Jogja Istimewa Siapa Saja Pasti Suka

Jogja…. Jogja…. Jogja…. !!!!

Excited banget pasti kalau udah denger namanya…..
Udah pasti kebayang tempat-tempat keren, makanan murmernak, dan Jogja itu feel like home men…  karena keramah tamahan masyarakatnya.

Eeeets… tapi cuma punya waktu 3 hari aja ne stay di Jogjanya, hmmmm….. Enaknya kemana aja yak???

Ane & si doi punya rekomendasi tempat-tempat keren yang wajib dikunjungi kalo lagi ada di Jogja ne gan….

  1. Gunung Merapi

Yup… Gunung Merapi adalah gunung yang sangat aktif, tercatat sudah 68 kali meletus dan letusan terakhir tahun 2014. Ketinggianya adalah 2968 MDPL ini terlihat sangat kokoh dan mistis. Hal inilah yang membuat kita tertarik untuk melihatnya lebih dekat.
Perjalanan kami tempuh dari Malioboro – Kaliadem kaki Gunung Merapi sekitar 1.5 jam.
Sangat disarankan agar sampai sini sebelum jam 12, karena kalau diatas jam 12 hujan akan turun…
Eh, pas banget waktu itu baru sampai langsung hujan deras. Jadilah kita berteduh dulu nunggu hujan reda…. Tapi sebenarnya ini merupakan salah satu kendala besar buat traveller… karena jika hujan turun otomatis gak bisa menikmai tempat wisata tersebut, mau berfoto juga gak bisa… udah jauh jauh dateng tapi gak dapat apa-apa….
That’s why we suggest you to come earlier not more than 12 PM !

 Ketika Cuaca tidak mendukung

Cuaca tidak mendukung

Namun perjalanan di sekitar Kaliadem ini luar biasa rusak & berbatu, tidak cocok sama sekali untuk jenis motor matic seperti Nmax, rasanya body motor kayak mau lepas dari rodanya 😀 . Yang paling tepat adalah kendaraan sejenis KLX atau Jeep. Jangan khawatir gan, sebenarnya di wisata Gunung Merapi ini banyak disediakan paket-paket wisata dengan menyewa jeep untuk berkeliling dengan harga paling murah Rp 300.000 untuk 4 – 5 orang penumpang.  Dengan harga sewa segitu, kita akan dibawa berkeliling selama kurang-lebih 1 hingga 1,5 jam mengunjungi 3 titik di Gunung Merapi. Sebenarnya cuaca masih belum bersahabat, tapi karena sudah cukup lama menunggu akhirnya kita maksa tetep jalan pakai jas hujan untuk menuju ke…..

“Omahku… Memoriku…”

p_20160307_151934

Desa yang terkena dampak semburan wedus gembel Gunung Merapi

p_20160307_141531

p_20160307_142344

p_20160307_141134

p_20160307_141329

p_20160307_142146

 

Omahku Memoriku adalah sebuah rumah yang didedikasikan menjadi museum erupsi Merapi 2010.  Di sini terpajang aneka memorabilia korban Merapi yang dikumpulkan dari berbagai tempat di sekitar kawasan.  Ada motor yang sudah tinggal rangkanya saja, ada tulang sapi, furnitur, perkakas rumah tangga, dll.  Bahkan rumah itu sendiri sudah menunjukkan pada kita seperti apa dahsyatnya erupsi Merapi.

Entah kenapa saat melihat semua benda – benda dampak ini seketika ane menitikkan air mata, seakan ane bisa ngerasain betapa dahsyatnya semburan awan panas di saat kejadian itu, dalam hati ane berdoa untuk semua korban dan semoga tidak ada bencana serupa di kemudian hari :'(.

Ane juga salut banget sama si pengelola tempat ini yaitu mas Anto & Mbak Mawar (sebut saja begitu, maaf ane lupa namanya) serta warga sekitar kaki Gunung Merapi mereka bangkit dari kesedihan dan trauma mendalam akibat bencana tersebut dan mulai mengelola serta mengumpulkan semua barang – barang mereka untuk dijadikan museum seperti ini, hal ini bisa jadi bahan introspeksi buat kita juga agar selalu mengingat kebesaran-Nya, dan agar kita selalu menjaga alam sekitar kita.

“Ketika harta benda sudah tak berarti apa-apa… yang tersisa hanyalah kenangan”
-Omahku Memoryku-

Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu……

“Batu Alien”

Setelah ngobrol banyak dengan Mas Anto & Mbak Mawar kitapun di sarankan untuk mengunjungi Batu Alien, yang lokasinya tidak jauh dari Omahku Memoryku.
Saat menyusuri kawasan ini, seakan mejadi kampung mati. Sebab, rumah di sebelah jalanan kampung kini tak dihuni lagi. Semua runtuh tersapu dan tertimbun dengan material hasil erupsi Merapi.
Salah satu yang menarik dari penanda dahsyatnya erupsi pada 5 November 2010 lalu adalah munculnya bongkahan batu besar yang disebut warga sekitar dengan ‘batu alien’.
Mendengar sebutan batu itu, tak salah pertama kali langsung menarik pendengaran. Ya batu aneh sudah pastinya. Batu besar itu terletak tak jauh dari bibir jurang Kali Gendol.

download

jeepwisatamerapi.com

Sekilas memang hanya terlihat seperti batu biasa, tapi kalau diperhatikan lebih dalam makan akan terlihat seperti wajah manusia. Subhanallah…. ane gak bisa ngebayangin batu sebesar ini bisa melayang jauh ke tempat ini. Betapa dahsyatnya bencana yang terjadi Tahun 2010 lalu :'(.

2. Bukit Bintang

Tempat selanjutnya yang harus dikunjungi Ketika malam hari adalah Bukit Bintang yang terletak di Gunung Kidul, sekitar 1 jam dari Malioboro.

bukit-bintang-patuk-yogyakarta

photo by nj Beginilah penampakannya…..

Karena kamera hp kita gak mumpuni untuk mengcapture keindahanya, akhirnya ane comot dari blog lain yang keliatan lebih real hehehe….
Yup Bukit Bintang ini tidak seperti yang agan bayangkan seperti Bintang dilangit, Bukit Bintang yang ada di Jogja ini menampilkan keindahan kerlap kerlip lampu kota Jogja di malam hari alias Bintang yang ada di Bumi.
Suguhan keindahan ini benar-benar membuat hati damai gan…. entahlah ada perasaan tersendiri yang meluap dalam hati ini ketika melihat keindahan ini “Amazing” satu-satunya yang ane bisa ane ungkapkan (mendadak mellow). Cocok banget ne ngajak pasangan kesini biar tambah romantis gitu hehehe.
Dan untuk menikmati keindahan panorama Amazing ini lebih komplit lagi dengan adanya suguhan kopi panas dari warung-warung pinggir jalan yang ada di sepanjang jalan Gunung Kidul ini gan.

