Jangan ke Lombok nanti gak mau pulang

Tagline tersebut memang tidak asing lagi kita dengar, di sosial media dan beberapa teman yang tinggal di Lombok seringkali menyebutkan tagline tersebut. Ketika kami touring ke Lombok untuk menghadiri suatu acara juga terdengar jelas dari Walikota Lombok selama berpidato. Lombok memang lagi gencar mempromosikan pariwisatanya yang eksotis, budaya yang kental, serta view alamnya yang menakjubkan.

Dan disinilah saat-saat dramatis itu terjadi, ketika kapal yang kami tumpangi mulai sandar ke pelabuhan, melewati bukit-bukit kecil yang terlihat seperti gundukan-gundukan hijau,  disitu ane merasa… “aaah… finally Lombok…
I’m ready to explore you 🙂

Pelabuhan Lembar, Mataram

Pelabuhan Lembar, Mataram

Nah, ternyata dengan waktu 3 hari saja sudah bisa mengelilingi Lombok looh….
Di mulai dari pelabuhan Lembar, Mataram, Lombok barat, Lombok utara, Lombok timur, dan Lombok tengah.
Dan perjalanan ini sepenuhnya dengan menggunakan motor. Lelah ?, so pasti… !
Akan tetapi pengalaman yang luar biasa disertai dengan indahnya alam Lombok membuat kita benar-benar gak mau pulang !

Well, berikut adalah destinasi yang kami kunjungi ketika explore Lombok dalam 3 hari.

 

1). Pantai Senggigi


Jadi inilah lokasi yang pertama kali kami kunjungi. Sesampainya di pelabuhan lembar-Mataram, dan setelah beristirahat beberapa kali untuk sekedar makan dan mengisi BBM kami langsung menuju ke Pantai Senggigi yaitu sekitar 1 jam dari pelabuhan Lembar. Selama perjalanan menuju kesana kami melewati perkotaan, kemudian jalan raya yang berbatasan langsung dengan laut lepas… dengan jalanan yang berkelok dan suara deburan ombak serta angin laut yang sepoi-sepoi.

Pantai Sengigi terletak di kecamatan Batu Layar, Lombok Barat.
Mempunyai pasir berwarna putih dan air laut yang jernih membuat Senggigi populer sehingga di dekat Pantai Senggigi terdapat banyak resort, hotel, restoran, toko suvenir, pusat hiburan, dan berbagai toko yang menyediakan kebutuhan para wisatawan. Lengkapnya akomodasi dan fasilitas di sekitar Pantai Senggigi membuat pantai ini banyak dikunjungi wisatawan, sekaligus dijadikan sebagai lokasi transit untuk ke Trio Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air) yang sangat populer di Lombok.

 

2). Malaka, Pemenang, Lombok
Setelah puas menikmati indahnya Pantai Senggigi, kami langsung bergegas, karena harus sampai di desa Sembalun sebelum gelap.
Nah, ketika melewati jalanan di Malaka, kita melihat view yang luar biasa indah. Yaitu perpaduan antara gunung dan laut yang membentuk formasi sangat epic. dan dari sini juga bisa terlihat pulau gili.

 

 

3. Desa Sembalun
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, akhirnya sampailah kami di desa Sembalun yang berada di Lombok timur, dan di desa inilah kami akan bermalam.
Di blog ane sebelumnya sempat membahas khusus tentang keindahan desa ini https://wawasakura.wordpress.com/2017/11/10/di-suatu-tempat-bernama-sembalun/, dan betapa kami merasa nyaman, speechless serta gagal move on dari tempat ini 🙂

  • Penginapan 
    Di desa ini ada beberapa hotel & penginapan, namun karena sudah sore dan kami sudah kelelahan, jadi kami hanya survey singkat. Dan akhirnya kami menginap di Rudy Hotel dengan view menghadap Gunung Rinjani. Di Hotel ini ada beberapa pilihan kamar, ada yang dorm dan ada yang double bed dengan harga yang bervariasi.

  • Bukit Selong
    Di Sembalun terdapat banyak bukit-bukit cantik yang tidak terlalu tinggi, salah satu alternatif bagi yang tidak bisa mendaki Gunung Rinjani.
    Berbekal informasi dari penduduk sekitar, pagi-pagi sekali kami sudah bergegas kesana.
    Lokasinya tidak jauh dari tempat kami menginap, bisa ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 10 menit saja. Ada beberapa anak tangga menuju ke bukit tersebut, setelah itu kami harus trekking sekitar 15 menit untuk sampai di puncak bukit. Dan viewnya dari puncak bukit ini benar-benar menakjubkan masih terdapat kabut tipis bertemu dengan cahaya matahari yang kekungingan.
    Hamparan sawah yang ditanami beras merah terlihat berpetak-petak, hampir sulit dipercaya bahwa apa yang terlihat di mata kami ini nyata 🙂
  • Rumah Adat Desa Beleq
    Desa adat ini terletak pas di lereng Bukit Selong,
    Konon akhir abad ke 14, yaitu pada masa Kerajaan Selaparang Hindu, Gunung Rinjani meletus hebat, sehingga warga yang berdiam di Sembalun diperintahkan Raja Selaparang agar meninggalkan desanya untuk menghindari bencana. Sebagai masyarakat yang patuh kepada pemimpin, penduduk Sembalun berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman untuk mengungsi.Ketika kondisi dirasakan sudah aman, kemudian ada tujuh pasang suami isteri yang kembali ke kampung halamannya di Sembalun. Mereka mulai menata kehidupan dan membangun kembali rumah yang telah porak poranda akibat letusan Gunung Rinjani, yang kemudian lokasi pembangunan tujuh rumah itu dinamakan Desa Beleq, yang berarti Desa Besar, atau Desa Induk.

 

3). Pantai Pink
Pantai berpasir putih atau hitam, ah sudah biasa dan pasti sudah sering kita jumpa. Nah, bagaimana dengan pantai yang berpasir pink?
Tepatnya di kabupaten Lombok Timur yang terpencil, ada sebuah pantai dengan keindahan alami nan romantis. Tapi bersiaplah menerima kejutan-kejutan sepanjang perjalanan. Karena sebelum sampai ke tempat ini kita harus menempuh jalanan yang sangat brutal, selain tanjakan dan turunan jalanan menuju Pantai Pink ini melewati jalanan yang rusak, berbatu dan berdebu parah. Maka tak heran jika pantai ini disebut dengan “Pantainya Surga, Jalannya Neraka” :))

010019200_1479788320-Pink_Beach__Indonesia
15079048_1116149098499545_1182222498334618789_n
15094995_10202555582648978_379322525674810877_n

4). Pantai Seger Kuta Lombok/Pantai Kuta Mandalika
Terletak di Desa Sukedane, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah atau sekitar 2 km dari Pantai Kuta Lombok, Pantai Seger merupakan destinasi wisata favorit di Lombok Tengah karena memiliki pemandangan yang sangat cantik. , air lautnya yang biru dan jernih serta gugusan bukit yang ada di sekitar pantai, membuat pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Pantai ini disebut juga dengan Pantai Mandalika, karena ada cerita Putri Mandalika yang sangat melegenda.

