Bukit – Bukit Indah Ini Bakalan Menyejukkan Matamu

Kalo uda denger kata “Bali” pasti langsung kepikiran dengan Pantainya yang sangat indah ya gan ….. Kuta, Nusa dua, Jimbaran. But Wait…. !!! Ternyata bukan cuma Pantainya saja lho yang indah… Kalau mau menjelajah dan mencarinya maka kita akan menemukan bukit-bukit yang sangat menawan dan jauh dari perkotaan. Bukit-bukit ini benar-benar mampu merefresh otakmu yang ruwet daah…. !!!! Let’s Go there buddies…..

1.Bukit Campuhan – Ubud

Siapa sih yang gak tau tentang keindahan dan kedamaian di Desa yang terletak di Kabupaten Gianyar ini… Yap… Ubud merupakan salah satu destinasi favorit di Bali. Di sinilah mereka bisa menikmati Bali yang sebenarnya. Ubud yang di kelilingi oleh sawah yang terhampar luas di sepanjang jalan, dominasi pemukiman pelukis dan pemahat patung serta ritual adat istiadat yang masih sangat bisa di rasakan adalah beberapa faktor daya tarik dari Ubud. Siapa sangka Hotel Campuhan yang sangat populer dan terletak tidak jauh dari pusat keramaian Ubud memiliki jogging track dengan view yang sangat menyegarkan mata. Kebanyakan orang memanggilanya dengan nama “Bukit Campuhan” karena terletak persis di belakang Hotel Campuhan. Namun meskipun begitu, bukit Campuhan ini bisa di akses secara umum dengan sangat mudah. Kita bisa mengawali nya dengan mudah dari persimpangan di sebelah hotel campuhan. Saking indahnya view di Bukit ini maka tidak heran jika banyak dipergunakan untuk tempat prewedding. Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit ini adalah pagi hari (Jam 06.00 – 08.00) atau sore hari (16.00 – 18.00) meskipun udaranya sejuk tapi  jika sudah agak siang dan matahari mulai meninggi maka akan terasa sangat terik bahkan bisa sampai menggosongkan kulit agan.

DSC04659

Waooow ada Awan Kinton….

DSC04759

Greenpeace supporter

DSC04674

Perpaduan antara hijau, biru, dan putih itu mantap beneerrrr…. !!!

DSC04695

“Jika Aku Menjadi ….”

 

2. Bukit Asah

Bukit Asah adalah tempat eksotis yang sangat indah…. Sebuah bukit dengan view tebing dan lautan yang biru ini bakalan manjain kamu-kamu yang haus akan belaian alam. Tempat ini terletak di Karangasem ujung timur pulau Bali. Untuk menempuh Bukit Asah bisa menggunakan mobil/motor, namun ane sarankan lebih baik naik motor saja karena akses jalan yang sempit tidak memungkinkan mobil masuk lokasi. Sehingga parkir mobil jaraknya cukup jauh dengan lokasi yang mengharuskan agan untuk berjalan kaki yang pastinya cukup buat agan ngos-ngosan :D. Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi hari menjelang sunrise dan  sore hari menjelang sunset, sangat tidak disarankan untuk kesini siang hari karena sangat terik dan panasnya cetaaaarrr….. (berdasarkan pengalaman) heheheh :D.

DSC05181

Akses Road

DSC05185

Bukit-bukit menjulang yang menantang hempasan ombak laut lepas

DSC05194

Pulau Paus

DSC05213

Lukisan Hidup karya Maha Kuasa

DSC05216

Our adventure team “FR2 Bikers Community”

Bukit asah cocok juga untuk tempat camping, karena tersedia area yang cukup luas untuk membentangkan tenda serta sudah tersedia pula jasa penyewaan tenda. Ketika kami datang kesana kebetulan adalah pas musim kemarau sehingga terlihat sangat gersang, Bukit Asah akan terlihat hijau segar ketika musim penghujan tiba. Nanti kalau kesana lagi pas musim hujan akan kami update lagi fotonya 🙂 .

