Jangan ke Lombok nanti gak mau pulang

Tagline tersebut memang tidak asing lagi kita dengar, di sosial media dan beberapa teman yang tinggal di Lombok seringkali menyebutkan tagline tersebut. Ketika kami touring ke Lombok untuk menghadiri suatu acara juga terdengar jelas dari Walikota Lombok selama berpidato. Lombok memang lagi gencar mempromosikan pariwisatanya yang eksotis, budaya yang kental, serta view alamnya yang menakjubkan.

Dan disinilah saat-saat dramatis itu terjadi, ketika kapal yang kami tumpangi mulai sandar ke pelabuhan, melewati bukit-bukit kecil yang terlihat seperti gundukan-gundukan hijau,  disitu ane merasa… “aaah… finally Lombok…
I’m ready to explore you 🙂

Pelabuhan Lembar, Mataram

Pelabuhan Lembar, Mataram

Nah, ternyata dengan waktu 3 hari saja sudah bisa mengelilingi Lombok looh….
Di mulai dari pelabuhan Lembar, Mataram, Lombok barat, Lombok utara, Lombok timur, dan Lombok tengah.
Dan perjalanan ini sepenuhnya dengan menggunakan motor. Lelah ?, so pasti… !
Akan tetapi pengalaman yang luar biasa disertai dengan indahnya alam Lombok membuat kita benar-benar gak mau pulang !

Well, berikut adalah destinasi yang kami kunjungi ketika explore Lombok dalam 3 hari.

 

1). Pantai Senggigi


Jadi inilah lokasi yang pertama kali kami kunjungi. Sesampainya di pelabuhan lembar-Mataram, dan setelah beristirahat beberapa kali untuk sekedar makan dan mengisi BBM kami langsung menuju ke Pantai Senggigi yaitu sekitar 1 jam dari pelabuhan Lembar. Selama perjalanan menuju kesana kami melewati perkotaan, kemudian jalan raya yang berbatasan langsung dengan laut lepas… dengan jalanan yang berkelok dan suara deburan ombak serta angin laut yang sepoi-sepoi.

Pantai Sengigi terletak di kecamatan Batu Layar, Lombok Barat.
Mempunyai pasir berwarna putih dan air laut yang jernih membuat Senggigi populer sehingga di dekat Pantai Senggigi terdapat banyak resort, hotel, restoran, toko suvenir, pusat hiburan, dan berbagai toko yang menyediakan kebutuhan para wisatawan. Lengkapnya akomodasi dan fasilitas di sekitar Pantai Senggigi membuat pantai ini banyak dikunjungi wisatawan, sekaligus dijadikan sebagai lokasi transit untuk ke Trio Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air) yang sangat populer di Lombok.

 

2). Malaka, Pemenang, Lombok
Setelah puas menikmati indahnya Pantai Senggigi, kami langsung bergegas, karena harus sampai di desa Sembalun sebelum gelap.
Nah, ketika melewati jalanan di Malaka, kita melihat view yang luar biasa indah. Yaitu perpaduan antara gunung dan laut yang membentuk formasi sangat epic. dan dari sini juga bisa terlihat pulau gili.

 

 

3. Desa Sembalun
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, akhirnya sampailah kami di desa Sembalun yang berada di Lombok timur, dan di desa inilah kami akan bermalam.
Di blog ane sebelumnya sempat membahas khusus tentang keindahan desa ini https://wawasakura.wordpress.com/2017/11/10/di-suatu-tempat-bernama-sembalun/, dan betapa kami merasa nyaman, speechless serta gagal move on dari tempat ini 🙂

  • Penginapan 
    Di desa ini ada beberapa hotel & penginapan, namun karena sudah sore dan kami sudah kelelahan, jadi kami hanya survey singkat. Dan akhirnya kami menginap di Rudy Hotel dengan view menghadap Gunung Rinjani. Di Hotel ini ada beberapa pilihan kamar, ada yang dorm dan ada yang double bed dengan harga yang bervariasi.