Putri Mandalika adalah seorang putri nan cantik jelita termasyur ke seluruh Pulau Lombok.
Banyak pangeran yang ingin mempersuntingnya, sehingga sang putri melakukan semedi untuk menentukkan pilihannya.
Putri Mandalika memilih menjatuhkan dirinya ke laut dan hilang ditelan ombak untuk menghindari perpecahan dan konflik di Pulau Lombok.
Setiap tahun, masyarakat di Pulau Lombok melaksanakan upacara adat yang berkaitan dengan kisah Putri Mandalika.

16939492_1218565508257903_2928556316710435532_n

“Mungkin perjalanan ini akan membawamu kepada bahaya, kesepian, dan kelelahan. Namun perjalanan ini pula yang mampu membawamu pada keelokan alam.” – Anonym

Advertisements

Di Suatu Tempat Bernama “Sembalun”

Tuhan begitu adil dalam menciptakan sesuatu. Seperti ada kopi yang pahit maka akan ada gula yang manis, dari perpaduan itu akan menciptakan suatu rasa yang luar biasa. Begitu juga dengan alam, Ada pantai yang terik, maka akan ada pegunungan yang sejuk sebagai penyeimbangnya. Mungkin itu yang dimaksud dengan Yin dan Yang yaitu konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.

Dalam perjalanan kami ke Lombok tahun lalu, kami menyusuri jalanan di pinggiran laut yang terbentang luas. Hembusan angin laut yang mengandung garam, lembab namun menyejukkan. Hingga lama kelamaan laut pun jauh tertinggal, kami mulai melewati jalanan yang menanjak, memasuki jalanan yang sepi… sayup-sayup suara khas binatang hutan pun terdengar, udara mulai berganti dengan aroma yang menyegarkan paru-paru. Suara kendaraan pun mulai jarang terdengar, hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan penduduk setempat yang pulang dari sawah dan ladang mereka dengan sekarung rumput.
Ah, pasti kambing & sapi mereka kegirangan melihat tuannya datang membawa rumput segar, pikirku.

Motor kami pun terus melaju, tidak terlalu kencang, kami ingin menikmati suasana ini. Tatapan-tatapan ramah penduduk sekitar, tawa anak-anak yang sedang bermain, udara sejuk yang perlahan-lahan mengubah lelah kami menjadi senyuman. Maklum perjalanan kami semalam dari Denpasar hingga akhirnya terombang ambing berjam-jam di lautan sukses membuat kami sedikit loyo.

Yosh… Sampailah kita di sini, inilah Desa Sembalun. Surga terpencil di kaki gunung Rinjani.
Sembalun adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Sembalun berada di ketinggian 800 – 1.250 mdpl maka tak heran jika udara disini sejuk.

Desa ini benar-benar seperti surga, dikelilingi dengan pegunungan yang sangat epic, sepanjang mata memandang “Hijau”. Nampak Gunung Rinjani berdiri kokoh menjulang… menembus awan. Kabut tipis membuat suasana semakin syahdu. Karena pada saat kami sampai disana hari sudah cukup sore, lelah kami sepanjang perjalanan berubah menjadi suatu kekaguman terhadap alam yang luar biasa indah.
Kami benar-benar betah berada disini, seperti kampung halaman. Tenang… nyaman… damai… inilah kehidupan pedesaan yang menjadi idaman :).

Sore itu kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Sembalun bersama  dengan salah satu penduduk dan obrolan kami tentang asal usul desa Sembalun ini sangatlah menarik.
Jadi Sembalun ini adalah desa tertua di kaki gunung Rinjani.
SEMBALUN yang berasal dari bahasa jawa kuno yang terdiri dari dua kata yakni kata “SEMBAH” dan “ULUN”. Kata Sembah mengandung makna menyembah, menyerah diri, mematuhi, atau bisa juga dimaknai taat. dan Ulun , dari kata dasar Ulu yang berarti kepala, atas, atasan, atau pemimpin.

Makna lain yang terkandung dari kata sembahulun adalah ” orang sembalun berkewajiban untuk menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan pemelihara alam dan manusia wajib menaati segala ketentuan ketentuan dan kepercayaan yang di anut, setiap orang sembahulun wajib menaati dan mematuhi pemimpin pemimpinnya, bahwa setiap orang sembahulun mempunyai kewajiban untuk selalu taat kepada adat leluhurnya selain taat kepada Yang Maha Esa dan kepada Pemimpinnya “.

Sayangnya kami hanya sebentar berada disana, bermalam di kaki gunung Rinjani dan menyaksikan matahari terbit dari Bukit Selong membuat kami benar-benar takjub akan ciptaan Tuhan yang sangat mengagumkan, ibarat lukisan hidup begitulah mata kami menyaksikan segala keindahan alam yang Tuhan suguhkan kepada kami.

Semoga dilain kesempatan kami dapat berkunjung kesana lagi 🙂


 

Bila kamu belum pernah terdampar di lembah yang rimbun, maka kamu belum pernah tahu semegah apa bumi yang kamu injak ini. 

 

Jogja Istimewa Siapa Saja Pasti Suka

Jogja…. Jogja…. Jogja…. !!!!

Excited banget pasti kalau udah denger namanya…..
Udah pasti kebayang tempat-tempat keren, makanan murmernak, dan Jogja itu feel like home men…  karena keramah tamahan masyarakatnya.

Eeeets… tapi cuma punya waktu 3 hari aja ne stay di Jogjanya, hmmmm….. Enaknya kemana aja yak???

Ane & si doi punya rekomendasi tempat-tempat keren yang wajib dikunjungi kalo lagi ada di Jogja ne gan….

  1. Gunung Merapi

Yup… Gunung Merapi adalah gunung yang sangat aktif, tercatat sudah 68 kali meletus dan letusan terakhir tahun 2014. Ketinggianya adalah 2968 MDPL ini terlihat sangat kokoh dan mistis. Hal inilah yang membuat kita tertarik untuk melihatnya lebih dekat.
Perjalanan kami tempuh dari Malioboro – Kaliadem kaki Gunung Merapi sekitar 1.5 jam.
Sangat disarankan agar sampai sini sebelum jam 12, karena kalau diatas jam 12 hujan akan turun…
Eh, pas banget waktu itu baru sampai langsung hujan deras. Jadilah kita berteduh dulu nunggu hujan reda…. Tapi sebenarnya ini merupakan salah satu kendala besar buat traveller… karena jika hujan turun otomatis gak bisa menikmai tempat wisata tersebut, mau berfoto juga gak bisa… udah jauh jauh dateng tapi gak dapat apa-apa….
That’s why we suggest you to come earlier not more than 12 PM !

 Ketika Cuaca tidak mendukung

Cuaca tidak mendukung

Namun perjalanan di sekitar Kaliadem ini luar biasa rusak & berbatu, tidak cocok sama sekali untuk jenis motor matic seperti Nmax, rasanya body motor kayak mau lepas dari rodanya 😀 . Yang paling tepat adalah kendaraan sejenis KLX atau Jeep. Jangan khawatir gan, sebenarnya di wisata Gunung Merapi ini banyak disediakan paket-paket wisata dengan menyewa jeep untuk berkeliling dengan harga paling murah Rp 300.000 untuk 4 – 5 orang penumpang.  Dengan harga sewa segitu, kita akan dibawa berkeliling selama kurang-lebih 1 hingga 1,5 jam mengunjungi 3 titik di Gunung Merapi. Sebenarnya cuaca masih belum bersahabat, tapi karena sudah cukup lama menunggu akhirnya kita maksa tetep jalan pakai jas hujan untuk menuju ke…..