3. Bukit Jambul

Bukit Jambul terletak di kabupaten Karangasem – Bali sebenarnya bukanlah tempat wisata. Namun jika agan kebetulan lewat di jalan ini ketika menuju Pura Besakih sempatkanlah singgah untuk melihat dan mengagumi keindahanya. Di tempat ini juga tersedia Restoran dengan pilihan menu yang beragam namun tidak bikin kantong bolong, hehehe 😀
View Bukit Jambul memang bisa banget menyejukkan matamu, dengan latar sawah berundak – undak seperti hamparan karpet, serta bunga-bunga dan view pegunungan yang sangat menawan.

DSC05262

Ini bukan hamparan karpet ya sob…..

DSC05263

IMG_9397

Makan siang dengan view kayak gini tuuuuh….? hmmmmmm

 

Nah, itulah tadi Pesona Bukit-bukit indah yang ada di Bali. Semoga bisa menjadi referensi untuk menghabiskan weekendmu ya guys ;). Biar gak stress karena dibilang kurang piknik yaaa hihihihih 😀

“Ketika kita bersedih, luangkanlah waktu untuk mengagumi kebesaran Tuhan melalui indahnya alam semesta ini”

Advertisements

2 BENDUNGAN INDAH DI JEMBRANA – BALI

Sore-sore gini paling enak JJS (Jalan Jalan Sore), tapi enaknya kemana ya?
Bosan dengan nuansa pegunungan atau pantai. So, Ke Bendungan aja yuuk… !

Yup, kalau denger kata bendungan mungkin sungai/kali brantas besar dan kotor yang ada di benak kita. Eeets… jangan negative thingking dulu dong… 2 Bendungan yang ada di Kab. Jembrana Bali ini pasti akan menyejukkan matamu. Simak yuk, ini dia :

1. Bendungan Palasari

Bendungan Palasari adalah bendungan terbesar di Bali. Bendungan dengan luas 100 hektar, dapat menampung air dengan volume 8 juta kubik. Dinamakan bendungan Palasari karena terletak dusun Palasari, desa Ekasari, Kec. Melaya, Kab. Jembrana Bali. Untuk mengunjungi bendungan ini membutuhkan waktu sekitar 26 km sebelah barat kota Negara, dari kota Denpasar sekitar 120km.

Tidak perlu khawatir mengenai akses jalanya, karena sudah sangat baik berkat perhatian pemerintah setempat dan sudah ada petunjuk arah yang sangat membantu ente mencapai tujuan.

DSC04998

Melewati perkampungan yang sangat tenang dan kental dengan ciri khas Bali

 

DSC05000

Akses jalan yang bagus

Dan ternyata tiket masuk ke bendungan ini tidaklah mahal, cukup merogoh kocek sekitar Rp 1000-2000. Waoow sangat ideal untuk tempat JJS bukan?. Dan jangan diragukan lagi, bendungan ini memiliki panorama yang sangat indah. Berlatar pegunungan dan sungai yang bersih serta udara yang sejuk membuat batin dan pikiran menjadi tenang dan rileks. Semilirnya angin akan memanjakan ente untuk betah berlama-lama disana. So, tempat ini sangat ideal untuk sekedar tempat nongkrong atau pelepas penat sesaat. Tak heran jika banyak muda-mudi, orang dewasa, anak-anak, dan bahkan ada memancing di tempat ini karena banyak terdapat ikan air tawar di tempat ini.

DSC05002

Beautifull scenery

DSC05010

Cocok buat JJS & nongkrong

DSC05007

DSC05024

Mancing mania…..

???????????????????????????????

Don’t forget to take a picture

menurut informasi Bendungan Palasari ini pada awalnya merupakan waduk pengendali bencana banjir dan irigasi bagi lahan pertanian. Jika musim hujan bendungan ini sebagai penampung air hujan sehingga lahan pertanian disekitarnya tidak terkena dampak yang diakibatkan oleh air hujan tersebut, sedangkan jika musim kemarau bendungan ini sebagai sarana untuk mengairi lahan pertanian yang ada disekiranya sehingga petani tidak mengalami gagal panen jika musim kemarau tiba.

DSC05013

???????????????????????????????

