Indonesia,  blue fire juga terdapat di Islandia.

Ane dan si doi merencanakan ini udah lama beud…. tapi karena situasi dan kondisi yang gak mendukung maka kita merencanakan untuk melakukan petualangan ini pada Sabtu 14 Juni 2014 ((catet)). dan pastinya kita tidak berduaan aja, tapi dengan ketiga teman lainya juga. Perjalanan kali ini akan tidak mudah dilalui, tidak hanya sekedar hiking tapi juga touring karena jarak dari Denpasar-Banyuwangi yang cukup jauh. Jadi stamina dan persiapan yang prima sangat dibutuhkan disini.

Kami berlima memulai perjalanan dari Denpasar di tikum (Titik Kumpul) yang sudah disepakati sekitar pukul 15.30. Syukurlah cuaca sangat cerah disepanjang perjalanan, namun tetap waspada karena pada saat itu angin kencang datang menyerang, jadi kendaraan harus tetap seimbang menghadapi terjangan angin selama diperjalanan…. apalagi motor yang ada box nya dan ada boncengernya ((uhuuk)).
Akhirnya setelah 3 jam perjalanan sampailah kita juga di Pelabuhan Gilimanuk, dan terombang ambing dilautan selama 90 menit. Perjalanan yang cukup melelahkan jadi gak berasa karena selalu diiringi canda tawa dari kita semua……  🙂

f0cc516417597c895ae5bb50aa3a39c7_a

Pelabuhan Gilimanuk – Bali

img_3142

Ferry Boat

Sampai juga kita di Pelabuhan Ketapang….. hoooaaah akhirnya ane dan si doi menginjakkan kaki lagi di tanah jawa….. :). Dan Perjalanan kami hentikan untuk melipir dulu di Restoran Kobe tak jauh dari pelabuhan untuk mengisi perut-perut kita yang uda dangdutan sedari tadi 😀

IMG-20140614-00211

Melipir dulu ke Kobe

Setelah puas menyantap ayam goreng, nasi goreng dan rawon pesenan dari teman-teman, kami pun melanjutkan kembali perjalanan dari pelabuhan Ketapang menuju ke SPBU Ketapang untuk ngasih minum motor & menunaikan sholat. Perjalanan belum berakhir karena tujuan masih jauh….. hari pun sudah mulai gelap, bahkan dari tempat kita berdiri sekarang pun gunung Ijen masih belum terlihat…. si doi sih uda pernah kesana, tapi kita tetap memakai Google Maps sebagai panduan agar tidak tersesat selama diperjalanan, karena perjalanan di malam hari lebih berbahaya dibandingkan dengan siang hari. Penerangan dari lampu kendaraan kami sangat membantu menyisir gelapnya jalan, perjalanan makin lama makin masuk ke jalan yang mulai sepi, kiri kanan jalan adalah hutan, sawah, dan sedikit lalu lalang kendaraan lain. Hujan mulai turun rintik-rintik, tapi kita gak mau dikalahkan hujan… perjalanan tetap kita lanjutkan. Google Maps tetap bersama kami agar tidak salah jalan, namun jalanan aspal yang kita lewati sedari tadi lama-lama berubah menjadi jalanan berlumpur & berbatu yang masuk ke dalam perkampungan yang sepi. Apalagi sembari diguyur hujan menyebabkan jalanan licin. Akses jalanpun semakin menanjak, motor semakin meraung berusaha membawa kami…. sempat oleng beberapa kali, si doi berusaha menyeimbangkan motor…. tapi ketika melewati jalan yang tidak rata dan menanjak serta berbatu kami pun jatuh juga :o. Tapi syukurnya kami berdua baik-baik saja ((pfuuiihhhh)) perjalanan yang sangat mendebarkan, bagaimana tidak…. jalanan sangat sepi, ekstrim pula, hujan turun rintik-rintik, kabut tebal. Setelah dibantu teman menegakkan motor kita yang jatuh, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan dan berharap bertemu dengan warga di daerah itu untuk bisa menanyakan jalan ke tempat tujuan. Jalanan mulai menurun dan rasanya pertanda buruk dari motor kita yang mulai oleng lagi karena licinya jalan tersebut, dan benar saja motor hampir saja jatuh lagi…. namun dengan sigap si doi menahan motor di dinding tebing dengan tangan kanannya kalo tidak……… mungkin kita sudah jatuh dari selokan :(. Tuhan…. selalu jaga dan lindungi kami….. tak henti-hentinya ane berdoa di dalam hati. Kasian si Doi pergelangan tanganya terkilir gegara melindungiku Hikz :'(. Dan benar saja Tuhan memang maha mendengar, tak berapa lama tampak lampu sorot motor dari kejauhan…. dan ketika sudah dekat kamipun bertanya jalan menuju Ijen. Setelah mengikuti petunjuk dari warga tersebut akhirnya sampailah kita di pos kaki gunung Ijen sekitar pukul 22.00 WIB. Ternyata jalan yang kita lalui itu memang bukan jalanan yang umum… hadeeeh sialan si mbah google membuat kita tersesat !.

