Love Ride, Love Journey : Pre Wedding Photo Session

Foto pre wedding atau foto pra nikah sekarang ini sudah menjadi trend bahkan keharusan. Akan tetapi bukan hanya sekedar ikut-ikutan tren yang ada juga lebih ke mengabadikan setiap moment yang terjadi dalam hidup kita karena pernikahan itu hanya sekali seumur hidup (Amiin semoga bisa langgeng) maka proses serta moment-moment indah itu harus diabadikan termasuk foto pra pernikahan ini akan menjadi sangat penting karena akan dikenang seumur hidup. Apalagi ane dan si doi sangat senang sekali mengabadikan moment (alias narsis) hehehe :-D.

Kita pasti pernah mendengar ungkapan seperti ini “sebuah foto dapat mengungkapkan ribuan kata”, maksud dari ungkapan tersebut adalah foto dapat bercerita atau menggambarkan kondisi yang terjadi dalam moment foto tersebut. Jadi tidak hanya sekedar jeprat jepret mesra, namun juga memiliki arti yang terkandung didalam setiap foto yang diambil dengan ekspresi yang natural dan tanpa dibuat-buat. Nah, maka dari itu kita menginginkan foto yang tidak biasa dengan konsep yang berbeda yang belum terlalu mainstream dengan budget yang tidak menguras kantong. Dan berikut ane punya beberapa tips mengenai foto pre wedding hemat versi ane dari pengalaman dan dokumentasi pribadi.

1. Konsep/Tema

Yapp! konsep menjadi salah satu hal yang paling penting dalam melakukan foto pre wedding. Karena dengan konsep yang jelas dan tepat, foto prewed akan memberikan nuansa yang indah serta akan terlihat bermakna dan berbeda. Namun jangan sampai salah memilih konsep yaa… niatnya pengen bikin konsep yang unik dan beda yang ada jadinya malah aneh. So, yang masih sewajarnya aja memilih temanya. Sekarang ini konsep/tema untuk foto prewed sudah semakin berkembang dari mulai tradisional, hobby, casual, klasik, atau true story dari perjalanan masa pacaran. Kalau ane dan si doi menggunakan konsep “Love Ride, Love Journey” karena kita suka berpetualang dan jalan-jalan.

IMG_2616

With Vitzy, Toyota Yaris

IMG_2575

With Polygon Premiere 2.0

IMG_2645

With Satria FU Full Box

2. Budget

Nah, setelah itu tentukan budget sesuai dengan tema yang akan dibuat kira-kira mencukupi apa tidak. Misalnya untuk sewa gaun, make up, biaya transportasi & akomodasi, biaya masuk tempat lokasi prewed, jasa fotografer, serta properti yang akan digunakan. Bagi pasangan yang tidak ingin ribet dan ingin langsung all in, biasanya lebih suka menggunakan WO (Wedding Organizer) atau lebih memilih paket-paket foto prewed yang ditawarkan oleh jasa studio foto pada umumnya. Namun ente harus merogoh kocek dalam-dalam untuk itu alias MAHAL.

3. Tempat

Tempat untuk melakukan foto prewed bisa indoor ataupun outdoor tergantung dari tema yang akan dibuat. Misalnya di pantai, gunung, gedung tua, sawah atau di studio foto dengan background-background yang simple dan menarik. Pilihan lokasi yang tepat akan membantu ente merasa lebih santai & nyaman pada saat pemotretan sehingga akan lebih mudah mendapatkan foto pre wedding yang bagus. Saran dari ane pilihlah lokasi yang bebas dari pungli (pungutan liar) karena banyak oknum-oknum yang memanfaatkan foto prewed, dan ketika masuk tempat wisata tertentu perhatikan juga biaya masuk lokasinya karena akan ada charge khusus untuk foto prewed yang cukup mahal.