DCIM101DRIFT

 

3. Kalibiru

Tempat Wisata ini lagi ngehits banget di kalangan anak muda, terutama di instagram. Hal inilah yang membuat ane pengen banget kesini dan setiap hari merengek-rengek ke si doi agar dibawa ke tempat ini.
Kalibiru terletak di perbukitan menoreh Kulon Progo, yang berada diketinggian 450 MDPL. So, uda pasti ngebayangin keindahan dan sejuknya udara disana kan gan….
Yups, tempat ini emang super duper kereeen…..
Tempat wisata ini dilengkapi dengan gardu pandang, jalur trekking, camping ground, homestay dan fasilitas outbond. Ada beberapa gardu pandang dengan view yang menarik yang dapat kita capai dengan traking menyusuri jalan setapak. Dari gardu pandang ini bisa terlihat view perbukitan menoreh yang menghijau serta Waduk Sermo yang tampak kebiru-biruan.
So, jangan lupa ambil foto disana ya gan… biar bs di upload di instagram… hehehe

DCIM101DRIFT

Welcome to Kalibiru

DCIM101DRIFT

dsc_1263

 

4. Malioboro

Ini ne pusatnya oleh-oleh dan bertebaran makanan serta penginapan murah…. Disinilah tempatnya untuk berinteraksi dengan warga sekitar dan merasakan keramahtamahan masyarakat Jogja.

DCIM101DRIFT

Jl. Malioboro

Selfie ama gerobaknya :D

Selfie ama gerobaknya 😀

Sego Kucing RP. 2000an

Sego Kucing RP. 2000an

Siap narik di hari Senin

Siap narik di hari Senin

Seni khas di Jogja "Karawitan"

Seni khas di Jogja “Karawitan”

p_20160308_192554

DCIM101DRIFT

Titik nol kota Jogjakarta

 

5. Alun-alun Kidul

Ketika malam datang, Alun-alun Kidul adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Why ??? karena disini ada yang unik banget kalau malam hari, ada becak tapi gak seperti becak kebanyakan… tapi ada lampu warna warninya… meriah banget pokoknya suasanya.
Becak warna warni ini bisa disewa dengan merogoh kocek sekitar 30.000 sekali putaran.

mengayuh-odong-odong-atau-melewati-beringin-kembar-di-alun-alun-kidul-yogyakarta

20150504_200719

jalantraveller.blogspot.co.id

 

Di Jogja emang banyak banget tempat-tempat menarik yang menanti untuk di explore,
3 hari saja rasanya gak cukup untuk menikmati keindahannya.
Semoga nanti ada kesempatan lagi untuk menjelakahi kota istimewa ini 🙂

Nuansa Berkabut di Tawangmangu

Aaaaak aku butuh piknik….. !!!
Aku pengen menghirup udara segar, ke tempat yang sejuk & tenang…
rasanya paru-paru ini udah penuh banget sama asap polusi, tumpukan kerjaan, dan omelan si bos…. iya nyesek banget rasanya apalagi pas lihat teman-teman yang bisa piknik ke tempat-tempat keren.
Setelah membujuk rayu si doi, akhirnya Nyepi ini kita memutuskan untuk touring ke Jawa sekaligus mengunjungi orang tua 🙂

Touring kita kali ini sekaligus menghadiri acara gathering salah satu komunitas keren yang hobby touring sama photography, yaitu Ridetography.

Rute perjalanan kita kali ini bakalan estafet…. memang membutuhkan waktu yang agak lama, namun cukup efektif juga untuk menghemat tenaga sembari menikmati perjalanan kita. “It’s not about the destination, it’s about ride” (kata si doi).
dan yang tak kalah pentingnya kita hanya akan melakukan perjalanan di siang hari karena malam adalah waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi, selain itu juga karena faktor keamanan…. kebetulan perjalanan ini hanya kita berdua saja.

  • Day I : Perjalanan start dari Denpasar – Gilimanuk – Jombang

Jalur ini sudah biasa kita lalui, namun yang perlu diperhatikan adalah jalur ini tidak terlalu besar serta berkelok – kelok dan relatif padat dengan truck & bus. Karena banyak tikungan dan ada beberapa tanjakan jadilah banyak truck-truck yang mogok dan otomatis membuat jalanan macet. Tapi bersyukurlah karena menggunakan motor jadi  bisa nyelip-nyelip tetap lancaaarrr jayaaa…. !!!!!

15403016_10202661982748914_2104535447_n

Siap nyebrang… !!!!

p_20160304_082408Horreeey sampai juga di penyeberangan ….

Selama di kapal ferry sekitar 90 menit tidak akan pernah bosan… apalagi jika cuaca cerah, birunya laut…. awan-wan putih serta landscape dari gunung-gunung di Banyuwangi yang indah bakalan menghiburmu selema perjalanan.

Sampailah di pulau Jawa….. !!!!!!!
Entah kenapa rasanya seneng banget kalau sudah menginjakkan kaki di tanah ini… tanah jawa… tanah lahir beta… yeaaah….. !
Welll… jangan senang dulu guys karena perjalanan masih harus berlanjut sekitar 8 jam lagi, pfuiiihhhh….
what a long long journey… but we will create our great moment  😉
Jalur pantura merupakan jalur alternatif menuju kota Jombang, akan tetapi di jalur ini jalananya lumayan parah… berlubang, dan bergelombang di sekitar jalan Situbondo – Probolinggo…..
Yang belum pernah ngerasain surfing di laut jangan khawatir, lewati saja jalur ini, Amboi…. !!!!
mantap beneerrr berasa surfing ditengah ombak…. yang mana motor jadi papan surfingnya saking bergelombangnya jalan ini 😀
Ada insiden yang cukup konyol ketika ane melewati jalanan ini….
bagaimana bisa helm ane dengan  tiba-tiba terlepas dari kepala ane dan terguling-guling di tengah jalan raya….
Ya Tuhan….. untung itu bukan kepala ane, cuma helm… iya cuma helm yang jadinya malah lecet-lecet dan ada pecah dibagian kacanya alahasil tidak bisa dibuka tutup… Hikz 😥
and finally…. sampailah juga di Jombang kota kecil yang mungkin tidak kelihatan di peta ini adalah kota yang teramat sangat ane rindukan…. Emaak…. Bapaaak…. anakmu pulaaang :’)

  • Day II Jombang (jatim) – Tawangmangu (jateng)
p_20160305_054403

Getuk Lindri & Kopi item khas buatan Emak

Syukur alhamdulillah… istirahat semalam membuat energi kita pulih kembali….
betapa senangnya kalau berada di rumah sangat dimanjakan oleh Emak & Bapak… pagi-pagi udah dibangunkan dengan beginian 😉

Perjalanan masih berlanjut…..
Setelah berpamitan dan minta doa restu orang tua, ane & si doi pun kembali melanjutkan perjalanan.
Ternyata jalur Perak – Madiun tak ada bedanya sama jalur yang kita lalui kemarin…. BERGELOMBANG !!!!
punggung ane sampai remuk rasanya karena harus berhadapan dengan box belakang… arggghhhhh harus bertahan 3 jam lagi ne……
Yup, tujuan kita adalah Telaga Sarangan yang ada di Magetan, yang terkenal sangat indah dan sejuk…. kalau ngebayangin apa yang bakalan kita dapetin itu rasa penat jadi terlupa yak :’) begitulah cara kita mengatasi kepenatan selama perjalanan.