Bulan terlihat temaram karena tertutup kabut yang cukup tebal, udara dingin terasa menusuk tulang. Kami pun memutuskan untuk berisitirahat di warung-warung yang ada di seputaran pos kaki gunung, karena disana tidak di sediakan penginapan hanya ada aula yang biaya sewanya cukup mahal yaitu sebesar Rp 250.000. Oh, ya untuk masuk ke Lokasi ini hanya dikenakan biaya parkir saja yaitu Rp 5.000 saja. Kami pun memesan mie kuah & kopi untuk menghangatkan tubuh sembari menunggu waktu pendakian karena pada jam 02.30 jalur pendakian di buka. Waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB pada saat itu kabut semakin menebal, udara benar-benar dingin…. kami gak bisa tertidur lelap karena udara yang tidak bersahabat, akhirnya kami mencoba menghangatkan diri di dekat api unggun milik group lain.

Tibalah saatnya mendaki, tepat pukul 02.30 WIB, ternyata jam segitu sudah ramai sekali pendaki-pendaki dari berbagai daerah, dari yang tua sampai anak kecil pun bersemangat ikut mendaki, dan ada bule juga. Kita harus mendaki sekitar 3 Km dari kaki gunung menuju puncak, pfuuuiiihhhhhhh semoga kita bisa sampai puncak dengan selamat karena medan cukup berat, SEMANGAT…… !!!!!!!!!!!!!!! tapi baru beberapa menit mendaki kok uda berasa ngos-ngosan banget yaaa…. beda sama pas kita mendaki di Batur, apa karena ane terlalu menyombongkan diri yaaa…. berpikir bahwa bisa menaklukan Gunung Ijen :(. Tuhan maafkan hambamu yang sudah tinggi hati ini, ternyata Gunung ciptaan engkau ini lebih tinggi dari ego hamba :'(. Pas lihat kebawah kepala berasa pusing dan kayak mau jatuh…. muka si doi terlihat kelelahan…. sampe gak tega liatnya, kita berdua pun saling support dan bersama-sama mendaki dalam gelap.

bulan

Bulannya uda kayak di film-film horor

Bulan setia menemani perjalanan kami karena pada saat itu adalah bulan purnama, jadi sedih deh gak bisa liat milky way ⭐ :(. Bau belerang mulai tercium sepertinya tujuan kita semakin dekat, kami pun semakin bersemangat melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya sampailah kita di puncak Gunung Ijen, walau masih tertutup kabut karena masih pukul 04.30 namun pemandanganya sangat luar biasa indahnya……. seperti di dalam mimpi atau di film-film rasanya, masih belum percaya bahwa kami benar-benar berada di sini :o. kami pun berisitirahat sambil mengagumi keindahan alam yang sangat agung di sekeliling kita. Mendaki itu tidak hanya butuh sepasang kaki yang tangguh, tapi mental dan ketangguhan hati.