IMG_2758

Menjajaki alam yg tak pernah tersentuh merupakan hadiah terindah petualang sejati

IMG_2508IMG_2504IMG_2573IMG_2597

4. Waktu

Sediakanlah waktu yang cukup antara sesi pemotretan pre wedding dengan hari “H”, paling tidak sekitar 1 bulan sebelum hari pernikahan. Karena melakukan pemotretan pre wedding biasanya dilakukan 1 hari penuh dari pagi sampai sore dan hal ini akan cukup menyita energi. Namun untuk konsep foto pre wedding outdoor tertentu, disarankan untuk memulai pemotretan setelah subuh, sekitar pukul 5.00 pagi atau sore hari menjelang matahari terbenam. Seperti waktu itu ane dan si doi bela-belain bangun dini hari untuk persiapan foto prewed dan berangkat subuh-subuh demi mendapatkan golden moment dan perfect sunrise. Disarankan untuk pengambilan foto tidak terlalu siang, karena pencahayaan kurang bagus/terlalu berlebih dan akan menyebabkan mata silau karena terkena paparan cahaya matahari yang terik.

IMG_2353

Golden moment

IMG_2412_edit

Perfect sunrise

IMG_2677

When the sun is coming up

IMG_2539

Nyengir, akibat terkena teriknya matahari

5. Style Foto

Setiap orang memiliki selera yang berbeda beda apakah romantic, classic, lifestyle ala foto model, ataukah fun. Berkoordinasilah dengan fotografer yang akan memotret style dan pose apa yang anda inginkan untuk foto pre wedding sehingga akan tercipta foto pre wedding yang sesuai dengan style dan kepribadian anda. Namun foto prewed akan terlihat bagus dan menarik jika diambil secara candid, karena terkesan natural dan tanpa dibuat-buat.

So, Enjoy your pre wedding photography and be your self natural expression… cheeers…. :).

IMG_2571IMG_2490IMG_2606IMG_2735IMG_2702IMG_2693IMG_2725IMG_26026. Make up

Untuk make up sebaiknya jangan terlalu tebal dan menor ya sob… cukup minimanilis tapi manis. Namun, jangan sampai foto prewed tanpa polesan make up sama sekali, karena hanya akan membuat wajahmu terlihat pucat dan kurang fresh. Apabila ente memutuskan untuk di make up oleh salon/make up artis sebaiknya request untuk tidak terlalu over saja, karena dengan make up yang over malah membuat wajahmu tidak natural dan kinclong ketika terkena jepretan kamera. Dan Apabila memutuskan untuk make sendiri sebaiknya pilih warna foundation yang sesuai sama kulitmu dan tambahkan bulu mata palsu yang tidak terlalu tebal agar terkesan manis :).

IMG_2421

Make up salon

IMG_2736

Make up sendiri

7. Fotografer

Salah satu hal yang tidak kalah penting adalah Fotografer, karena Fotografer adalah partner dalam membuat foto pre wedding. Sekarang ini banyak sekali fotografer yang sanggup membuat foto-foto indah seperti yang anda inginkan. Tapi hati-hati tidak semua fotografer bisa cocok dengan karakter anda dan pasangan, dan biasanya untuk menyewa seorang fotografer yang bagus perlu mengeluarkan biaya yang tidak murah. Nah, ane punya tips untuk memilih seorang fotografer sebaiknya dari temen kita sendiri atau yang mempunyai hobby fotografi. Karena selain sudah akrab, pastinya kita tidak segan untuk memintanya mengambil gambar sesuai dengan keinginan kita tanpa merasa sungkan atau canggung. Selain itu seorang teman fotografer yang sudah dikenal juga dapat nego masalah harga (ini point yang utama). So, budget ente gak membengkak hanya untuk foto pre wedding saja. Ingatlah bahwa biaya pernikahan yang sesungguhnya akan banyak mengeluarkan dana.

6. Properti

Eeetss… jangan anggap sepele masalah properti, karena hal ini tidak kalah pentingnya dengan yang lain. Yup! dengan adanya properti dapat menunjang pengambilan gambar yang bagus dan juga gaya/pose yang lebih bervariasi. Gak mau kan foto kamu terlihat membosankan dengan pose yang itu-itu aja…. Yess! propertilah solusinya, namun tetap sesuaikan dengan konsep yang dibuat. Banyak yang bisa dijadikan properti misalnya payung, bunga, boneka, alat-alat piknik, dan lain sebagainya. Tapi jangan khawatir karena apabila menggunakan jasa WO atau paket foto pre wedding biasanya sudah include dengan propertinya kok ;).