WELCOME TO TELAGA SARANGAN

fb_img_1457830742137

Baru masuk uda langsung disambut oleh si penunggu telaga

 

12800212_10201522341258589_8614397609011539160_n

Makan Sate Kelinci dulu…. mengobati perut-perut yang keroncongan *Gak tega lho sebenarnya* 😦

Telaga Sarangan adalah obyek wisata andalan Kabupaten Magetan. Telaga alami ini berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan terletak di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Palosan, Kabupaten Magelang, Jawa Timur yang berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan.
Banyak cara untuk bisa menikmati indahnya Telaga Sarangan, selain bisa berkuda keliling area telaga juga bisa menggunakan speed boat. Banyak warga sekitar yang sekedar ingin refreshing disini bahkan juga ada turis-turis domestic hingga manca lho… waoooow…. wisata Indonesia mulai banyak dilirik sama turis asing ya guys.
Di pinggiran Telaga juga banyak toko-toko souvenir seperti baju dan kerajinan tangan lainya… pokoknya komplit deh.
Setelah puas menikmati indahnya Telaga Sarangan perjalananpun berlanjut…..
meskipun mendung dan gerimis rintik-rintik kita tidak boleh kalah… itu semua bagian dari tantangan perjalanan kita !.
Perjalanan mulai melewati tanjakan dan hutan-hutan khas area pegunungan…. yak inilah jalur Cemoro Sewu yang mistis tapi viewnya sebenarnya bagus bangeet…. sayang kabut menutupi keindahanya.

p_20160305_131053

beginilah jadinya… Seperti memasuki dunia lain, kabut tebal…. dingin menusuk tulang…..

 

Bagaimana tidak berasa mistis auranya… karena di jalan inilah kaki Gunung Lawu berada….

tapi…. gak usah dibahas lah yaa kemistisan-mistisanya diluar itu jalan Cemoro Sewu ini luaaarrr biasaaa indah dan sangat menantang untuk dijelajahi…. trust me ! 😉

WELCOME TO TAWANGMANGU RESORT

fb_img_1457290120310

Just arrived… don’t forget to smile 🙂

Di tempat inilah diadakanya acara yang sangat… sangat…. menarik yaitu “Travel Documentation Workshop” yang diadakan oleh Ridetography.
Ane & si doi sangat antusias untuk mengikuti acara ini, walaupun sempet diguyur hujan sepanjang sore hingga malam tak menyurutkan niat para peserta yang kebanyakan datang dari luar daerah lho….
Ada yang dari Surabaya, Kediri, Temanggung, Jogja, dan pastinya dari Bali *senyum-senyum sendiri* 😀
Malam itu adalah acara inti dari workshop ini, Pak De Riza Amrullah adalah Travel photography senior yang karya-karyanya tidak diragukan lagi sebagai pembicaranya…
Beliau banyak memberikan tips-tips dan tehnik-tehnik pengambilan foto yang baik khususnya ketika berbikepacking. Selain itu ada juga puisi-puisi yang menyentuh serta expresi yang menggilitik dari salah satu sesepuh juga… tapi maaf lupa siapa namanya hehehehe
Pokoknya acara ini seru banget… selain dapat ilmu juga dapat teman baru…
Semoga tahun depan bisa diadakan acara sekeren ini lagi yaa 🙂

fb_img_1457291172846

Suasana camp ground di malam hari (ridetography.doc)

 

fb_img_1457349772629

candid (by : om Fajar)

 

p_20160306_071233

Morning Tawangmangu 🙂

and finally… we have to say good bye….
Thank you teman-teman Ridetography semoga tahun depan bisa ketemu lagi :’)

  • Day III : Tawangmangu – Jogjakarta

Perjalanan ini kami awali dengan doa pastinya, dengan ketidaknyenyakan tidur semalam karena udara dingin yang membuat kita gusar dan susah memejamkan mata, dibumbui dengan suasana mistis kaki gunung lawu serta beberapa cerita horor dari teman-teman yang memang bisa merasakan kehadiran “mereka”.
Hanya semangatlah yang membuat roda motor ini terus berpacu dengan jalanan yang licin karena guyuran hujan semalam, dan panas terik, dan secara tiba-tiba hujan deras di area kebun teh Karanganyar. Tapi syukurlah… kita sempat berfoto ketika hujan belum turun walau agak sedikit mendung.

Hijau, sejuk, segar..... Aaaak gak mau pulaaaang

Hijau, sejuk, segar….. Aaaak betaaaah

 

p_20160306_114835

Kayak bukit Teletubbies yak… inilah Kebun Teh Karanganyar Jateng

Wisata Kebun Teh Kemuning berada di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah atau sekitar 10 kilometer timur laut dari jalur utama Solo- Tawangmangu. Perkebunan teh ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang berada di kabupaten karanganyar. Pesona alam pegunungannya masih asri, Udara sejuk dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Lokasi tepat perkebunan ini ada di 11,10-11,250 BT dan 7,40-7,60 LS. Ketinggian tempatnya bervariasi antara 800 hingga 1.540 meter di atas permukaan laut dengen kelembaban berkisar 60 – 80 persen dengan penyinaran matahari hanya 40 – 55 persen.
Menikmati indahnya kebun teh ini bakalan lebih komplit rasanya kalau sambil meneyeruput teh panas yang fresh dan mantap khas Karanganyar ;).
Wisata Kebun Teh Kemuning berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho. Candi Palanggatan dan Menggung.
Sebenarnanya pengen mengunjungi juga Candi Sukuh yang terkenal di Karanganyar, yaitu Candi yang mirip banget sama punya suku Maya di Meksiko sana….
Tapi karena guyuran hujan jadilah kita meneruskan perjalanan saja… suatu hari nanti ane & si doi pasti bisa kesana :).

Candi Sukuh & http://travelingyuk.com/Candi Sukuh & Chichen Itza http://travelingyuk.com/

 “Difficult roads often leads you to beautiful destinations”
– One Horizon – (Pak De Riza Amrullah)

Taman Nasional Baluran “Complete Your Adventure”

Kalau pengen lihat hutan dan hamparan padang savana yang luas dengan satwa-satwa yang masih hidup liar gak perlu jauh-jauh ke Afrika sob, ternyata di Indonesia juga ada yang kayak begituan…. Maka dari itu kita berdua tertarik untuk mengunjunginya juga, syukur-syukur bisa ikut melestarikanya :).