“Omahku… Memoriku…”

p_20160307_151934

Desa yang terkena dampak semburan wedus gembel Gunung Merapi

p_20160307_141531

p_20160307_142344

p_20160307_141134

p_20160307_141329

p_20160307_142146

 

Omahku Memoriku adalah sebuah rumah yang didedikasikan menjadi museum erupsi Merapi 2010.  Di sini terpajang aneka memorabilia korban Merapi yang dikumpulkan dari berbagai tempat di sekitar kawasan.  Ada motor yang sudah tinggal rangkanya saja, ada tulang sapi, furnitur, perkakas rumah tangga, dll.  Bahkan rumah itu sendiri sudah menunjukkan pada kita seperti apa dahsyatnya erupsi Merapi.

Entah kenapa saat melihat semua benda – benda dampak ini seketika ane menitikkan air mata, seakan ane bisa ngerasain betapa dahsyatnya semburan awan panas di saat kejadian itu, dalam hati ane berdoa untuk semua korban dan semoga tidak ada bencana serupa di kemudian hari :'(.

Ane juga salut banget sama si pengelola tempat ini yaitu mas Anto & Mbak Mawar (sebut saja begitu, maaf ane lupa namanya) serta warga sekitar kaki Gunung Merapi mereka bangkit dari kesedihan dan trauma mendalam akibat bencana tersebut dan mulai mengelola serta mengumpulkan semua barang – barang mereka untuk dijadikan museum seperti ini, hal ini bisa jadi bahan introspeksi buat kita juga agar selalu mengingat kebesaran-Nya, dan agar kita selalu menjaga alam sekitar kita.

“Ketika harta benda sudah tak berarti apa-apa… yang tersisa hanyalah kenangan”
-Omahku Memoryku-

Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu……

“Batu Alien”

Setelah ngobrol banyak dengan Mas Anto & Mbak Mawar kitapun di sarankan untuk mengunjungi Batu Alien, yang lokasinya tidak jauh dari Omahku Memoryku.
Saat menyusuri kawasan ini, seakan mejadi kampung mati. Sebab, rumah di sebelah jalanan kampung kini tak dihuni lagi. Semua runtuh tersapu dan tertimbun dengan material hasil erupsi Merapi.
Salah satu yang menarik dari penanda dahsyatnya erupsi pada 5 November 2010 lalu adalah munculnya bongkahan batu besar yang disebut warga sekitar dengan ‘batu alien’.
Mendengar sebutan batu itu, tak salah pertama kali langsung menarik pendengaran. Ya batu aneh sudah pastinya. Batu besar itu terletak tak jauh dari bibir jurang Kali Gendol.

download

jeepwisatamerapi.com

Sekilas memang hanya terlihat seperti batu biasa, tapi kalau diperhatikan lebih dalam makan akan terlihat seperti wajah manusia. Subhanallah…. ane gak bisa ngebayangin batu sebesar ini bisa melayang jauh ke tempat ini. Betapa dahsyatnya bencana yang terjadi Tahun 2010 lalu :'(.

2. Bukit Bintang

Tempat selanjutnya yang harus dikunjungi Ketika malam hari adalah Bukit Bintang yang terletak di Gunung Kidul, sekitar 1 jam dari Malioboro.

bukit-bintang-patuk-yogyakarta

photo by nj Beginilah penampakannya…..

Karena kamera hp kita gak mumpuni untuk mengcapture keindahanya, akhirnya ane comot dari blog lain yang keliatan lebih real hehehe….
Yup Bukit Bintang ini tidak seperti yang agan bayangkan seperti Bintang dilangit, Bukit Bintang yang ada di Jogja ini menampilkan keindahan kerlap kerlip lampu kota Jogja di malam hari alias Bintang yang ada di Bumi.
Suguhan keindahan ini benar-benar membuat hati damai gan…. entahlah ada perasaan tersendiri yang meluap dalam hati ini ketika melihat keindahan ini “Amazing” satu-satunya yang ane bisa ane ungkapkan (mendadak mellow). Cocok banget ne ngajak pasangan kesini biar tambah romantis gitu hehehe.
Dan untuk menikmati keindahan panorama Amazing ini lebih komplit lagi dengan adanya suguhan kopi panas dari warung-warung pinggir jalan yang ada di sepanjang jalan Gunung Kidul ini gan.

DCIM101DRIFT

 

3. Kalibiru

Tempat Wisata ini lagi ngehits banget di kalangan anak muda, terutama di instagram. Hal inilah yang membuat ane pengen banget kesini dan setiap hari merengek-rengek ke si doi agar dibawa ke tempat ini.
Kalibiru terletak di perbukitan menoreh Kulon Progo, yang berada diketinggian 450 MDPL. So, uda pasti ngebayangin keindahan dan sejuknya udara disana kan gan….
Yups, tempat ini emang super duper kereeen…..
Tempat wisata ini dilengkapi dengan gardu pandang, jalur trekking, camping ground, homestay dan fasilitas outbond. Ada beberapa gardu pandang dengan view yang menarik yang dapat kita capai dengan traking menyusuri jalan setapak. Dari gardu pandang ini bisa terlihat view perbukitan menoreh yang menghijau serta Waduk Sermo yang tampak kebiru-biruan.
So, jangan lupa ambil foto disana ya gan… biar bs di upload di instagram… hehehe

DCIM101DRIFT

Welcome to Kalibiru

DCIM101DRIFT

dsc_1263

 

4. Malioboro

Ini ne pusatnya oleh-oleh dan bertebaran makanan serta penginapan murah…. Disinilah tempatnya untuk berinteraksi dengan warga sekitar dan merasakan keramahtamahan masyarakat Jogja.

DCIM101DRIFT

Jl. Malioboro

Selfie ama gerobaknya :D

Selfie ama gerobaknya 😀

Sego Kucing RP. 2000an

Sego Kucing RP. 2000an

Siap narik di hari Senin

Siap narik di hari Senin

Seni khas di Jogja "Karawitan"

Seni khas di Jogja “Karawitan”

p_20160308_192554

DCIM101DRIFT

Titik nol kota Jogjakarta

 

5. Alun-alun Kidul

Ketika malam datang, Alun-alun Kidul adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Why ??? karena disini ada yang unik banget kalau malam hari, ada becak tapi gak seperti becak kebanyakan… tapi ada lampu warna warninya… meriah banget pokoknya suasanya.
Becak warna warni ini bisa disewa dengan merogoh kocek sekitar 30.000 sekali putaran.

mengayuh-odong-odong-atau-melewati-beringin-kembar-di-alun-alun-kidul-yogyakarta

20150504_200719

jalantraveller.blogspot.co.id

 

Di Jogja emang banyak banget tempat-tempat menarik yang menanti untuk di explore,
3 hari saja rasanya gak cukup untuk menikmati keindahannya.
Semoga nanti ada kesempatan lagi untuk menjelakahi kota istimewa ini 🙂

Nuansa Berkabut di Tawangmangu

Aaaaak aku butuh piknik….. !!!
Aku pengen menghirup udara segar, ke tempat yang sejuk & tenang…
rasanya paru-paru ini udah penuh banget sama asap polusi, tumpukan kerjaan, dan omelan si bos…. iya nyesek banget rasanya apalagi pas lihat teman-teman yang bisa piknik ke tempat-tempat keren.
Setelah membujuk rayu si doi, akhirnya Nyepi ini kita memutuskan untuk touring ke Jawa sekaligus mengunjungi orang tua 🙂

Touring kita kali ini sekaligus menghadiri acara gathering salah satu komunitas keren yang hobby touring sama photography, yaitu Ridetography.