IMG_2502IMG_2755IMG_2613IMG_2535

Itu tadi beberapa tips membuat foto pre wedding dari ane, semoga bermanfaat dan mendapatkan foto prewed yang indah. Karena foto prewed tidak hanya akan dipajang di undangan dan di pajang di acara resepsi saja melainkan akan menjadi sebuah kenangan selamanya :).

“Follow your heart, guided by your conscience. Neither follow trends, nor avoid trends for the sake of being unique” – DuaRansel

 

Advertisements

Taman Nasional Baluran “Complete Your Adventure”

Kalau pengen lihat hutan dan hamparan padang savana yang luas dengan satwa-satwa yang masih hidup liar gak perlu jauh-jauh ke Afrika sob, ternyata di Indonesia juga ada yang kayak begituan…. Maka dari itu kita berdua tertarik untuk mengunjunginya juga, syukur-syukur bisa ikut melestarikanya :).

Masih dalam rangkaian touring honeymoon kita ke 3 tempat, yaitu Batu-Bromo-Baluran. Setelah menyelesaikan touring ke 2 tempat sebelumnya, kali ini kita akan melanjutkan ke tempat adventure terakhir yaitu “Baluran”. Wooohaaaa…. jadi gak sabar pengen cepet nyampek sana…. !!!

Perjalanan kita mulai dari Bromo langsung menuju ke Situbondo dulu yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Ketika dalam perjalanan menuruni jalan raya Bromo kita disuguhkan oleh indahnya pegunungan yang banyak ditanami sayur-sayuran yang rata-rata menjadi sumber penghasilan mayoritas penduduk disini. Udara sejuk tak hanya memenuhi paru-paru kita tetapi juga hati kita :). Rasanya tuh gak pengen meninggalkan tempat ini, tapi perjalanan harus kita lanjutkan untuk menjelajahi alam ciptaan Tuhan lainya.

Sampailah kita di SPBU Utama Raya untuk mengisi BBM dan sekedar beristirahat untuk makan siang, namun karena tergoda oleh pesona Hotel di SPBU ini akhirnya kita memutuskan untuk menginap disini selain itu karena pertimbangan tempat penginapan disekitar Baluran yang kita belum mengetahuinya.

IMG-20141209-00794

IMG_7238

Kamar yang bersih dan rapi

Seperti yang kita duga, bersih dan rapi serta view pantai di seberang jendela dan ada balkon kecil, namun sayang kita gak sempat motoin. Waaaah bakalan bisa istirahat dengan nyaman ne kalo kayak gini :).

Morning Situbondo… 🙂

Mari breakfast dulu kemudian lanjut perjalanan ke Taman Nasional Baluran yang sudah kita impi-impikan… Bismillah semoga hari ini cerah ((doaku dalam hati)). Let’s go…. 97 km lagi…. !!!

Cuaca pada waktu itu cukup panas, tapi sebentar-sebentar mendung. Waaaaah… cuaca yang sangat plin plan, tapi kita tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan tanpa kenal lelah.

Finally…. Welcome to Taman Nasional Baluran….!!!

IMG-20141209-00795Ketika sampai di Baluran kita langsung menuju ke Pos Taman Nasional untuk membayar tiket dan menanyakan informasi seputar Baluran ini. Ternyata biaya untuk masuk lokasi ini tidaklah mahal : Rp. 2.500 untuk wisatawan domestik dan Rp. 20.000 untuk wisatawan asing dan Rp. 6.000 untuk kendaraan. Menurut informasi Taman Nasional seluas hampir 25 ribu hektar ini merupakan miniatur dari segala jenis vegetasi Indonesia. Baluran memiliki hutan musim, hutan evergreen, mangrove, savana, pantai, dan gunung, . Waooowww…. komplit sekali bukan.