Masih dalam rangkaian touring honeymoon kita ke 3 tempat, yaitu Batu-Bromo-Baluran. Setelah menyelesaikan touring ke 2 tempat sebelumnya, kali ini kita akan melanjutkan ke tempat adventure terakhir yaitu “Baluran”. Wooohaaaa…. jadi gak sabar pengen cepet nyampek sana…. !!!

Perjalanan kita mulai dari Bromo langsung menuju ke Situbondo dulu yang membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Ketika dalam perjalanan menuruni jalan raya Bromo kita disuguhkan oleh indahnya pegunungan yang banyak ditanami sayur-sayuran yang rata-rata menjadi sumber penghasilan mayoritas penduduk disini. Udara sejuk tak hanya memenuhi paru-paru kita tetapi juga hati kita :). Rasanya tuh gak pengen meninggalkan tempat ini, tapi perjalanan harus kita lanjutkan untuk menjelajahi alam ciptaan Tuhan lainya.

Sampailah kita di SPBU Utama Raya untuk mengisi BBM dan sekedar beristirahat untuk makan siang, namun karena tergoda oleh pesona Hotel di SPBU ini akhirnya kita memutuskan untuk menginap disini selain itu karena pertimbangan tempat penginapan disekitar Baluran yang kita belum mengetahuinya.

IMG-20141209-00794

IMG_7238

Kamar yang bersih dan rapi

Seperti yang kita duga, bersih dan rapi serta view pantai di seberang jendela dan ada balkon kecil, namun sayang kita gak sempat motoin. Waaaah bakalan bisa istirahat dengan nyaman ne kalo kayak gini :).

Morning Situbondo… 🙂

Mari breakfast dulu kemudian lanjut perjalanan ke Taman Nasional Baluran yang sudah kita impi-impikan… Bismillah semoga hari ini cerah ((doaku dalam hati)). Let’s go…. 97 km lagi…. !!!

Cuaca pada waktu itu cukup panas, tapi sebentar-sebentar mendung. Waaaaah… cuaca yang sangat plin plan, tapi kita tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan tanpa kenal lelah.

Finally…. Welcome to Taman Nasional Baluran….!!!

IMG-20141209-00795Ketika sampai di Baluran kita langsung menuju ke Pos Taman Nasional untuk membayar tiket dan menanyakan informasi seputar Baluran ini. Ternyata biaya untuk masuk lokasi ini tidaklah mahal : Rp. 2.500 untuk wisatawan domestik dan Rp. 20.000 untuk wisatawan asing dan Rp. 6.000 untuk kendaraan. Menurut informasi Taman Nasional seluas hampir 25 ribu hektar ini merupakan miniatur dari segala jenis vegetasi Indonesia. Baluran memiliki hutan musim, hutan evergreen, mangrove, savana, pantai, dan gunung, . Waooowww…. komplit sekali bukan.

Access Road

DSC04921

Access Road

Kondisi jalan dari pintu masuk sampai Savana Bekol memang rusak parah, tapi ada manfaat lain dari fasilitas jalan yang tak baik ini, bahwa pengunjung tidak bisa mengebut berkendara, sehingga terhindar dari resiko menabrak hewan-hewan liar yang bisa saja tiba-tiba melintas, selain itu juga dikhawatirkan aksesoris motormu lepas apalagi yang full box sangat berasa sekali kedahsyatan jalanya. Jika saja jalan mulus kemungkinan menambah jumlah pengunjung taman nasional.

DSC04914

Berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan

DSC04924

Jalan rusak parah

DSC04923

Disarankan menggunakan mobil seperti ini atau motor cross jika ke Baluran

DSC04919DSC04934Sepanjang perjalanan melalui hutan musim dan evergreen, kita bisa menemukan kupu-kupu warna-warni yang berkumpul di atas kubangan-kubangan air. Saat musim hujan di mana banyak kubangan air, kupu-kupu juga semakin banyak ditemukan. Ayam-ayam hutan pun banyak melintas di tepi jalan. Disini juga bisa ditemukan burung merak yang terkenal dengan keindahan bulunya, serta burung-burung aneka warna yang berseliweran sambil berkicau memecah kesunyian hutan. Namun kita sedikit kesulitan mengabadikannya karena selain terhalang oleh pepohonan, para hewan-hewan cantik tersebut masih belum terbiasa terhadap keberadaan manusia. Dan Jika beruntung, saat memasuki hutan evergreen mungkin bisa bertemu dengan macan tutul karena di sinilah habitat hewan karnivora ini hidup (hiii… sereem). Pemandangan selama perjalan sangat membuat kami terpesona :).

Hutan Musim dan Evergreen

DSC04920

Hutan Musim

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Hutan Evergreen

Hutan musim akan tampak hijau di musim hujan dan akan terlihat kering menguning di musim kemarau, sementara hutan evergreen akan selalu hijau, baik musim hujan atau kemarau. Kedua jenis hutan ini akan silih berganti menemani perjalanan kami menyusuri Baluran. Dari pintu masuk, kita akan disambut hutan musim, kemudian hutan evergreen, lalu berjumpa lagi dengan hutan musim, baru kemudian memasuki Savana Bekol.

Gunung Baluran

DSC04926 Gunung setinggi 1.247 meter ini berdiri dengan megahnya di tengah-tengah taman nasional. Gunung Baluran merupakan gunung yang sudah tidak aktif, tapi belum diketahui betul kapan terakhir kali meletus. Menurut informasi yang ane baca Gunung Baluran ni akan tampak sama bentuknya jika dilihat dari sisi utara maupun selatan. Simetris!

Savana Bekol

???????????????????????????????

Ini bukan di taman safari/kebun binatang, tapi ini benar-benar di hutan

DSC04938DSC0494810858020_4960579710474_597013282677722851_n10847824_677467729034353_4698885624203660854_n

Banyak yang bilang Savana Bekol adalah “The Little Africa in Java.” Cukup beralasan, karena begitu ane & si doi sendiri memasuki kawasan savana ini, langsung tercium dan terasa sekali aroma Afrika, meski kami pun belum pernah menginjakkan kaki di Benua Hitam. Padang rumput yang luas sedang menguning dengan beberapa pohon tersebar di pinggir dan di dalamnya. Kumpulan rusa berlari-lari di tengah savana dan monyet-monyet yang bermain berlarian bersama koloninya sungguh menggambarkan kegembiraan mereka hidup bebas di alam liar. Waooowww…. rasanya masih belum percaya kalo kita benar-benar berada di dalam hutan liar.

Pantai Bama

DSC04962DSC04965DSC04970

DSC04967

Ada fasilitas outbond & penginapan di depan Pantai Bama

DSC04968

Ada yang lagi ngambek gara-gara kehauasan ne yeee…. hehe

Pantai Bama merupakan ujung dari jalan akses yang membelah Baluran. Berjarak 3 kilometer dari Savana Bekol. Memasuki Pantai Bama, kita akan disambut dengan pohon ketapang dan kesambi besar-besar yang rindang dengan puluhan monyet ekor panjang yang bergelantungan. Tapi jangan harap akan mendengar suara ombak. Kita sendiri heran melihat laut Bama yang begitu tenang, nyaris tanpa ombak. Pantainya berpasir putih dan garisnya tidak begitu panjang, selebihnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Sampai sejauh lebih dari 1 kilometer, kedalaman pantai ini hanya selutut orang dewasa, sehingga aman untuk aktivitas air bagi yang tak pandai berenang. Tanda batas laut dalam adalah warna biru tua. Pantai ini memang benar-benar tersembunyi dan masih sangat alami, hal itu terbukti dari situasi yang benar-benar sepi disini. So, bagi yang menyukai keheningan dan membenci keramaian pantai ini mungkin akan sangat cocok.