Rute perjalanan kita kali ini bakalan estafet…. memang membutuhkan waktu yang agak lama, namun cukup efektif juga untuk menghemat tenaga sembari menikmati perjalanan kita. “It’s not about the destination, it’s about ride” (kata si doi).
dan yang tak kalah pentingnya kita hanya akan melakukan perjalanan di siang hari karena malam adalah waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi, selain itu juga karena faktor keamanan…. kebetulan perjalanan ini hanya kita berdua saja.

  • Day I : Perjalanan start dari Denpasar – Gilimanuk – Jombang

Jalur ini sudah biasa kita lalui, namun yang perlu diperhatikan adalah jalur ini tidak terlalu besar serta berkelok – kelok dan relatif padat dengan truck & bus. Karena banyak tikungan dan ada beberapa tanjakan jadilah banyak truck-truck yang mogok dan otomatis membuat jalanan macet. Tapi bersyukurlah karena menggunakan motor jadi  bisa nyelip-nyelip tetap lancaaarrr jayaaa…. !!!!!

15403016_10202661982748914_2104535447_n

Siap nyebrang… !!!!

p_20160304_082408Horreeey sampai juga di penyeberangan ….

Selama di kapal ferry sekitar 90 menit tidak akan pernah bosan… apalagi jika cuaca cerah, birunya laut…. awan-wan putih serta landscape dari gunung-gunung di Banyuwangi yang indah bakalan menghiburmu selema perjalanan.

Sampailah di pulau Jawa….. !!!!!!!
Entah kenapa rasanya seneng banget kalau sudah menginjakkan kaki di tanah ini… tanah jawa… tanah lahir beta… yeaaah….. !
Welll… jangan senang dulu guys karena perjalanan masih harus berlanjut sekitar 8 jam lagi, pfuiiihhhh….
what a long long journey… but we will create our great moment  😉
Jalur pantura merupakan jalur alternatif menuju kota Jombang, akan tetapi di jalur ini jalananya lumayan parah… berlubang, dan bergelombang di sekitar jalan Situbondo – Probolinggo…..
Yang belum pernah ngerasain surfing di laut jangan khawatir, lewati saja jalur ini, Amboi…. !!!!
mantap beneerrr berasa surfing ditengah ombak…. yang mana motor jadi papan surfingnya saking bergelombangnya jalan ini 😀
Ada insiden yang cukup konyol ketika ane melewati jalanan ini….
bagaimana bisa helm ane dengan  tiba-tiba terlepas dari kepala ane dan terguling-guling di tengah jalan raya….
Ya Tuhan….. untung itu bukan kepala ane, cuma helm… iya cuma helm yang jadinya malah lecet-lecet dan ada pecah dibagian kacanya alahasil tidak bisa dibuka tutup… Hikz 😥
and finally…. sampailah juga di Jombang kota kecil yang mungkin tidak kelihatan di peta ini adalah kota yang teramat sangat ane rindukan…. Emaak…. Bapaaak…. anakmu pulaaang :’)

  • Day II Jombang (jatim) – Tawangmangu (jateng)
p_20160305_054403

Getuk Lindri & Kopi item khas buatan Emak

Syukur alhamdulillah… istirahat semalam membuat energi kita pulih kembali….
betapa senangnya kalau berada di rumah sangat dimanjakan oleh Emak & Bapak… pagi-pagi udah dibangunkan dengan beginian 😉

Perjalanan masih berlanjut…..
Setelah berpamitan dan minta doa restu orang tua, ane & si doi pun kembali melanjutkan perjalanan.
Ternyata jalur Perak – Madiun tak ada bedanya sama jalur yang kita lalui kemarin…. BERGELOMBANG !!!!
punggung ane sampai remuk rasanya karena harus berhadapan dengan box belakang… arggghhhhh harus bertahan 3 jam lagi ne……
Yup, tujuan kita adalah Telaga Sarangan yang ada di Magetan, yang terkenal sangat indah dan sejuk…. kalau ngebayangin apa yang bakalan kita dapetin itu rasa penat jadi terlupa yak :’) begitulah cara kita mengatasi kepenatan selama perjalanan.

WELCOME TO TELAGA SARANGAN

fb_img_1457830742137

Baru masuk uda langsung disambut oleh si penunggu telaga

 

12800212_10201522341258589_8614397609011539160_n

Makan Sate Kelinci dulu…. mengobati perut-perut yang keroncongan *Gak tega lho sebenarnya* 😦

Telaga Sarangan adalah obyek wisata andalan Kabupaten Magetan. Telaga alami ini berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan terletak di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Palosan, Kabupaten Magelang, Jawa Timur yang berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan.
Banyak cara untuk bisa menikmati indahnya Telaga Sarangan, selain bisa berkuda keliling area telaga juga bisa menggunakan speed boat. Banyak warga sekitar yang sekedar ingin refreshing disini bahkan juga ada turis-turis domestic hingga manca lho… waoooow…. wisata Indonesia mulai banyak dilirik sama turis asing ya guys.
Di pinggiran Telaga juga banyak toko-toko souvenir seperti baju dan kerajinan tangan lainya… pokoknya komplit deh.
Setelah puas menikmati indahnya Telaga Sarangan perjalananpun berlanjut…..
meskipun mendung dan gerimis rintik-rintik kita tidak boleh kalah… itu semua bagian dari tantangan perjalanan kita !.
Perjalanan mulai melewati tanjakan dan hutan-hutan khas area pegunungan…. yak inilah jalur Cemoro Sewu yang mistis tapi viewnya sebenarnya bagus bangeet…. sayang kabut menutupi keindahanya.

p_20160305_131053

beginilah jadinya… Seperti memasuki dunia lain, kabut tebal…. dingin menusuk tulang…..

 

Bagaimana tidak berasa mistis auranya… karena di jalan inilah kaki Gunung Lawu berada….

tapi…. gak usah dibahas lah yaa kemistisan-mistisanya diluar itu jalan Cemoro Sewu ini luaaarrr biasaaa indah dan sangat menantang untuk dijelajahi…. trust me ! 😉

WELCOME TO TAWANGMANGU RESORT

fb_img_1457290120310

Just arrived… don’t forget to smile 🙂

Di tempat inilah diadakanya acara yang sangat… sangat…. menarik yaitu “Travel Documentation Workshop” yang diadakan oleh Ridetography.
Ane & si doi sangat antusias untuk mengikuti acara ini, walaupun sempet diguyur hujan sepanjang sore hingga malam tak menyurutkan niat para peserta yang kebanyakan datang dari luar daerah lho….
Ada yang dari Surabaya, Kediri, Temanggung, Jogja, dan pastinya dari Bali *senyum-senyum sendiri* 😀
Malam itu adalah acara inti dari workshop ini, Pak De Riza Amrullah adalah Travel photography senior yang karya-karyanya tidak diragukan lagi sebagai pembicaranya…
Beliau banyak memberikan tips-tips dan tehnik-tehnik pengambilan foto yang baik khususnya ketika berbikepacking. Selain itu ada juga puisi-puisi yang menyentuh serta expresi yang menggilitik dari salah satu sesepuh juga… tapi maaf lupa siapa namanya hehehehe
Pokoknya acara ini seru banget… selain dapat ilmu juga dapat teman baru…
Semoga tahun depan bisa diadakan acara sekeren ini lagi yaa 🙂

fb_img_1457291172846

Suasana camp ground di malam hari (ridetography.doc)

 

fb_img_1457349772629

candid (by : om Fajar)

 

p_20160306_071233

Morning Tawangmangu 🙂

and finally… we have to say good bye….
Thank you teman-teman Ridetography semoga tahun depan bisa ketemu lagi :’)

  • Day III : Tawangmangu – Jogjakarta

Perjalanan ini kami awali dengan doa pastinya, dengan ketidaknyenyakan tidur semalam karena udara dingin yang membuat kita gusar dan susah memejamkan mata, dibumbui dengan suasana mistis kaki gunung lawu serta beberapa cerita horor dari teman-teman yang memang bisa merasakan kehadiran “mereka”.
Hanya semangatlah yang membuat roda motor ini terus berpacu dengan jalanan yang licin karena guyuran hujan semalam, dan panas terik, dan secara tiba-tiba hujan deras di area kebun teh Karanganyar. Tapi syukurlah… kita sempat berfoto ketika hujan belum turun walau agak sedikit mendung.