Access Road

DSC04921

Access Road

Kondisi jalan dari pintu masuk sampai Savana Bekol memang rusak parah, tapi ada manfaat lain dari fasilitas jalan yang tak baik ini, bahwa pengunjung tidak bisa mengebut berkendara, sehingga terhindar dari resiko menabrak hewan-hewan liar yang bisa saja tiba-tiba melintas, selain itu juga dikhawatirkan aksesoris motormu lepas apalagi yang full box sangat berasa sekali kedahsyatan jalanya. Jika saja jalan mulus kemungkinan menambah jumlah pengunjung taman nasional.

DSC04914

Berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan

DSC04924

Jalan rusak parah

DSC04923

Disarankan menggunakan mobil seperti ini atau motor cross jika ke Baluran

DSC04919DSC04934Sepanjang perjalanan melalui hutan musim dan evergreen, kita bisa menemukan kupu-kupu warna-warni yang berkumpul di atas kubangan-kubangan air. Saat musim hujan di mana banyak kubangan air, kupu-kupu juga semakin banyak ditemukan. Ayam-ayam hutan pun banyak melintas di tepi jalan. Disini juga bisa ditemukan burung merak yang terkenal dengan keindahan bulunya, serta burung-burung aneka warna yang berseliweran sambil berkicau memecah kesunyian hutan. Namun kita sedikit kesulitan mengabadikannya karena selain terhalang oleh pepohonan, para hewan-hewan cantik tersebut masih belum terbiasa terhadap keberadaan manusia. Dan Jika beruntung, saat memasuki hutan evergreen mungkin bisa bertemu dengan macan tutul karena di sinilah habitat hewan karnivora ini hidup (hiii… sereem). Pemandangan selama perjalan sangat membuat kami terpesona :).

Hutan Musim dan Evergreen

DSC04920

Hutan Musim

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hutan Evergreen

Hutan musim akan tampak hijau di musim hujan dan akan terlihat kering menguning di musim kemarau, sementara hutan evergreen akan selalu hijau, baik musim hujan atau kemarau. Kedua jenis hutan ini akan silih berganti menemani perjalanan kami menyusuri Baluran. Dari pintu masuk, kita akan disambut hutan musim, kemudian hutan evergreen, lalu berjumpa lagi dengan hutan musim, baru kemudian memasuki Savana Bekol.

Gunung Baluran

DSC04926 Gunung setinggi 1.247 meter ini berdiri dengan megahnya di tengah-tengah taman nasional. Gunung Baluran merupakan gunung yang sudah tidak aktif, tapi belum diketahui betul kapan terakhir kali meletus. Menurut informasi yang ane baca Gunung Baluran ni akan tampak sama bentuknya jika dilihat dari sisi utara maupun selatan. Simetris!

Savana Bekol

???????????????????????????????

Ini bukan di taman safari/kebun binatang, tapi ini benar-benar di hutan

DSC04938DSC0494810858020_4960579710474_597013282677722851_n10847824_677467729034353_4698885624203660854_n

Banyak yang bilang Savana Bekol adalah “The Little Africa in Java.” Cukup beralasan, karena begitu ane & si doi sendiri memasuki kawasan savana ini, langsung tercium dan terasa sekali aroma Afrika, meski kami pun belum pernah menginjakkan kaki di Benua Hitam. Padang rumput yang luas sedang menguning dengan beberapa pohon tersebar di pinggir dan di dalamnya. Kumpulan rusa berlari-lari di tengah savana dan monyet-monyet yang bermain berlarian bersama koloninya sungguh menggambarkan kegembiraan mereka hidup bebas di alam liar. Waooowww…. rasanya masih belum percaya kalo kita benar-benar berada di dalam hutan liar.