kawah ijen5

Pemandangan di sekitar kawah yang masih diselimuti kabut

Kami ingin sekali melihat keindahan fenomena Blue Fire, namun ternyata masih harus turun di kawah sekitar 60 menit lagi dengan jalanan berbatu yang sangat terjal. Karena kondisi medan dan fisik serta keadaan sepatu yang licin dirasa cukup berbahaya untuk turun, sehingga kami mengurungkan niat untuk melihatnya 😦 tapi kami bertekad akan tetap melakukan Blue Fire Expedition suatu saat nanti dengan persiapan yang lebih matang lagi. Selanjutnya kita memutuskan untuk melihat sunrise di puncak yang berbeda, namun adzan subuh telah berkumandang, suaranya terdengar sangat nyaring terdengar dari puncak gunung…. Subhanallah…. Tuhan sungguh agung kuasamu ini…. tak henti-hentinya kami mengucapkan rasa syukur dan memuji ciptaan Illahi Robbi 🙂

DSC04779

Tempat & kondisi bukan jadi persoalan untuk tetap melaksanakan ibadah. Bentangkan sajadah dan laksanakan sholat subuh, hati berasa lebih dekat dengan Tuhan ketika kita melakukan sholat di puncak gunung

Kami pun harus mendaki lagi untuk melihat keindahan sunrise dari puncak Gunung Ijen, dan dari sana juga kita bisa melihat Blue Fire yang menakjubkan walau hanya melihat dari kejauhan.

10447400_10202399906382922_7554451061934549588_n

Sesuatu yang bersinar dari puncak, sang surya akan segera menampakkan dirinya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bukan gunung yang kita taklukkan, tetapi diri sendiri. Saat berpetualang, jati diri akan terasah tajam

10492560_4376330264603_8175458357872712864_n

Ketika genggaman tangan & langkah kaki bergerak beriringan, ketika mata menatap dengan penuh keyakinan, bawalah ia pergi bersama menuju kebahagiaan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Alam ada untuk mengingatkan betapa kecil kita di dunia, tinggikan harapan, namun tetap tundukan kepala

IMG_2061

Kawah Gunung Ijen

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia. So, jangan coba-coba berendam atau main air di situ yaak 😀

Ketika sedang asyik menikmati pemandangan tiba-tiba si doi membawa sesuatu seperti kertas, heran juga ini kenapa teman-teman yang lain juga merekam video dan siap dengan kamera…….. Ohhhh God…. ternyata diaaaaaa…..

DSC04798

“Hiii …….. Wawa”

DSC04799

“I’ve been thinking about us”

DSC04800

“I love you when we meet”

DSC04801

“But now I love you more”

DSC04802

“Then one day I realized”

“I want to grow old with you”

"In this place, top of mount Ijen (2.99 MDPL)"

“In this place, top of mount Ijen (2.799 MDPL)”

"I want to give you something"

“I want to give you something”

DSC04806

“Something for you to remember forever”

DSC04807

“So, I wanna ask you”

DSC04808

“Will you……”

DSC04809

“………………………..”

DSC04810

“………….??”

DSC04811

“Will you marry me?”

DSC04812

He gives me a flower

DSC04816

Air mata haru jatuh tak tertahankan

DSC04821

Then I said “Yes, I do” lalu doi menyematkan cincin di jari manisku 🙂

DSC04822

Udara dingin seketika berubah jadi hangat karena cinta yang menjalari hati ini, makasih yaaa :’)

DSC04827

Thanks for everything dear :’)

Sumpah gak nyangka bangeeeet…. rasanya kayak mimpi…. kayak di film-film gituu…. ternyata si doi yang gak ada tanda-tanda romantisnya sama sekali bisa buat surprise yang so sweeeeeeeeet bangeeet…. hoooaaaaa :'(. pengen deh rasanya teriak-teriak dari puncak gunung ini…. biar semua orang tau rasa haru dan bahagia yang meluap-luap dari dalam hati ini :’). Ane yang sedari dulu selalu membayangkan indahnya kisah romantis di film-film atau membaca novel yang sangat dramatis…. sekarang…. sekarang ane ngerasain sendiri…. :’)