Hijau, sejuk, segar..... Aaaak gak mau pulaaaang

Hijau, sejuk, segar….. Aaaak betaaaah

 

p_20160306_114835

Kayak bukit Teletubbies yak… inilah Kebun Teh Karanganyar Jateng

Wisata Kebun Teh Kemuning berada di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah atau sekitar 10 kilometer timur laut dari jalur utama Solo- Tawangmangu. Perkebunan teh ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang berada di kabupaten karanganyar. Pesona alam pegunungannya masih asri, Udara sejuk dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Lokasi tepat perkebunan ini ada di 11,10-11,250 BT dan 7,40-7,60 LS. Ketinggian tempatnya bervariasi antara 800 hingga 1.540 meter di atas permukaan laut dengen kelembaban berkisar 60 – 80 persen dengan penyinaran matahari hanya 40 – 55 persen.
Menikmati indahnya kebun teh ini bakalan lebih komplit rasanya kalau sambil meneyeruput teh panas yang fresh dan mantap khas Karanganyar ;).
Wisata Kebun Teh Kemuning berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho. Candi Palanggatan dan Menggung.
Sebenarnanya pengen mengunjungi juga Candi Sukuh yang terkenal di Karanganyar, yaitu Candi yang mirip banget sama punya suku Maya di Meksiko sana….
Tapi karena guyuran hujan jadilah kita meneruskan perjalanan saja… suatu hari nanti ane & si doi pasti bisa kesana :).

Candi Sukuh & http://travelingyuk.com/Candi Sukuh & Chichen Itza http://travelingyuk.com/

 “Difficult roads often leads you to beautiful destinations”
– One Horizon – (Pak De Riza Amrullah)

Taman Nasional Baluran “Complete Your Adventure”

Kalau pengen lihat hutan dan hamparan padang savana yang luas dengan satwa-satwa yang masih hidup liar gak perlu jauh-jauh ke Afrika sob, ternyata di Indonesia juga ada yang kayak begituan…. Maka dari itu kita berdua tertarik untuk mengunjunginya juga, syukur-syukur bisa ikut melestarikanya :).

Masih dalam rangkaian touring honeymoon kita ke 3 tempat, yaitu Batu-Bromo-Baluran. Setelah menyelesaikan touring ke 2 tempat sebelumnya, kali ini kita akan melanjutkan ke tempat adventure terakhir yaitu “Baluran”. Wooohaaaa…. jadi gak sabar pengen cepet nyampek sana…. !!!

Perjalanan kita mulai dari Bromo langsung menuju ke Situbondo dulu yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Ketika dalam perjalanan menuruni jalan raya Bromo kita disuguhkan oleh indahnya pegunungan yang banyak ditanami sayur-sayuran yang rata-rata menjadi sumber penghasilan mayoritas penduduk disini. Udara sejuk tak hanya memenuhi paru-paru kita tetapi juga hati kita :). Rasanya tuh gak pengen meninggalkan tempat ini, tapi perjalanan harus kita lanjutkan untuk menjelajahi alam ciptaan Tuhan lainya.

Sampailah kita di SPBU Utama Raya untuk mengisi BBM dan sekedar beristirahat untuk makan siang, namun karena tergoda oleh pesona Hotel di SPBU ini akhirnya kita memutuskan untuk menginap disini selain itu karena pertimbangan tempat penginapan disekitar Baluran yang kita belum mengetahuinya.

IMG-20141209-00794

IMG_7238

Kamar yang bersih dan rapi

Seperti yang kita duga, bersih dan rapi serta view pantai di seberang jendela dan ada balkon kecil, namun sayang kita gak sempat motoin. Waaaah bakalan bisa istirahat dengan nyaman ne kalo kayak gini :).

Morning Situbondo… 🙂

Mari breakfast dulu kemudian lanjut perjalanan ke Taman Nasional Baluran yang sudah kita impi-impikan… Bismillah semoga hari ini cerah ((doaku dalam hati)). Let’s go…. 97 km lagi…. !!!

Cuaca pada waktu itu cukup panas, tapi sebentar-sebentar mendung. Waaaaah… cuaca yang sangat plin plan, tapi kita tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan tanpa kenal lelah.

Finally…. Welcome to Taman Nasional Baluran….!!!

IMG-20141209-00795Ketika sampai di Baluran kita langsung menuju ke Pos Taman Nasional untuk membayar tiket dan menanyakan informasi seputar Baluran ini. Ternyata biaya untuk masuk lokasi ini tidaklah mahal : Rp. 2.500 untuk wisatawan domestik dan Rp. 20.000 untuk wisatawan asing dan Rp. 6.000 untuk kendaraan. Menurut informasi Taman Nasional seluas hampir 25 ribu hektar ini merupakan miniatur dari segala jenis vegetasi Indonesia. Baluran memiliki hutan musim, hutan evergreen, mangrove, savana, pantai, dan gunung, . Waooowww…. komplit sekali bukan.

Access Road

DSC04921

Access Road

Kondisi jalan dari pintu masuk sampai Savana Bekol memang rusak parah, tapi ada manfaat lain dari fasilitas jalan yang tak baik ini, bahwa pengunjung tidak bisa mengebut berkendara, sehingga terhindar dari resiko menabrak hewan-hewan liar yang bisa saja tiba-tiba melintas, selain itu juga dikhawatirkan aksesoris motormu lepas apalagi yang full box sangat berasa sekali kedahsyatan jalanya. Jika saja jalan mulus kemungkinan menambah jumlah pengunjung taman nasional.

DSC04914

Berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan

DSC04924

Jalan rusak parah

DSC04923

Disarankan menggunakan mobil seperti ini atau motor cross jika ke Baluran

DSC04919DSC04934Sepanjang perjalanan melalui hutan musim dan evergreen, kita bisa menemukan kupu-kupu warna-warni yang berkumpul di atas kubangan-kubangan air. Saat musim hujan di mana banyak kubangan air, kupu-kupu juga semakin banyak ditemukan. Ayam-ayam hutan pun banyak melintas di tepi jalan. Disini juga bisa ditemukan burung merak yang terkenal dengan keindahan bulunya, serta burung-burung aneka warna yang berseliweran sambil berkicau memecah kesunyian hutan. Namun kita sedikit kesulitan mengabadikannya karena selain terhalang oleh pepohonan, para hewan-hewan cantik tersebut masih belum terbiasa terhadap keberadaan manusia. Dan Jika beruntung, saat memasuki hutan evergreen mungkin bisa bertemu dengan macan tutul karena di sinilah habitat hewan karnivora ini hidup (hiii… sereem). Pemandangan selama perjalan sangat membuat kami terpesona :).