Pantai Bama

DSC04962DSC04965DSC04970

DSC04967

Ada fasilitas outbond & penginapan di depan Pantai Bama

DSC04968

Ada yang lagi ngambek gara-gara kehauasan ne yeee…. hehe

Pantai Bama merupakan ujung dari jalan akses yang membelah Baluran. Berjarak 3 kilometer dari Savana Bekol. Memasuki Pantai Bama, kita akan disambut dengan pohon ketapang dan kesambi besar-besar yang rindang dengan puluhan monyet ekor panjang yang bergelantungan. Tapi jangan harap akan mendengar suara ombak. Kita sendiri heran melihat laut Bama yang begitu tenang, nyaris tanpa ombak. Pantainya berpasir putih dan garisnya tidak begitu panjang, selebihnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Sampai sejauh lebih dari 1 kilometer, kedalaman pantai ini hanya selutut orang dewasa, sehingga aman untuk aktivitas air bagi yang tak pandai berenang. Tanda batas laut dalam adalah warna biru tua. Pantai ini memang benar-benar tersembunyi dan masih sangat alami, hal itu terbukti dari situasi yang benar-benar sepi disini. So, bagi yang menyukai keheningan dan membenci keramaian pantai ini mungkin akan sangat cocok.

Penginapan

Eh, iya selain terdapat penginapan di Pantai Bama , terdapat pula wisma-wisma di posko dekat savana bekol. Namun, perlu sangat waspada jika menginap disini. Karena lokasinya ditengah hutan dan masih banyak hidup satwa liar serta kondisi yang sangat sepi. So, jangan kaget jika kedatangan seekor/segerombolan satwa yang bertamu malam- malam ya…

Ok… it’s time to go back….
Yippyy….. it’s very amazing and great adventure ever….  🙂
Uda gak sabar ingin menceritakan dan menuangkan semua pengalaman seru ini kedalam blog kita :).

Bye Baluran….. Thanks for complete our adventure,
semoga kita selalu bisa menjaga dan melestarikan hutan-hutan yang ada di Indonesia tempat para satwa tinggal, paru-paru dunia, dan surga yang tersembunyi di tengah belantara.

“Bumi yang tiada rimba, seumpama hamba, dia dicemar manusia yang jahil ketawa.
Bumi yang tiada udara, bagai tiada nyawa, pasti hilang suatu hari tanpa disadari.Bumi tanpa lautan, akan kehausan, pasti lambat laun hilang.
Duniaku yang malang” – Hijau-Zainal Abidin

Batur Adventure

Pernah gak terpikir….  dengan hidup kita yang monoton, ngebosenin, rutinitas yang gitu-gituuuu ajaa….. rasanya jenuh bangeet…. berangkat kerja, melototin monitor, diomelin si bos, di kasih kerjaan yang numpuk, dan dikejar-kejar deadline…. and wal hasil pulang dengan muka kusut kayak gulungan kabel, lecek kayak kertas yang di bejek…..

Daaaan…. gak sampek situ ajaa… nyampek kos pun kebosenan tetep melanda, bukan karena teman atau pasangan yang gak asyeek…. tapi karena hal-hal atau aktivitas tersebut sudah sering kita lakukan, misalnya hang out, makan bareng, nonton, dan jalan-jalan ke mall.

“Let’s Try Something New” gitu sih kata orang-orang…. kalo uda bosen marilah kita mencoba sesuatu yang baru…. eeettts… bukan pacar baru yaa tapi pengalaman baru heheheh 😀

Tepatnya tanggal (13 – 10 – 13) kita memutuskan untuk menapakkan kaki di puncak tertinggi ketiga di Bali yaitu Gunung Batur. Untuk pemanasan Ok lah…. karena puncak tertinggi pertama adalah Gunung Agung dan yang kedua Gunung Batukaru masih terlalu ekstrim. Sudah lama juga ane vakum mendaki, terakhir pas masih SMA masih ABG… tenaga masih kuat-kuatnya… semangat masih membara-membaranya….. nah kalo sekarang???? (berasa uda tua banget yeeee) 😀

Gunung yang terletak di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini memiliki ketinggian 1.717 meter dari permukaan laut dan masih aktif, sebelumnya kita telah mensurvey dan mempersiapkannya. Yang pasti kita tidak sendiri…. si doi mengajak 2 orang teman yang sudah pernah mendaki kesana sebelumnya ane pun juga mengajak 2 orang temen lain yang sama-sama masih amatir. Karena perjalanan dan pendakian cukup banyak resiko dan medan pendakian yang cukup ekstrim.