Matahari uda semakin tinggi, kini saatnya kita kembali. Timbul semangat yang sangat berkobar dalam diri, seperti habis di charge gitu rasanya….. cinta emang selalu bisa memberikan energi positif dalam diri…. huhuuhuhuh.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

My Man ^^’

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Terimakasih temen-temen udah sukses bantuin bikin surprisenya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Say cheese before we go back

Ijen Mancing

Tempat ini akan selalu menjadi kenangan :’)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berasa kayak di negeri di atas awan 😮

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pemandangan yang sangat menakjubkan ketika menuruni Gunung Ijen

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

WARNING

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Let’s go back to Bali….. !!!!

That’s so great Adventure and so sweet moment in my life….. thanks for everything dear….. :’)

Ekspedisi Pulau Merah

Perjalanan ini kita lakukan berdua pada awal tahun 2014 (11-01-14). Ada sedikit keraguan menjelang keberangkatan, karena awan gelap menyelimuti kota dan rintik hujan mulai berjatuhan. Namun semangat dan tekad kuat kita melebihi segalanya, hujanpun kita terjang dan tak jadi persoalan. Si Satria tak gentar menerjang derasnya hujan dan melaju dengan gagah dan kencangnya. Setelah menghabiskan waktu sekitar 4 jam dari Denpasar sampailah di pelabuhan gilimanuk dan perjalanan kita lanjutkan dengan ferry boat menuju ke pelabuhan ketapang.

Imagesore yang mendung di atas ferry boat

Imageindahnya alam terpampang nyata di depan mata

              Setelah menempuh waktu sekitar 60 menit terombang ambing di lautan sampailah di ketapang, dan perjalanan kita masih terus berlanjut hingga menemukan musholla di pom bensin yang tak begitu jauh dari pelabuhan untuk sholat dan beristirahat. Nuansa indah Pulau Merah semakin terbayang di benak kita, terbakarlah semangat kita untuk memacu motor lebih kencang. perjalanan berlanjut hingga sampai di Alun-alun Blambangan dan taman Sri Tanjung untuk menikmati rawon & secangkir kopi.

484795_3853305589313_2043578036_n

Image

           Keesokan harinya kita mulai lagi perjalanan dari alun-alun kota menuju Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. cuaca cukup terik sehingga perjalanan lancar dan mulai memasuki pedesaan dan jalan kecil dengan kontur jalan yang sedikit berlubang. namun perjalanan sangat seru dan menyenangkan karena alam menyuguhi panorama yang luar biasa, sawah terbentang hijau, sungai yang mengalir dengan derasnya, tampak perbukitan, dan yang paling berkesan adalah penduduk yang sangat ramah.

Image

Image

                   Sekitar 2 jam waktu yang kami habiskan sampai akhirnya sampailah pada tujuan kita, aroma laut semakin tercium dan kita sudah tidak sabar untuk sampai pada tujuan kita, dan finally This is it WELCOME PULAU MERAH 🙂

Image

pulau merah helm

          Bentangan alam Pulau Merah dengan bukit setinggi 200 meter di laut dan pantainya yang putih bersih, membuat kita terpesona dan takjub akan keindahanya lukisan sang kuasa, hembusan angin semilir dan suara deburan ombak membuat kami terbuai dan ingin lebih lama disana. Namun perjalanan masih harus berlanjut lagi, Ekspedisi Pulau merah DONE it’s time back to Pulau Dewata.

Image

“Tak henti-hentinya mata ini menatap, kaki ini berjalan, & roda sepeda motor ini berputar, untuk menyusuri & melihat betapa indahnya negeriku Indonesia” — Robby Pahlevi