Hutan Musim dan Evergreen

DSC04920

Hutan Musim

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hutan Evergreen

Hutan musim akan tampak hijau di musim hujan dan akan terlihat kering menguning di musim kemarau, sementara hutan evergreen akan selalu hijau, baik musim hujan atau kemarau. Kedua jenis hutan ini akan silih berganti menemani perjalanan kami menyusuri Baluran. Dari pintu masuk, kita akan disambut hutan musim, kemudian hutan evergreen, lalu berjumpa lagi dengan hutan musim, baru kemudian memasuki Savana Bekol.

Gunung Baluran

DSC04926 Gunung setinggi 1.247 meter ini berdiri dengan megahnya di tengah-tengah taman nasional. Gunung Baluran merupakan gunung yang sudah tidak aktif, tapi belum diketahui betul kapan terakhir kali meletus. Menurut informasi yang ane baca Gunung Baluran ni akan tampak sama bentuknya jika dilihat dari sisi utara maupun selatan. Simetris!

Savana Bekol

???????????????????????????????

Ini bukan di taman safari/kebun binatang, tapi ini benar-benar di hutan

DSC04938DSC0494810858020_4960579710474_597013282677722851_n10847824_677467729034353_4698885624203660854_n

Banyak yang bilang Savana Bekol adalah “The Little Africa in Java.” Cukup beralasan, karena begitu ane & si doi sendiri memasuki kawasan savana ini, langsung tercium dan terasa sekali aroma Afrika, meski kami pun belum pernah menginjakkan kaki di Benua Hitam. Padang rumput yang luas sedang menguning dengan beberapa pohon tersebar di pinggir dan di dalamnya. Kumpulan rusa berlari-lari di tengah savana dan monyet-monyet yang bermain berlarian bersama koloninya sungguh menggambarkan kegembiraan mereka hidup bebas di alam liar. Waooowww…. rasanya masih belum percaya kalo kita benar-benar berada di dalam hutan liar.

Pantai Bama

DSC04962DSC04965DSC04970

DSC04967

Ada fasilitas outbond & penginapan di depan Pantai Bama

DSC04968

Ada yang lagi ngambek gara-gara kehauasan ne yeee…. hehe

Pantai Bama merupakan ujung dari jalan akses yang membelah Baluran. Berjarak 3 kilometer dari Savana Bekol. Memasuki Pantai Bama, kita akan disambut dengan pohon ketapang dan kesambi besar-besar yang rindang dengan puluhan monyet ekor panjang yang bergelantungan. Tapi jangan harap akan mendengar suara ombak. Kita sendiri heran melihat laut Bama yang begitu tenang, nyaris tanpa ombak. Pantainya berpasir putih dan garisnya tidak begitu panjang, selebihnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Sampai sejauh lebih dari 1 kilometer, kedalaman pantai ini hanya selutut orang dewasa, sehingga aman untuk aktivitas air bagi yang tak pandai berenang. Tanda batas laut dalam adalah warna biru tua. Pantai ini memang benar-benar tersembunyi dan masih sangat alami, hal itu terbukti dari situasi yang benar-benar sepi disini. So, bagi yang menyukai keheningan dan membenci keramaian pantai ini mungkin akan sangat cocok.

Penginapan

Eh, iya selain terdapat penginapan di Pantai Bama , terdapat pula wisma-wisma di posko dekat savana bekol. Namun, perlu sangat waspada jika menginap disini. Karena lokasinya ditengah hutan dan masih banyak hidup satwa liar serta kondisi yang sangat sepi. So, jangan kaget jika kedatangan seekor/segerombolan satwa yang bertamu malam- malam ya…

Ok… it’s time to go back….
Yippyy….. it’s very amazing and great adventure ever….  🙂
Uda gak sabar ingin menceritakan dan menuangkan semua pengalaman seru ini kedalam blog kita :).

Bye Baluran….. Thanks for complete our adventure,
semoga kita selalu bisa menjaga dan melestarikan hutan-hutan yang ada di Indonesia tempat para satwa tinggal, paru-paru dunia, dan surga yang tersembunyi di tengah belantara.

“Bumi yang tiada rimba, seumpama hamba, dia dicemar manusia yang jahil ketawa.
Bumi yang tiada udara, bagai tiada nyawa, pasti hilang suatu hari tanpa disadari.Bumi tanpa lautan, akan kehausan, pasti lambat laun hilang.
Duniaku yang malang” – Hijau-Zainal Abidin

Amazing of Mount Bromo

Bromo…. ??? yess… siapa sih yang gak tau, siapa sih yang gak kenal akan keindahan pesonanya.

Yaaak….. itulah yang selalu ngomporin ane untuk menapakkan kaki di gunung berapi nan indah itu, merasakan udara sejuknya, sambutan matahari terbit, dan menikmati panorama karya Sang Pencipta yang sangat agung.

So, perjalanan kali ini masih dalam 1 rangkaian touring honeymoon kita, yakni ke Batu-Bromo-Baluran. Setelah 2 hari bertandang ke Batu Malang, kita pun meneruskan perjalanan ke Bromo yakni pada tanggal 07-12-14. Kita memutuskan untuk mengambil rute melalui jalur Probolinggo, sebenarnya ada jalur terdekat kalau arah kita dari Malang, yakni lewat Tumpang. Cuma menurut si doi yang uda pernah melewati jalur itu kontur jalanya kurang bagus dan biasanya sepi tapi panoramanya sangat indah apabila lewat jalur itu. Nah, karena bawaan kita full box dan hanya berdua saja makanya kita nyari aman aja deh dengan lewat jalan yang umum.

Perjalanan dari Malang-Probolinggo memakan waktu kira-kira 2 jam, dan sepanjang melintasi Malang, hujan terus menyerang. Mengendarai dalam keadaan hujan memang sangat tidak nyaman, selain karena pandangan yang jadi terbatas juga karena sepatu berasa becek akibat kemasukan air dan waspadalah dengan kontur jalan berlubang yang tertutup air hujan, karena itu bisa jadi TRAP.

Setelah sekitar 4 jam menikmati drastisnya perubahan cuaca dari hujan deras ke panas menyengat akhirnya sampailah kita di Bromo. No….. !!! gak semudah itu sob, kita uda sampai sih di kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), tapi besok dini hari baru ke Bromo. Dan sekarang saatnya kita untuk beristitrahat terlebih dahulu at Yoschi Hotel yang terletak tak jauh dari lokasi wisata Gunung Bromo.

wellcome to yoschi's

Welcome to Yoschi Hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

 Oh, iya sekedar info bahwa mencari penginapan di kawasan wisata Gunung Bromo ini sebenarnya tidak mudah lho sob. Walau banyak sekali hotel dan villa (rumah penduduk) yang ditawarkan, namun kita musti jeli dan mempertimbangkan segala aspek. Karena harga yang ditawarkan tidak cukup terjangkau dan relatif mahal namun fasilitas yang ditawarkan kurang memuaskan belum lagi banyak calo yang terkesan memaksa untuk menggunakan jasanya. Di Yoschi Hotel ini fasilitas yang ditawarkan adalah kamar yang cukup nyaman dan bersih dengan nuansa etnik bergaya tradisional khas Bali yang dipadukan dengan ornamen khas Jawa. Ada kamar mandi di luar yang dilengkapi air hangat, hotel ini juga menyediakan Mushola. So, bukanya mau promosi tapi ini hanya berdasarkan pengalaman saja 🙂 .

yoschi-s-guest-house

View di depan hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

Nah…. ini benar-benar honeymoon rasanya…. Dingin, tenang, pemandangan yang indah di pegunungan…. gimana gak tambah romantis coba…. hihihi.