  • Bukit Selong
    Di Sembalun terdapat banyak bukit-bukit cantik yang tidak terlalu tinggi, salah satu alternatif bagi yang tidak bisa mendaki Gunung Rinjani.
    Berbekal informasi dari penduduk sekitar, pagi-pagi sekali kami sudah bergegas kesana.
    Lokasinya tidak jauh dari tempat kami menginap, bisa ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 10 menit saja. Ada beberapa anak tangga menuju ke bukit tersebut, setelah itu kami harus trekking sekitar 15 menit untuk sampai di puncak bukit. Dan viewnya dari puncak bukit ini benar-benar menakjubkan masih terdapat kabut tipis bertemu dengan cahaya matahari yang kekungingan.
    Hamparan sawah yang ditanami beras merah terlihat berpetak-petak, hampir sulit dipercaya bahwa apa yang terlihat di mata kami ini nyata 🙂
  • Rumah Adat Desa Beleq
    Desa adat ini terletak pas di lereng Bukit Selong,
    Konon akhir abad ke 14, yaitu pada masa Kerajaan Selaparang Hindu, Gunung Rinjani meletus hebat, sehingga warga yang berdiam di Sembalun diperintahkan Raja Selaparang agar meninggalkan desanya untuk menghindari bencana. Sebagai masyarakat yang patuh kepada pemimpin, penduduk Sembalun berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman untuk mengungsi.Ketika kondisi dirasakan sudah aman, kemudian ada tujuh pasang suami isteri yang kembali ke kampung halamannya di Sembalun. Mereka mulai menata kehidupan dan membangun kembali rumah yang telah porak poranda akibat letusan Gunung Rinjani, yang kemudian lokasi pembangunan tujuh rumah itu dinamakan Desa Beleq, yang berarti Desa Besar, atau Desa Induk.

 

3). Pantai Pink
Pantai berpasir putih atau hitam, ah sudah biasa dan pasti sudah sering kita jumpa. Nah, bagaimana dengan pantai yang berpasir pink?
Tepatnya di kabupaten Lombok Timur yang terpencil, ada sebuah pantai dengan keindahan alami nan romantis. Tapi bersiaplah menerima kejutan-kejutan sepanjang perjalanan. Karena sebelum sampai ke tempat ini kita harus menempuh jalanan yang sangat brutal, selain tanjakan dan turunan jalanan menuju Pantai Pink ini melewati jalanan yang rusak, berbatu dan berdebu parah. Maka tak heran jika pantai ini disebut dengan “Pantainya Surga, Jalannya Neraka” :))

010019200_1479788320-Pink_Beach__Indonesia
15079048_1116149098499545_1182222498334618789_n
15094995_10202555582648978_379322525674810877_n

4). Pantai Seger Kuta Lombok/Pantai Kuta Mandalika
Terletak di Desa Sukedane, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah atau sekitar 2 km dari Pantai Kuta Lombok, Pantai Seger merupakan destinasi wisata favorit di Lombok Tengah karena memiliki pemandangan yang sangat cantik. , air lautnya yang biru dan jernih serta gugusan bukit yang ada di sekitar pantai, membuat pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Pantai ini disebut juga dengan Pantai Mandalika, karena ada cerita Putri Mandalika yang sangat melegenda.

Putri Mandalika adalah seorang putri nan cantik jelita termasyur ke seluruh Pulau Lombok.
Banyak pangeran yang ingin mempersuntingnya, sehingga sang putri melakukan semedi untuk menentukkan pilihannya.
Putri Mandalika memilih menjatuhkan dirinya ke laut dan hilang ditelan ombak untuk menghindari perpecahan dan konflik di Pulau Lombok.
Setiap tahun, masyarakat di Pulau Lombok melaksanakan upacara adat yang berkaitan dengan kisah Putri Mandalika.

16939492_1218565508257903_2928556316710435532_n

“Mungkin perjalanan ini akan membawamu kepada bahaya, kesepian, dan kelelahan. Namun perjalanan ini pula yang mampu membawamu pada keelokan alam.” – Anonym

Advertisements

Di Suatu Tempat Bernama “Sembalun”

Tuhan begitu adil dalam menciptakan sesuatu. Seperti ada kopi yang pahit maka akan ada gula yang manis, dari perpaduan itu akan menciptakan suatu rasa yang luar biasa. Begitu juga dengan alam, Ada pantai yang terik, maka akan ada pegunungan yang sejuk sebagai penyeimbangnya. Mungkin itu yang dimaksud dengan Yin dan Yang yaitu konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.