2. Bendungan Benel

Bendungan Benel terletak di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Bendungan Benel ini terletak kurang lebih 10 km di sebelah barat pusat kota Negara yang bisa ditempuh dengan waktu tak lebih dari 20 menit.

Akses jalan untuk sampai kesana terbilang baik juga, walau ada beberapa jalan yang agak berlubang. Tapi selama dalam perjalanan menuju Bendungan Benel kita pasti tidak akan bosan karena ditemani dengan pemandangan sawah yang begitu menghijau dan jalan yang berkelok-kelok serta pohon-pohon yang rindang.

DSC05062

Persawahan yang menghijau

DSC05064

Akses jalan yang baik

Menurut informasi Bendungan Benel ini dibangun untuk tujuan pertanian dimana para petani disekitar bendungan kini seringkali kekurangan air sehingga hasil panennya terganggu. Bendungan Benel pun kemudian dibangun dengan fungsi utama sebagai sarana irigasi bagi penduduk kawasan Jembrana.

DSC05069

Eh, iya untuk memasuki lokasi ini ternyata tidak dikenakan biaya lho…. alias gratis hehehe :D. Padahal di depan pintu masuk sebenarnya ada pos penjagaan dan penarikan tarif masuk, tapi waktu kita kesana sepi tidak ada yang jaga.

Bendungan yang terbilang besar dan luas serta didukung kondisi hutan lindung yang hijau yang sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata atau sekedar nongkrong dan bisa juga untuk tempat memancing karena terdapat banyak ikan air tawar. Udara di Bendungan ini juga sangat sejuk karena letaknya di daerah pengunungan dan juga Bendungan Benel memiliki pemandangan yang sangat indah karena dikelilingi oleh banyak pepohonan. Tempat ini sangat cocok bagi kita yang merasa sangat jenuh dengan kehidupan di kota yang begitu sumpek dan banyak polusi.

DSC05079

DSC05078

DSC05081

DSC05085

DSC05087

Dengan kehadiran Bendungan Benel & Bendungan Palasari ini diharapkan dapat menambah hasil pertanian di daerah kabupaten Jembrana – Bali dan juga dapat difungsikan untuk mengendalikan banjir. Waah… ternyata banyak juga ya manfaat dari bendungan, ini kali pertamanya ane melihat bendungan dan sangat terpesona dengan keindahanya:) .

“Alam ini diciptakan dengan jutaan misteri yang tidak kita ketahui. Bukan misteri yang membuat kita takut, tapi misteri yang membuat kita bergairah untuk mengetahuinya”.

 

Batur Adventure

Pernah gak terpikir….  dengan hidup kita yang monoton, ngebosenin, rutinitas yang gitu-gituuuu ajaa….. rasanya jenuh bangeet…. berangkat kerja, melototin monitor, diomelin si bos, di kasih kerjaan yang numpuk, dan dikejar-kejar deadline…. and wal hasil pulang dengan muka kusut kayak gulungan kabel, lecek kayak kertas yang di bejek…..

Daaaan…. gak sampek situ ajaa… nyampek kos pun kebosenan tetep melanda, bukan karena teman atau pasangan yang gak asyeek…. tapi karena hal-hal atau aktivitas tersebut sudah sering kita lakukan, misalnya hang out, makan bareng, nonton, dan jalan-jalan ke mall.

“Let’s Try Something New” gitu sih kata orang-orang…. kalo uda bosen marilah kita mencoba sesuatu yang baru…. eeettts… bukan pacar baru yaa tapi pengalaman baru heheheh 😀

Tepatnya tanggal (13 – 10 – 13) kita memutuskan untuk menapakkan kaki di puncak tertinggi ketiga di Bali yaitu Gunung Batur. Untuk pemanasan Ok lah…. karena puncak tertinggi pertama adalah Gunung Agung dan yang kedua Gunung Batukaru masih terlalu ekstrim. Sudah lama juga ane vakum mendaki, terakhir pas masih SMA masih ABG… tenaga masih kuat-kuatnya… semangat masih membara-membaranya….. nah kalo sekarang???? (berasa uda tua banget yeeee) 😀

Gunung yang terletak di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini memiliki ketinggian 1.717 meter dari permukaan laut dan masih aktif, sebelumnya kita telah mensurvey dan mempersiapkannya. Yang pasti kita tidak sendiri…. si doi mengajak 2 orang teman yang sudah pernah mendaki kesana sebelumnya ane pun juga mengajak 2 orang temen lain yang sama-sama masih amatir. Karena perjalanan dan pendakian cukup banyak resiko dan medan pendakian yang cukup ekstrim.