Yaaak setelah meletakkan barang-barang kita di kamar dan bersitirahat sejenak, lanjut ke dekat pintu masuk TNBTS untuk mencari warung dan mengisi perut-perut kita yang sedari tadi keroncongan.

IMG-20141207-00300

Warung depan TNBTS

Nah… sekedar info juga ne bagi yang nyari kuliner di depan TNBTS ini ada warung/restoran yang murmernak dengan harga yang sesuai dengan kantong para bikers/backpacker ne, letaknya persis sebelum loket tiket masuk TNBTS…. 😉 (y).

IMG_7187

Ada yang lagi ngumpet ne di bawah meja warung :3

IMG_7181

Senja di Jalan Raya Bromo

Setelah mengisi perut kita dengan Nasi Rawon, plus mie goreng dan teh panas yang cepet dingin, kita langsung balik ke hotel untuk beristirahat agar bisa segar dan fit lagi untuk adventure besok.

Morning Bromo…. 🙂

Mungkin it’s too early to wake up…. hoooaaahmmm….. karena jam masih menunjukkan pukul 2.30… padahal tadi lagi asyik-asyiknya mimpi ke Gunung Bromo… yaah musti buyar gegara alarm sialan yang bangunin. Eeeets…. mimpi itu bakalan terwujud kok, kalo segera bangun ;). Yaapp… kita langsung bersiap-bersiap berangkat kesana untuk melihat keindahan sunrise… sepagi ini kah??? sedingin kah??? yess…. gak ada kompromi buat petualang sejati. Kalo kata orang tua, rejeki bakalan dipatok ayam kalo bangunya siang… nah… sama juga dengan alam… bukan hilang karena dipatok ayam… but “Thing will look better in the morning” :).

Alhasil tanpa mandi dan gosok gigi langsung gaspol menuju Penanjakan 1 (view point) buat melihat keindahan Gunung Bromo. Untuk menuju ke tempat ini bisa di tempuh dengan Motor/Jeep yang disewakan. Satria FU full box bakalan mengantarkan kita kesana dengan sepenuh tenaga karena melewati tanjakan sampai buat si Satria ngos-ngosan.

Dan Perjuangan berat itu emang gak ada yang sia-sia, semua terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. :’)

bromo

IMG_7197

Suasana saat melihat panorama dari Penanjakan 1

Wooohaaa….. This is it…… Amazing of Mount Bromo….. 🙂
Namun karena cuaca yang mendung gak bisa lihat perfect sunrise deh… hikz :'(, menurut informasi waktu yang tepat untuk melihat keindahan sunrise di Bromo adalah bulan Maret-Agustus.

IMG_2840

Mungkin seperti ini jika sunrise (Dok. si doi ketika kesini tahun lalu di bulan Juni)

Ok let’s go to the next beautiful place. Yup, kita akan turun menuju pasir berbisik dan ke kawah Gunung Bromo ;).

IMG_7202

Suguhan keindahan alam selama diperjalan menuju Pasir Berbisik

IMG_7213

Pasirnya gak bisa berbisik karena habis disiram hujan 😦

Menurut informasi yang ane baca, nama Pasir berbisik itu sendiri diambil dari nama film dengan judul tersebut yang dibintangi artis cantik Dian Sastro yang lokasi syutingnya disana, dan sejak saat itulah terkenal dengan nama Pasir Berbisik. Karena ditempat ini ketika angin bertiup kencang, deru angin akan membawa butir-butir pasir bagaikan bisikan-bisikan yang menyerukan keindahan alam Bromo.

Hamparan lautan pasir yang begitu luas dengan Gunung Batok yang tinggi menjulang, dan dikelilingi pegunungan dan perbukitan yang menjadi magnet keindahan Bromo. Dan… tak hanya itu yang menjadi daya tarik keindahan Bromo, karena di tengah lautan pasir tersebut berdiri sebuah Pura tempat religius tempat sembahyang suku Tengger yang beragama hindu dan juga tempat untuk Tirta Yatra umat Hindu dari Bali yaitu Pura Luhur Poten.

pura-bromo

Pura Luhur Poten (Courtesy : asli-oi)

Pura Luhur Poten Suku Tengger Gunung Bromo

View dari kawah Bromo (Courtesy : Dewa)

Setelah menikmati keindahan Pasir Berbisik & Pura Luhur Poten, kita bergegas untuk naik ke Kawah Gunung Bromo. Tenang sob, di sini tidak perlu bersusah payah mendaki, karena sudah ada puluhan anak tangga yang memudahkan akses mencapai kawah, dan juga ada kuda yang disewakan untuk mengantarmu sampai di bawah kaki anak tangga.

lautan-pasir-gunung-bromo-big-711

(Courtesy : batasnusa)

Dan kita memutuskan untuk berjalan kaki saja untuk melewati tanjakan yang tidak terlalu tinggi sembari olahraga gitu ceritanya (padahal sih karena menghemat budget) hehehe.

IMG_7236

Tangga menuju Kawah Bromo

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 MDPL, dan masih aktif hal ini terbukti dari kawahnya yang mengeluarkan asap dan telah beberapa kali meletus, letusan terakhir terjadi pada tahun 2010.

IMG_7226

Kawah Gunung Bromo

IMG_7219

Pemandangan dari puncak Bromo

Setelah menikmati keindahan kawah dan pemandangan dari puncak Gunung Bromo, kita pun memutuskan untuk segera turun. Karena Jam Breakfast dari hotel sudah mulai mevet, selain itu juga karena perjalanan kita masih harus berlanjut lagi ke “Baluran”.

IMG_7233

Bye….

Setelah Breakfast dan kemas-kemas kitapun langsung gaspol menuju Situbondo. Walau gak dapet perfect sunrise, but I’ll Promise to back here again to catch it someday :). Keindahan alam Gunung Bromo akan selalu membuat kita rindu….  Bye Bromo :’).

*Bersambung ke Blog Berikutnya

Goes to Batu Malang

Setelah wara wiri dan sibuk sana sini buat acara nikahan kita…. So, It’s time for honeymoon Beb….. yipppyyyyyyy I’m ready for vacation…. I’m ready for vacation….!!!!!

Tapi… mau kemana kita??? ke Singapura, Malaysia, atau Eropa??? oowwh tentu tidak… Selain karena terpentok budget juga karena Indonesia jauh lebih indah dari negara lainnya sob… 🙂 lagian tujuan wisata ke negara-negara tetangga itu sudah terlalu mainstream…. kita menginginkan sesuatu yang beda…. bukan hanya tujuannya yang beda, tapi caranya juga. Well, akhirnya memutuskan untuk honeymoon sekaligus adventure ke 3 tujuan, yaitu “Batu-Bromo-Baluran” dan dengan membawa serta si Satria FU full box pastinya.