Sekitar pukul 00.00 tengah malam kita sudah berkumpul untuk mempersiapkan perjalanan. Fisik yang prima, obat-obatan, makanan secukupnya, jaket yang cukup menghangatkan, kompor parafin, panci kecil,  dan yang paling utama adalah senter, karena perjalanan dilakukan dini hari, dan tentunya di sana tidak ada penerangan hanya mengandalkan sinar rembulan dan bintang dari alam.

Perjalanan kita mulai pada pukul 00.10 dengan mengendarai sepeda motor berbarengan dari Denpasar menuju Kintamani, saat itu langit terlihat sangat bersahabat, jalanan lenggang, angin malam yang dingin menghujam, dan lampu kota yang temaram. Ketika mulai memasukin kawasan Kintamani, anjing-anjing di pinggir jalan seolah menyapa kami… “heeeey selamat datang di kota kami….” dengan suara gonggongannya yang bikin ngeri…. udara dingin semakin berasa menusuk persendian, ane semakin meringkuk di balik punggung si doi, dan kurasakan gigiku yang gemerutuk menahan dinginnya malam. Jalanan semakin menanjak, ku tengok kiri dan kanan seperti tak ada kehidupan….. sunyi…. sepi…. aku benci…. (Gubrak….!!!! *ada apa dalam cinta bangeeet* #GagalFokus 😀 ) ane malah suka dengan suasana seperti ini 🙂 karena dari kesunyianlah terasa dekat kepada-Nya sang pencipta :). Gunung Batur tampak sangat kokoh di depan kita, mampukah kita sampai di puncaknya??? Wallahu A’laam…. hanya langkah rendah hati kitalah yang mampu membawa kita kesana.

Dan waktu menunjukkan pukul 01.30 sampailah pada medan yang kami tuju, GUNUNG BATUR “We Are Coming…..!!!!!! sambutlah kami dengan ramah, tuntunlah kami ke arah yang benar menuju puncak terindahmu….!!!!” begitulah teriakan hati kami, karena gak mungkin kita berteriak seperti itu di tengah malam begini.

Sebelum memulai pendakian, tak lupa kita panjatkan doa agar perjalanan selalu dilindungi dan tak kekurangan suatu hal apapun hingga kembali, seperti ketika ESQ yang sakral, sempat ane hampir meneteskan air mata karena pendakian ini tidak mudah dan kita harus selalu bersama-sama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekitar pukul 02.00 kami memulai pendakian, yang ada dalam diri kami saat itu adalah tekad dan semangat yang kuat untuk bersama-sama berada di puncak. Ilalang panjang yang tumbuh di samping jalan sepetak  menemani perjalanan kami, bintang yang berbinar memancarkan sinar terangnya tiada henti….. sungguh takjub akan pesona alam di malam hari yang luaarrrr biasaa…. inilah alam yang mengajarkan betapa rendahnya kita di hadapan sang Pencipta.

Bintang“Seperti inilah gambaranya”

Medan semakin menanjak, kabut mulai turun, dingin mulai menyerang, sapuan angin malam membelai wajah kami, jalanan berpasir dan berbatu semakin berat kami lalui, nafas mulai tersenggal-senggal, dan kamipun beberapa kali memutuskan untuk berisitirahat. Tampak kerlap kerlip lampu kota dari atas gunung seperti kerlipan bintang. Nafas kami uda senin kamis….. air putih seteguk membasahi rongga-rongga kerongkongan kami yang mulai kering, medan semakin terjal dan menantang…. puncak Gunung Batur seolah tak tampak…. mungkinkah kita salah jalur???? sempat dilema karena ada 2 jalur dan takut tersesat… karena jalanan benar-benar gelap dan tak ada orang lain selain kami ber-enam. Tampak lampu senter dari bawah kami, dan suara orang lain sayup-sayup terdengar. Aaaaaahhh……….. bersyukurlah ada orang lain yang semoga dapat menunjukkan jalan yang benar menuju ke puncak.