Penginapan

Eh, iya selain terdapat penginapan di Pantai Bama , terdapat pula wisma-wisma di posko dekat savana bekol. Namun, perlu sangat waspada jika menginap disini. Karena lokasinya ditengah hutan dan masih banyak hidup satwa liar serta kondisi yang sangat sepi. So, jangan kaget jika kedatangan seekor/segerombolan satwa yang bertamu malam- malam ya…

Ok… it’s time to go back….
Yippyy….. it’s very amazing and great adventure ever….  🙂
Uda gak sabar ingin menceritakan dan menuangkan semua pengalaman seru ini kedalam blog kita :).

Bye Baluran….. Thanks for complete our adventure,
semoga kita selalu bisa menjaga dan melestarikan hutan-hutan yang ada di Indonesia tempat para satwa tinggal, paru-paru dunia, dan surga yang tersembunyi di tengah belantara.

“Bumi yang tiada rimba, seumpama hamba, dia dicemar manusia yang jahil ketawa.
Bumi yang tiada udara, bagai tiada nyawa, pasti hilang suatu hari tanpa disadari.Bumi tanpa lautan, akan kehausan, pasti lambat laun hilang.
Duniaku yang malang” – Hijau-Zainal Abidin

Amazing of Mount Bromo

Bromo…. ??? yess… siapa sih yang gak tau, siapa sih yang gak kenal akan keindahan pesonanya.

Yaaak….. itulah yang selalu ngomporin ane untuk menapakkan kaki di gunung berapi nan indah itu, merasakan udara sejuknya, sambutan matahari terbit, dan menikmati panorama karya Sang Pencipta yang sangat agung.

So, perjalanan kali ini masih dalam 1 rangkaian touring honeymoon kita, yakni ke Batu-Bromo-Baluran. Setelah 2 hari bertandang ke Batu Malang, kita pun meneruskan perjalanan ke Bromo yakni pada tanggal 07-12-14. Kita memutuskan untuk mengambil rute melalui jalur Probolinggo, sebenarnya ada jalur terdekat kalau arah kita dari Malang, yakni lewat Tumpang. Cuma menurut si doi yang uda pernah melewati jalur itu kontur jalanya kurang bagus dan biasanya sepi tapi panoramanya sangat indah apabila lewat jalur itu. Nah, karena bawaan kita full box dan hanya berdua saja makanya kita nyari aman aja deh dengan lewat jalan yang umum.

Perjalanan dari Malang-Probolinggo memakan waktu kira-kira 2 jam, dan sepanjang melintasi Malang, hujan terus menyerang. Mengendarai dalam keadaan hujan memang sangat tidak nyaman, selain karena pandangan yang jadi terbatas juga karena sepatu berasa becek akibat kemasukan air dan waspadalah dengan kontur jalan berlubang yang tertutup air hujan, karena itu bisa jadi TRAP.

Setelah sekitar 4 jam menikmati drastisnya perubahan cuaca dari hujan deras ke panas menyengat akhirnya sampailah kita di Bromo. No….. !!! gak semudah itu sob, kita uda sampai sih di kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), tapi besok dini hari baru ke Bromo. Dan sekarang saatnya kita untuk beristitrahat terlebih dahulu at Yoschi Hotel yang terletak tak jauh dari lokasi wisata Gunung Bromo.

wellcome to yoschi's

Welcome to Yoschi Hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

 Oh, iya sekedar info bahwa mencari penginapan di kawasan wisata Gunung Bromo ini sebenarnya tidak mudah lho sob. Walau banyak sekali hotel dan villa (rumah penduduk) yang ditawarkan, namun kita musti jeli dan mempertimbangkan segala aspek. Karena harga yang ditawarkan tidak cukup terjangkau dan relatif mahal namun fasilitas yang ditawarkan kurang memuaskan belum lagi banyak calo yang terkesan memaksa untuk menggunakan jasanya. Di Yoschi Hotel ini fasilitas yang ditawarkan adalah kamar yang cukup nyaman dan bersih dengan nuansa etnik bergaya tradisional khas Bali yang dipadukan dengan ornamen khas Jawa. Ada kamar mandi di luar yang dilengkapi air hangat, hotel ini juga menyediakan Mushola. So, bukanya mau promosi tapi ini hanya berdasarkan pengalaman saja 🙂 .

yoschi-s-guest-house

View di depan hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

Nah…. ini benar-benar honeymoon rasanya…. Dingin, tenang, pemandangan yang indah di pegunungan…. gimana gak tambah romantis coba…. hihihi.

Yaaak setelah meletakkan barang-barang kita di kamar dan bersitirahat sejenak, lanjut ke dekat pintu masuk TNBTS untuk mencari warung dan mengisi perut-perut kita yang sedari tadi keroncongan.

IMG-20141207-00300

Warung depan TNBTS

Nah… sekedar info juga ne bagi yang nyari kuliner di depan TNBTS ini ada warung/restoran yang murmernak dengan harga yang sesuai dengan kantong para bikers/backpacker ne, letaknya persis sebelum loket tiket masuk TNBTS…. 😉 (y).

IMG_7187

Ada yang lagi ngumpet ne di bawah meja warung :3

IMG_7181

Senja di Jalan Raya Bromo

Setelah mengisi perut kita dengan Nasi Rawon, plus mie goreng dan teh panas yang cepet dingin, kita langsung balik ke hotel untuk beristirahat agar bisa segar dan fit lagi untuk adventure besok.

Morning Bromo…. 🙂

Mungkin it’s too early to wake up…. hoooaaahmmm….. karena jam masih menunjukkan pukul 2.30… padahal tadi lagi asyik-asyiknya mimpi ke Gunung Bromo… yaah musti buyar gegara alarm sialan yang bangunin. Eeeets…. mimpi itu bakalan terwujud kok, kalo segera bangun ;). Yaapp… kita langsung bersiap-bersiap berangkat kesana untuk melihat keindahan sunrise… sepagi ini kah??? sedingin kah??? yess…. gak ada kompromi buat petualang sejati. Kalo kata orang tua, rejeki bakalan dipatok ayam kalo bangunya siang… nah… sama juga dengan alam… bukan hilang karena dipatok ayam… but “Thing will look better in the morning” :).