Perjalanan kita awali ke Batu Malang terlebih dahulu karena pas kebetulan ada acara Gathering Nasional Kaskus, kan mayan juga tuh bisa kumpul-kumpul offline bareng temen-temen Kaskus se-Jatim & Bali, dan kabarnya bakalan ada temen-temen dari Jakarta juga yang dateng seru banget pastinya…. Iya secara ketemu agan dan aganwati yang smart dan gokil-gokil gitu pastinya.

Jumat pagi tanggal 05-12-2014 kita berangkat dari Denpasar langsung menuju Pakis (Malang) dengan mempersiapkan segala perlengkapan, karena kita akan melewati perjalanan yang panjang dan melawan cuaca yang tidak bersahabat karena musim hujan.

IMG-20141205-00778

Good prepare is needed

Tak lupa kita berdoa agar selalu dijaga dan diberikan keselamatan oleh Tuhan O:). Dan kita mulai perjalan dengan hati yang riang dan bangga karena uda lama kita vakum touring dan kini saatnya kita berpacu dengan jalanan lagi dan menjelajahi indahnya alam Indonesia :).

Setelah kurang lebih 3 jam menempuh perjalanan akhirnya kita sampai di Pelabuhan Gilimanuk, dan melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi selat Bali menuju pulau Jawa dengan Ferry Boat.

IMG_7067

on Ferry Boat

Perjalanan dengan Ferry Boat sampai Ketapang memerlukan waktu kurang lebih 90 menit, dan perjalanan masih harus terus dilanjutkan menuju SPBU Utama Raya Situbondo untuk ngasih minum Satria FU dan take a rest.

Benar saja cuaca memang sedang tidak bersahabat, baru sebentar jalan dari Ketapang menuju Situbondo langsung diguyur hujan lebat, dan terpaksa melipir sebentar untuk mengenakan jas hujan. Eh, BTW ada yang punya jas hujan baru ne yeee….. ((uhuuuk)) :D.

Perjalanan kami lanjutkan kembali dan berperang melawan hujan melewati jalanan panjang berliku dan memasuki hutan Baluran yang sepi dan gelap akibat mendung yang menyelimuti langit. Nah, ini yang sangat perlu diwaspadai oleh riders ketika hujan… yaitu kontur jalan berlubang dan bergelombang. Karena ketika hujan, kontur jalan yang berlubang tersamarkan oleh air hujan yang menutupinya apalagi pandangan juga terbatas dan ban motor bisa rawan selip.

Sampailah kita di SPBU Utama Raya Situbondo setelah berkendara sekitar 4 jam, lumayan juga bikin pantat tepos…. pfuuiiihhh. Setelah beristirahat sejenak untuk sholat dan mengganjal perut kita yang keroncongan, langsung gaspol sekitar 4 jam lagi menuju Pakis Malang untuk bermalam di rumah Saudara. Hujan tidak akan mampu menyurutkan semangat kita, karena “If you don’t ride in the rain, you don’t ride !”. Semangaaaat……. !!!

IMG-20141205-00779

If you don’t ride in the rain, you don’t ride!

Akhirnya sampai juga kita di Pakis Malang setelah berkendara selama kurang lebih 4 jam menembus hujan deras. So, let’s take a rest.

Morning Malang…… 🙂

Alhamdulillah… mayan segeran juga setelah tidur sejenak, karena pagi ini kita harus melanjutkan perjalanan lagi menuju  lokasi acara Gathering yaitu di Batu Malang yang membutuhkan waktu kurang lebih 1  jam lagi untuk menuju kesana.

Terobos hujan…. dan akhirnya sampai juga di Alun-alun Kota Batu Malang…. HO HO HO HO…… 😀

10846233_4951047232168_2273099538086829150_n

Alun-alun Batu Malang

Nah, kalo maen ke Alun-alun Batu Malang jangan lupa melipir nyari KSB gan…. (Koperasi Susu Batu). Lokasinya tak jauh dari Alun-alun situ gan ;). Rasanya fresh dan enak banget…. maklum masih alami gan meres langsung dari si ibu sapi hehehe :D.

Nyeruput KSB anget dulu gan ;)

Nyeruput KSB anget dulu gan 😉

Setelah di search di GPS ternyata lokasi gatheringnya tak jauh dari Alun-alun, kita pun jadi lebih bersemangat… karena tujuan sudah semakin dekat :).

Waaaaah itu dia villanya….. !!!! :-O

Villa-Hollanda

Hollanda Villa

IMG-20141206-00781

Akhirnya sampai juga…..

IMG-20141206-00780

Akses jalan ke Hollanda Villa

Ternyata kita adalah peserta pertama yang datang…. HAHAHAHA 😀 kerajinan banget sih kita…. lokasinya masih sepi banget…. jadi kesempatan deh buat keliling dulu 😀

682931_20141020125033

Balkon lantai 3

IMG-20141207-00784

View dari kamar

Asyeeeek…… ini dah untungnya dateng duluan, kita jadi bebas milih kamar dulu… HOHOHOHOO, yoook istirahat dulu sembari nunggu peserta lainya dateng, karena acara Gathering ini diikuti oleh berbagai Regional, yaitu Madura, Surabaya, Jember, Bali, Bromo, Kediri, dan Malang sendiri serta ada juga kaskuser-kaskuser dari regional Bekasi dan Banyumas. Waooowww pasti bakal seru banget nih ;).

Ketika siang hari mulai berdatanganlah para kaskuser tersebut, kita sempatkan mengobrol dan saling menyapa… ternyata banyak juga pesertanya dan terlihat sangat antusias untuk mengikuti acara ini.

IMG-20141206-00290

This is our ID Card

IMG-20141206-00294

Nyulik anaknya om Adit, biar cepet nular 🙂

Hari mulai beranjak malam udarapun semakin dingin, acaranya masih santai. So, kita manfaatkan moment ini sekaligus bulan madu gitu…. hehehe

Gathnas 02

Ngumpul di balkon

Gathnas 03

Ngumpul di aula, dan perwakilan masing-masing regional

15789525929_0f08cdcb4f_c

Ruamenyooo….

IMG_7164

Itu kunang-kunang? atau bintang? bukan… itu citylight of Batu sob 😉

Hari sudah semakin gelap dan beranjak malam, mata uda gak kuat melek, lelah dan ngantuk sangat. Akhirnya kita memutuskan untuk menuju kamar dan berisitirahat lebih dulu.

Morning Malang…… so cool and fresh air here 🙂

Masih di kota Batu Malang, hooooaaah….. udara yang segar memenuhi paru-paru kita…. apalagi disambut panorama yang sangat asri dan sangat indah pastisnya…. waaaahhh betah banget kalo disuguihi pemandangan kayak gini setiap hari, namun hari ini menjadi hari terakhir pada acara Gathering Nasional Kaskus ini. Karena acara masih santai, kita memutuskan untuk menjelajah dan berpetualang sendiri di area Gunung Panderman masih di area lokasi Vila Holanda ini.

IMG_7171

Nanjak ke Gunung Panderman

Dan kami pun balik ke villa untuk istirahat sejenak dan persiapan untuk balik duluan selagi acara masih berlangsung, maap gan kita gak bisa ngikut full acaranya… karena kita juga masih punya misi yang lain.

IMG_7173

Say cheeese from Regional Bali

15787339730_23b590c93c_b

Bye all regional kaskuser, see you next time 🙂

Setelah berpamitan dan berfoto, kami pun langsung tancap gas menuju ke “BROMO”, thanks all regional see you later 🙂

*Bersambung ke Blog Berikutnya