Dalam perjalanan kami ke Lombok tahun lalu, kami menyusuri jalanan di pinggiran laut yang terbentang luas. Hembusan angin laut yang mengandung garam, lembab namun menyejukkan. Hingga lama kelamaan laut pun jauh tertinggal, kami mulai melewati jalanan yang menanjak, memasuki jalanan yang sepi… sayup-sayup suara khas binatang hutan pun terdengar, udara mulai berganti dengan aroma yang menyegarkan paru-paru. Suara kendaraan pun mulai jarang terdengar, hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan penduduk setempat yang pulang dari sawah dan ladang mereka dengan sekarung rumput.
Ah, pasti kambing & sapi mereka kegirangan melihat tuannya datang membawa rumput segar, pikirku.

Motor kami pun terus melaju, tidak terlalu kencang, kami ingin menikmati suasana ini. Tatapan-tatapan ramah penduduk sekitar, tawa anak-anak yang sedang bermain, udara sejuk yang perlahan-lahan mengubah lelah kami menjadi senyuman. Maklum perjalanan kami semalam dari Denpasar hingga akhirnya terombang ambing berjam-jam di lautan sukses membuat kami sedikit loyo.

Yosh… Sampailah kita di sini, inilah Desa Sembalun. Surga terpencil di kaki gunung Rinjani.
Sembalun adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Sembalun berada di ketinggian 800 – 1.250 mdpl maka tak heran jika udara disini sejuk.

Desa ini benar-benar seperti surga, dikelilingi dengan pegunungan yang sangat epic, sepanjang mata memandang “Hijau”. Nampak Gunung Rinjani berdiri kokoh menjulang… menembus awan. Kabut tipis membuat suasana semakin syahdu. Karena pada saat kami sampai disana hari sudah cukup sore, lelah kami sepanjang perjalanan berubah menjadi suatu kekaguman terhadap alam yang luar biasa indah.
Kami benar-benar betah berada disini, seperti kampung halaman. Tenang… nyaman… damai… inilah kehidupan pedesaan yang menjadi idaman :).

Sore itu kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Sembalun bersama  dengan salah satu penduduk dan obrolan kami tentang asal usul desa Sembalun ini sangatlah menarik.
Jadi Sembalun ini adalah desa tertua di kaki gunung Rinjani.
SEMBALUN yang berasal dari bahasa jawa kuno yang terdiri dari dua kata yakni kata “SEMBAH” dan “ULUN”. Kata Sembah mengandung makna menyembah, menyerah diri, mematuhi, atau bisa juga dimaknai taat. dan Ulun , dari kata dasar Ulu yang berarti kepala, atas, atasan, atau pemimpin.

Makna lain yang terkandung dari kata sembahulun adalah ” orang sembalun berkewajiban untuk menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan pemelihara alam dan manusia wajib menaati segala ketentuan ketentuan dan kepercayaan yang di anut, setiap orang sembahulun wajib menaati dan mematuhi pemimpin pemimpinnya, bahwa setiap orang sembahulun mempunyai kewajiban untuk selalu taat kepada adat leluhurnya selain taat kepada Yang Maha Esa dan kepada Pemimpinnya “.

Sayangnya kami hanya sebentar berada disana, bermalam di kaki gunung Rinjani dan menyaksikan matahari terbit dari Bukit Selong membuat kami benar-benar takjub akan ciptaan Tuhan yang sangat mengagumkan, ibarat lukisan hidup begitulah mata kami menyaksikan segala keindahan alam yang Tuhan suguhkan kepada kami.

Semoga dilain kesempatan kami dapat berkunjung kesana lagi 🙂


 

Bila kamu belum pernah terdampar di lembah yang rimbun, maka kamu belum pernah tahu semegah apa bumi yang kamu injak ini.