Alhasil tanpa mandi dan gosok gigi langsung gaspol menuju Penanjakan 1 (view point) buat melihat keindahan Gunung Bromo. Untuk menuju ke tempat ini bisa di tempuh dengan Motor/Jeep yang disewakan. Satria FU full box bakalan mengantarkan kita kesana dengan sepenuh tenaga karena melewati tanjakan sampai buat si Satria ngos-ngosan.

Dan Perjuangan berat itu emang gak ada yang sia-sia, semua terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. :’)

bromo

IMG_7197

Suasana saat melihat panorama dari Penanjakan 1

Wooohaaa….. This is it…… Amazing of Mount Bromo….. 🙂
Namun karena cuaca yang mendung gak bisa lihat perfect sunrise deh… hikz :'(, menurut informasi waktu yang tepat untuk melihat keindahan sunrise di Bromo adalah bulan Maret-Agustus.

IMG_2840

Mungkin seperti ini jika sunrise (Dok. si doi ketika kesini tahun lalu di bulan Juni)

Ok let’s go to the next beautiful place. Yup, kita akan turun menuju pasir berbisik dan ke kawah Gunung Bromo ;).

IMG_7202

Suguhan keindahan alam selama diperjalan menuju Pasir Berbisik

IMG_7213

Pasirnya gak bisa berbisik karena habis disiram hujan 😦

Menurut informasi yang ane baca, nama Pasir berbisik itu sendiri diambil dari nama film dengan judul tersebut yang dibintangi artis cantik Dian Sastro yang lokasi syutingnya disana, dan sejak saat itulah terkenal dengan nama Pasir Berbisik. Karena ditempat ini ketika angin bertiup kencang, deru angin akan membawa butir-butir pasir bagaikan bisikan-bisikan yang menyerukan keindahan alam Bromo.

Hamparan lautan pasir yang begitu luas dengan Gunung Batok yang tinggi menjulang, dan dikelilingi pegunungan dan perbukitan yang menjadi magnet keindahan Bromo. Dan… tak hanya itu yang menjadi daya tarik keindahan Bromo, karena di tengah lautan pasir tersebut berdiri sebuah Pura tempat religius tempat sembahyang suku Tengger yang beragama hindu dan juga tempat untuk Tirta Yatra umat Hindu dari Bali yaitu Pura Luhur Poten.

pura-bromo

Pura Luhur Poten (Courtesy : asli-oi)

Pura Luhur Poten Suku Tengger Gunung Bromo

View dari kawah Bromo (Courtesy : Dewa)

Setelah menikmati keindahan Pasir Berbisik & Pura Luhur Poten, kita bergegas untuk naik ke Kawah Gunung Bromo. Tenang sob, di sini tidak perlu bersusah payah mendaki, karena sudah ada puluhan anak tangga yang memudahkan akses mencapai kawah, dan juga ada kuda yang disewakan untuk mengantarmu sampai di bawah kaki anak tangga.

lautan-pasir-gunung-bromo-big-711

(Courtesy : batasnusa)

Dan kita memutuskan untuk berjalan kaki saja untuk melewati tanjakan yang tidak terlalu tinggi sembari olahraga gitu ceritanya (padahal sih karena menghemat budget) hehehe.

IMG_7236

Tangga menuju Kawah Bromo

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 MDPL, dan masih aktif hal ini terbukti dari kawahnya yang mengeluarkan asap dan telah beberapa kali meletus, letusan terakhir terjadi pada tahun 2010.

IMG_7226

Kawah Gunung Bromo

IMG_7219

Pemandangan dari puncak Bromo

Setelah menikmati keindahan kawah dan pemandangan dari puncak Gunung Bromo, kita pun memutuskan untuk segera turun. Karena Jam Breakfast dari hotel sudah mulai mevet, selain itu juga karena perjalanan kita masih harus berlanjut lagi ke “Baluran”.

IMG_7233

Bye….

Setelah Breakfast dan kemas-kemas kitapun langsung gaspol menuju Situbondo. Walau gak dapet perfect sunrise, but I’ll Promise to back here again to catch it someday :). Keindahan alam Gunung Bromo akan selalu membuat kita rindu….  Bye Bromo :’).

*Bersambung ke Blog Berikutnya

Goes to Batu Malang

Setelah wara wiri dan sibuk sana sini buat acara nikahan kita…. So, It’s time for honeymoon Beb….. yipppyyyyyyy I’m ready for vacation…. I’m ready for vacation….!!!!!

Tapi… mau kemana kita??? ke Singapura, Malaysia, atau Eropa??? oowwh tentu tidak… Selain karena terpentok budget juga karena Indonesia jauh lebih indah dari negara lainnya sob… 🙂 lagian tujuan wisata ke negara-negara tetangga itu sudah terlalu mainstream…. kita menginginkan sesuatu yang beda…. bukan hanya tujuannya yang beda, tapi caranya juga. Well, akhirnya memutuskan untuk honeymoon sekaligus adventure ke 3 tujuan, yaitu “Batu-Bromo-Baluran” dan dengan membawa serta si Satria FU full box pastinya.

Perjalanan kita awali ke Batu Malang terlebih dahulu karena pas kebetulan ada acara Gathering Nasional Kaskus, kan mayan juga tuh bisa kumpul-kumpul offline bareng temen-temen Kaskus se-Jatim & Bali, dan kabarnya bakalan ada temen-temen dari Jakarta juga yang dateng seru banget pastinya…. Iya secara ketemu agan dan aganwati yang smart dan gokil-gokil gitu pastinya.

Jumat pagi tanggal 05-12-2014 kita berangkat dari Denpasar langsung menuju Pakis (Malang) dengan mempersiapkan segala perlengkapan, karena kita akan melewati perjalanan yang panjang dan melawan cuaca yang tidak bersahabat karena musim hujan.

IMG-20141205-00778

Good prepare is needed

Tak lupa kita berdoa agar selalu dijaga dan diberikan keselamatan oleh Tuhan O:). Dan kita mulai perjalan dengan hati yang riang dan bangga karena uda lama kita vakum touring dan kini saatnya kita berpacu dengan jalanan lagi dan menjelajahi indahnya alam Indonesia :).

Setelah kurang lebih 3 jam menempuh perjalanan akhirnya kita sampai di Pelabuhan Gilimanuk, dan melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi selat Bali menuju pulau Jawa dengan Ferry Boat.

IMG_7067

on Ferry Boat

Perjalanan dengan Ferry Boat sampai Ketapang memerlukan waktu kurang lebih 90 menit, dan perjalanan masih harus terus dilanjutkan menuju SPBU Utama Raya Situbondo untuk ngasih minum Satria FU dan take a rest.

Benar saja cuaca memang sedang tidak bersahabat, baru sebentar jalan dari Ketapang menuju Situbondo langsung diguyur hujan lebat, dan terpaksa melipir sebentar untuk mengenakan jas hujan. Eh, BTW ada yang punya jas hujan baru ne yeee….. ((uhuuuk)) :D.