Sekitar pukul 00.00 tengah malam kita sudah berkumpul untuk mempersiapkan perjalanan. Fisik yang prima, obat-obatan, makanan secukupnya, jaket yang cukup menghangatkan, kompor parafin, panci kecil,  dan yang paling utama adalah senter, karena perjalanan dilakukan dini hari, dan tentunya di sana tidak ada penerangan hanya mengandalkan sinar rembulan dan bintang dari alam.

Perjalanan kita mulai pada pukul 00.10 dengan mengendarai sepeda motor berbarengan dari Denpasar menuju Kintamani, saat itu langit terlihat sangat bersahabat, jalanan lenggang, angin malam yang dingin menghujam, dan lampu kota yang temaram. Ketika mulai memasukin kawasan Kintamani, anjing-anjing di pinggir jalan seolah menyapa kami… “heeeey selamat datang di kota kami….” dengan suara gonggongannya yang bikin ngeri…. udara dingin semakin berasa menusuk persendian, ane semakin meringkuk di balik punggung si doi, dan kurasakan gigiku yang gemerutuk menahan dinginnya malam. Jalanan semakin menanjak, ku tengok kiri dan kanan seperti tak ada kehidupan….. sunyi…. sepi…. aku benci…. (Gubrak….!!!! *ada apa dalam cinta bangeeet* #GagalFokus 😀 ) ane malah suka dengan suasana seperti ini 🙂 karena dari kesunyianlah terasa dekat kepada-Nya sang pencipta :). Gunung Batur tampak sangat kokoh di depan kita, mampukah kita sampai di puncaknya??? Wallahu A’laam…. hanya langkah rendah hati kitalah yang mampu membawa kita kesana.

Dan waktu menunjukkan pukul 01.30 sampailah pada medan yang kami tuju, GUNUNG BATUR “We Are Coming…..!!!!!! sambutlah kami dengan ramah, tuntunlah kami ke arah yang benar menuju puncak terindahmu….!!!!” begitulah teriakan hati kami, karena gak mungkin kita berteriak seperti itu di tengah malam begini.

Sebelum memulai pendakian, tak lupa kita panjatkan doa agar perjalanan selalu dilindungi dan tak kekurangan suatu hal apapun hingga kembali, seperti ketika ESQ yang sakral, sempat ane hampir meneteskan air mata karena pendakian ini tidak mudah dan kita harus selalu bersama-sama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekitar pukul 02.00 kami memulai pendakian, yang ada dalam diri kami saat itu adalah tekad dan semangat yang kuat untuk bersama-sama berada di puncak. Ilalang panjang yang tumbuh di samping jalan sepetak  menemani perjalanan kami, bintang yang berbinar memancarkan sinar terangnya tiada henti….. sungguh takjub akan pesona alam di malam hari yang luaarrrr biasaa…. inilah alam yang mengajarkan betapa rendahnya kita di hadapan sang Pencipta.

Bintang“Seperti inilah gambaranya”

Medan semakin menanjak, kabut mulai turun, dingin mulai menyerang, sapuan angin malam membelai wajah kami, jalanan berpasir dan berbatu semakin berat kami lalui, nafas mulai tersenggal-senggal, dan kamipun beberapa kali memutuskan untuk berisitirahat. Tampak kerlap kerlip lampu kota dari atas gunung seperti kerlipan bintang. Nafas kami uda senin kamis….. air putih seteguk membasahi rongga-rongga kerongkongan kami yang mulai kering, medan semakin terjal dan menantang…. puncak Gunung Batur seolah tak tampak…. mungkinkah kita salah jalur???? sempat dilema karena ada 2 jalur dan takut tersesat… karena jalanan benar-benar gelap dan tak ada orang lain selain kami ber-enam. Tampak lampu senter dari bawah kami, dan suara orang lain sayup-sayup terdengar. Aaaaaahhh……….. bersyukurlah ada orang lain yang semoga dapat menunjukkan jalan yang benar menuju ke puncak.