Setelah ngobrol singkat sembari terus melanjutkan perjalanan, ternyata mereka adalah pedagang yang berjualan di warung di puncak gunung batur. Astaghfirullah….. aku takjub pada kedua orang ini, setiap dini hari mereka menempuh perjalanan ini demi sesuap nasi…. mempertaruhkan nyawa demi membesarkan anak-anaknya…. tapi tak terlihat keluh kesah di wajah mereka….. kita yang baru separuh perjalanan aja uda merasa berat dan mengeluh…. kita yang setiap hari bekerja di depan komputer dan bermain-main aja masih sering mengeluh… sedangkan mereka???? Subhanallah…. Jam segini biasanya kita masih tertidur lelap… bermimpi indah, sedangkan mereka???

Puncak sudah mulai terlihat, ayooook…. semangat….. kurang sedikit lagi….!!!!!! “Teriak seorang leader yang memimpin perjalanan kami”. Masih jam 4.30, tapi dingin luar biasa menusuk tulang, badan bergetar hebat. Tak lama kemudian akhirnya kami pun mencapai puncak, alhamdulillah syukur kami ucapkan di dalam hati masing2. Lalu kami beristirahat sejenak dan melihat keadaan sekililing. Pemandangan masih tampak gelap, angin berhembus semilir, kabut cukup tebal menghampiri kami…. sungguh alam menyambut kami dalam diam. Aku tak bisa berkata-kata lagi, karena ini adalah pengalaman pertamaku dan dia dalam pendakian hunting for sunrise di puncak gunung tertinggi ketiga di Bali….. Tibalah waktunya sholat subuh, kami melakukan tayamum dengan debu yang sudah basah terkena embun. Dalam sholat tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa…. sungguh bersyukur kami sekarang dapat berdiri dan sujud di sini… menghadap Engkau Tuhan Pencipta semesta alam yang sangat indah :’).

Sang surya mulai menampakkan diri, memecah kesunyian dan memberi rona orange diantara gunung-gunung. Pfuuuiiiihhhhh…. seakan terhenti detak jantung ini ketika menyaksikan detik-detik munculnya sang surya. Perjalanan kami sungguh tak sia-sia…. :’)

1291896_3517421072410_184711358_o“Kepenatan perjalanan sepanjang malam terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. Terimakasih semesta 🙂 “

 1525372_3849678778645_798581674_n

“Di atas bumi, tapi dekat dengan langit…. *Samudra di atas awan, pagi di atas puncak gunung batur* 1717 MDPL”

-Mt_Batur__Bali-20000000006049237-500x375

“When the sunrise coming up”

 946394_3517481593923_140621955_n_gfghk

“Top of Batur Mount”

Kopi hangat dan mie kuah nikmat menemani kami menikmati pemandangan alam

1384335_454982181282910_1646821934_n

“Don’t forget your Breakfast 😉 “

Sang surya semakin meninggi dan terik, kamipun harus segera kembali…. walau berat sebenarnya meninggalkan puncak ini, aku berjanji dalam hati akan kembali kesini suatu hari nanti :).

1601209_495909807190147_10918067_n“Perjalanan menuruni Gunung Batur”

Kami menuruni gunung ini dengan perasaan puas, haru, dan kesenangan yang luar biasa…. semoga kita selalu bisa melestarikan dan menjaga alam ciptaanmu yang sangat indah ini Tuhan O:).

“Gunung bukan sekedar onggokan kerucut besar kumpulan tanah berpasir. Laut bukan sekumpulan air dalam wadah raksasa. Hutan bukan sekedar sekumpulan tumbuhan dalam pot besar. Sungai bukan sekedar mengalirnya air untuk riasan bumi. Lebih dari itu karena sesungguhnya pada diri mereka ada diri kita” — Harley B. Sastha