Perjalanan kami lanjutkan kembali dan berperang melawan hujan melewati jalanan panjang berliku dan memasuki hutan Baluran yang sepi dan gelap akibat mendung yang menyelimuti langit. Nah, ini yang sangat perlu diwaspadai oleh riders ketika hujan… yaitu kontur jalan berlubang dan bergelombang. Karena ketika hujan, kontur jalan yang berlubang tersamarkan oleh air hujan yang menutupinya apalagi pandangan juga terbatas dan ban motor bisa rawan selip.

Sampailah kita di SPBU Utama Raya Situbondo setelah berkendara sekitar 4 jam, lumayan juga bikin pantat tepos…. pfuuiiihhh. Setelah beristirahat sejenak untuk sholat dan mengganjal perut kita yang keroncongan, langsung gaspol sekitar 4 jam lagi menuju Pakis Malang untuk bermalam di rumah Saudara. Hujan tidak akan mampu menyurutkan semangat kita, karena “If you don’t ride in the rain, you don’t ride !”. Semangaaaat……. !!!

IMG-20141205-00779

If you don’t ride in the rain, you don’t ride!

Akhirnya sampai juga kita di Pakis Malang setelah berkendara selama kurang lebih 4 jam menembus hujan deras. So, let’s take a rest.

Morning Malang…… 🙂

Alhamdulillah… mayan segeran juga setelah tidur sejenak, karena pagi ini kita harus melanjutkan perjalanan lagi menuju  lokasi acara Gathering yaitu di Batu Malang yang membutuhkan waktu kurang lebih 1  jam lagi untuk menuju kesana.

Terobos hujan…. dan akhirnya sampai juga di Alun-alun Kota Batu Malang…. HO HO HO HO…… 😀

10846233_4951047232168_2273099538086829150_n

Alun-alun Batu Malang

Nah, kalo maen ke Alun-alun Batu Malang jangan lupa melipir nyari KSB gan…. (Koperasi Susu Batu). Lokasinya tak jauh dari Alun-alun situ gan ;). Rasanya fresh dan enak banget…. maklum masih alami gan meres langsung dari si ibu sapi hehehe :D.

Nyeruput KSB anget dulu gan ;)

Nyeruput KSB anget dulu gan 😉

Setelah di search di GPS ternyata lokasi gatheringnya tak jauh dari Alun-alun, kita pun jadi lebih bersemangat… karena tujuan sudah semakin dekat :).

Waaaaah itu dia villanya….. !!!! :-O

Villa-Hollanda

Hollanda Villa

IMG-20141206-00781

Akhirnya sampai juga…..

IMG-20141206-00780

Akses jalan ke Hollanda Villa

Ternyata kita adalah peserta pertama yang datang…. HAHAHAHA 😀 kerajinan banget sih kita…. lokasinya masih sepi banget…. jadi kesempatan deh buat keliling dulu 😀

682931_20141020125033

Balkon lantai 3

IMG-20141207-00784

View dari kamar

Asyeeeek…… ini dah untungnya dateng duluan, kita jadi bebas milih kamar dulu… HOHOHOHOO, yoook istirahat dulu sembari nunggu peserta lainya dateng, karena acara Gathering ini diikuti oleh berbagai Regional, yaitu Madura, Surabaya, Jember, Bali, Bromo, Kediri, dan Malang sendiri serta ada juga kaskuser-kaskuser dari regional Bekasi dan Banyumas. Waooowww pasti bakal seru banget nih ;).

Ketika siang hari mulai berdatanganlah para kaskuser tersebut, kita sempatkan mengobrol dan saling menyapa… ternyata banyak juga pesertanya dan terlihat sangat antusias untuk mengikuti acara ini.

IMG-20141206-00290

This is our ID Card

IMG-20141206-00294

Nyulik anaknya om Adit, biar cepet nular 🙂

Hari mulai beranjak malam udarapun semakin dingin, acaranya masih santai. So, kita manfaatkan moment ini sekaligus bulan madu gitu…. hehehe

Gathnas 02

Ngumpul di balkon

Gathnas 03

Ngumpul di aula, dan perwakilan masing-masing regional

15789525929_0f08cdcb4f_c

Ruamenyooo….

IMG_7164

Itu kunang-kunang? atau bintang? bukan… itu citylight of Batu sob 😉

Hari sudah semakin gelap dan beranjak malam, mata uda gak kuat melek, lelah dan ngantuk sangat. Akhirnya kita memutuskan untuk menuju kamar dan berisitirahat lebih dulu.

Morning Malang…… so cool and fresh air here 🙂

Masih di kota Batu Malang, hooooaaah….. udara yang segar memenuhi paru-paru kita…. apalagi disambut panorama yang sangat asri dan sangat indah pastisnya…. waaaahhh betah banget kalo disuguihi pemandangan kayak gini setiap hari, namun hari ini menjadi hari terakhir pada acara Gathering Nasional Kaskus ini. Karena acara masih santai, kita memutuskan untuk menjelajah dan berpetualang sendiri di area Gunung Panderman masih di area lokasi Vila Holanda ini.

IMG_7171

Nanjak ke Gunung Panderman

Dan kami pun balik ke villa untuk istirahat sejenak dan persiapan untuk balik duluan selagi acara masih berlangsung, maap gan kita gak bisa ngikut full acaranya… karena kita juga masih punya misi yang lain.

IMG_7173

Say cheeese from Regional Bali

15787339730_23b590c93c_b

Bye all regional kaskuser, see you next time 🙂

Setelah berpamitan dan berfoto, kami pun langsung tancap gas menuju ke “BROMO”, thanks all regional see you later 🙂

*Bersambung ke Blog Berikutnya

Let’s Get Lost, Let’s Go to Ijen

Setelah 6 hari full sibuk dengan kerjaan yang numpuk & rutinitas yang sangat… sangat membosankan, maka weekend adalah saat yang dinantikan. Dan pas hari minggu datang apa yang  dilakukan? bersih-bersih rumah/kos, nyuci, nyapu, ngepel, mandiin kucing, mandiin motor, ato yang ada malah mesra-mesraan sama guling dan kangen-kangenan sama kasur…. nyentuh air buat mandi pun enggan ((yang kesindir pasti cengar cengir)) hahaha 😀

Emang bener juga sih pas hari minggu itu TV dan kasur lagi manja-manjanya sama kita, pas uda leyeh-leyeh pasti langsung nyetel TV dan apa yang terjadi…. hampir semua acara adalah jalan-jalan dan wisata kuliner…. mengunjungi berbagai tempat, berpetualang ke berbagai daerah yang luar biasa indah, menikmati kuliner yang maknyosss…. yang bikin kita tergiur, tergugah, terlena ((lap iler)) lantas apakah kita hanya akan membayangkan dan berimajinasi saja??? Tapi kapan… kapan itu semua akan terwujud? kalo hanya diam cuma menyaksikan dan bermalas-malasan saja. C’mon guys…. get your backpack, take your bike and lets get the adventure  😎

Let’s get lost….. let’s go to Ijen….. hohoooy…..!!!!