Setelah ngobrol singkat sembari terus melanjutkan perjalanan, ternyata mereka adalah pedagang yang berjualan di warung di puncak gunung batur. Astaghfirullah….. aku takjub pada kedua orang ini, setiap dini hari mereka menempuh perjalanan ini demi sesuap nasi…. mempertaruhkan nyawa demi membesarkan anak-anaknya…. tapi tak terlihat keluh kesah di wajah mereka….. kita yang baru separuh perjalanan aja uda merasa berat dan mengeluh…. kita yang setiap hari bekerja di depan komputer dan bermain-main aja masih sering mengeluh… sedangkan mereka???? Subhanallah…. Jam segini biasanya kita masih tertidur lelap… bermimpi indah, sedangkan mereka???

Puncak sudah mulai terlihat, ayooook…. semangat….. kurang sedikit lagi….!!!!!! “Teriak seorang leader yang memimpin perjalanan kami”. Masih jam 4.30, tapi dingin luar biasa menusuk tulang, badan bergetar hebat. Tak lama kemudian akhirnya kami pun mencapai puncak, alhamdulillah syukur kami ucapkan di dalam hati masing2. Lalu kami beristirahat sejenak dan melihat keadaan sekililing. Pemandangan masih tampak gelap, angin berhembus semilir, kabut cukup tebal menghampiri kami…. sungguh alam menyambut kami dalam diam. Aku tak bisa berkata-kata lagi, karena ini adalah pengalaman pertamaku dan dia dalam pendakian hunting for sunrise di puncak gunung tertinggi ketiga di Bali….. Tibalah waktunya sholat subuh, kami melakukan tayamum dengan debu yang sudah basah terkena embun. Dalam sholat tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa…. sungguh bersyukur kami sekarang dapat berdiri dan sujud di sini… menghadap Engkau Tuhan Pencipta semesta alam yang sangat indah :’).

Sang surya mulai menampakkan diri, memecah kesunyian dan memberi rona orange diantara gunung-gunung. Pfuuuiiiihhhhh…. seakan terhenti detak jantung ini ketika menyaksikan detik-detik munculnya sang surya. Perjalanan kami sungguh tak sia-sia…. :’)

1291896_3517421072410_184711358_o“Kepenatan perjalanan sepanjang malam terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. Terimakasih semesta 🙂 “

 1525372_3849678778645_798581674_n

“Di atas bumi, tapi dekat dengan langit…. *Samudra di atas awan, pagi di atas puncak gunung batur* 1717 MDPL”

-Mt_Batur__Bali-20000000006049237-500x375

“When the sunrise coming up”

 946394_3517481593923_140621955_n_gfghk

“Top of Batur Mount”

Kopi hangat dan mie kuah nikmat menemani kami menikmati pemandangan alam

1384335_454982181282910_1646821934_n

“Don’t forget your Breakfast 😉 “

Sang surya semakin meninggi dan terik, kamipun harus segera kembali…. walau berat sebenarnya meninggalkan puncak ini, aku berjanji dalam hati akan kembali kesini suatu hari nanti :).

1601209_495909807190147_10918067_n“Perjalanan menuruni Gunung Batur”

Kami menuruni gunung ini dengan perasaan puas, haru, dan kesenangan yang luar biasa…. semoga kita selalu bisa melestarikan dan menjaga alam ciptaanmu yang sangat indah ini Tuhan O:).

“Gunung bukan sekedar onggokan kerucut besar kumpulan tanah berpasir. Laut bukan sekumpulan air dalam wadah raksasa. Hutan bukan sekedar sekumpulan tumbuhan dalam pot besar. Sungai bukan sekedar mengalirnya air untuk riasan bumi. Lebih dari itu karena sesungguhnya pada diri mereka ada diri kita” — Harley B. Sastha