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di daerah Banyuwangi Jawa Timur Gunung ini mempunyai ketinggian 2.799 m dan telah empat kali meletus (1796, 1817, 1913, dan 1936). Untuk mendaki gunung ini bisa berangkat dari Bondowoso ataupun dari Banyuwangi. Dan yang paling terkenal dari Gunung Ijen adalah terdapat kawah yang sangat indah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2799 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman kawah 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar, ada lagi yang lebih mengagumkan lagi. Kawah Ijen adalah satu-satunya kawah di Indonesia yang memiliki fenomena alam “Blue Fire”. Di dunia, hanya ada dua tempat yang memiliki fenomena tersebut. Selain Indonesia,  blue fire juga terdapat di Islandia.

Ane dan si doi merencanakan ini udah lama beud…. tapi karena situasi dan kondisi yang gak mendukung maka kita merencanakan untuk melakukan petualangan ini pada Sabtu 14 Juni 2014 ((catet)). dan pastinya kita tidak berduaan aja, tapi dengan ketiga teman lainya juga. Perjalanan kali ini akan tidak mudah dilalui, tidak hanya sekedar hiking tapi juga touring karena jarak dari Denpasar-Banyuwangi yang cukup jauh. Jadi stamina dan persiapan yang prima sangat dibutuhkan disini.

Kami berlima memulai perjalanan dari Denpasar di tikum (Titik Kumpul) yang sudah disepakati sekitar pukul 15.30. Syukurlah cuaca sangat cerah disepanjang perjalanan, namun tetap waspada karena pada saat itu angin kencang datang menyerang, jadi kendaraan harus tetap seimbang menghadapi terjangan angin selama diperjalanan…. apalagi motor yang ada box nya dan ada boncengernya ((uhuuk)).
Akhirnya setelah 3 jam perjalanan sampailah kita juga di Pelabuhan Gilimanuk, dan terombang ambing dilautan selama 90 menit. Perjalanan yang cukup melelahkan jadi gak berasa karena selalu diiringi canda tawa dari kita semua……  🙂

f0cc516417597c895ae5bb50aa3a39c7_a

Pelabuhan Gilimanuk – Bali

img_3142

Ferry Boat

Sampai juga kita di Pelabuhan Ketapang….. hoooaaah akhirnya ane dan si doi menginjakkan kaki lagi di tanah jawa….. :). Dan Perjalanan kami hentikan untuk melipir dulu di Restoran Kobe tak jauh dari pelabuhan untuk mengisi perut-perut kita yang uda dangdutan sedari tadi 😀

IMG-20140614-00211

Melipir dulu ke Kobe

Setelah puas menyantap ayam goreng, nasi goreng dan rawon pesenan dari teman-teman, kami pun melanjutkan kembali perjalanan dari pelabuhan Ketapang menuju ke SPBU Ketapang untuk ngasih minum motor & menunaikan sholat. Perjalanan belum berakhir karena tujuan masih jauh….. hari pun sudah mulai gelap, bahkan dari tempat kita berdiri sekarang pun gunung Ijen masih belum terlihat…. si doi sih uda pernah kesana, tapi kita tetap memakai Google Maps sebagai panduan agar tidak tersesat selama diperjalanan, karena perjalanan di malam hari lebih berbahaya dibandingkan dengan siang hari. Penerangan dari lampu kendaraan kami sangat membantu menyisir gelapnya jalan, perjalanan makin lama makin masuk ke jalan yang mulai sepi, kiri kanan jalan adalah hutan, sawah, dan sedikit lalu lalang kendaraan lain. Hujan mulai turun rintik-rintik, tapi kita gak mau dikalahkan hujan… perjalanan tetap kita lanjutkan. Google Maps tetap bersama kami agar tidak salah jalan, namun jalanan aspal yang kita lewati sedari tadi lama-lama berubah menjadi jalanan berlumpur & berbatu yang masuk ke dalam perkampungan yang sepi. Apalagi sembari diguyur hujan menyebabkan jalanan licin. Akses jalanpun semakin menanjak, motor semakin meraung berusaha membawa kami…. sempat oleng beberapa kali, si doi berusaha menyeimbangkan motor…. tapi ketika melewati jalan yang tidak rata dan menanjak serta berbatu kami pun jatuh juga :o. Tapi syukurnya kami berdua baik-baik saja ((pfuuiihhhh)) perjalanan yang sangat mendebarkan, bagaimana tidak…. jalanan sangat sepi, ekstrim pula, hujan turun rintik-rintik, kabut tebal. Setelah dibantu teman menegakkan motor kita yang jatuh, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan dan berharap bertemu dengan warga di daerah itu untuk bisa menanyakan jalan ke tempat tujuan. Jalanan mulai menurun dan rasanya pertanda buruk dari motor kita yang mulai oleng lagi karena licinya jalan tersebut, dan benar saja motor hampir saja jatuh lagi…. namun dengan sigap si doi menahan motor di dinding tebing dengan tangan kanannya kalo tidak……… mungkin kita sudah jatuh dari selokan :(. Tuhan…. selalu jaga dan lindungi kami….. tak henti-hentinya ane berdoa di dalam hati. Kasian si Doi pergelangan tanganya terkilir gegara melindungiku Hikz :'(. Dan benar saja Tuhan memang maha mendengar, tak berapa lama tampak lampu sorot motor dari kejauhan…. dan ketika sudah dekat kamipun bertanya jalan menuju Ijen. Setelah mengikuti petunjuk dari warga tersebut akhirnya sampailah kita di pos kaki gunung Ijen sekitar pukul 22.00 WIB. Ternyata jalan yang kita lalui itu memang bukan jalanan yang umum… hadeeeh sialan si mbah google membuat kita tersesat !.

Bulan terlihat temaram karena tertutup kabut yang cukup tebal, udara dingin terasa menusuk tulang. Kami pun memutuskan untuk berisitirahat di warung-warung yang ada di seputaran pos kaki gunung, karena disana tidak di sediakan penginapan hanya ada aula yang biaya sewanya cukup mahal yaitu sebesar Rp 250.000. Oh, ya untuk masuk ke Lokasi ini hanya dikenakan biaya parkir saja yaitu Rp 5.000 saja. Kami pun memesan mie kuah & kopi untuk menghangatkan tubuh sembari menunggu waktu pendakian karena pada jam 02.30 jalur pendakian di buka. Waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB pada saat itu kabut semakin menebal, udara benar-benar dingin…. kami gak bisa tertidur lelap karena udara yang tidak bersahabat, akhirnya kami mencoba menghangatkan diri di dekat api unggun milik group lain.

Tibalah saatnya mendaki, tepat pukul 02.30 WIB, ternyata jam segitu sudah ramai sekali pendaki-pendaki dari berbagai daerah, dari yang tua sampai anak kecil pun bersemangat ikut mendaki, dan ada bule juga. Kita harus mendaki sekitar 3 Km dari kaki gunung menuju puncak, pfuuuiiihhhhhhh semoga kita bisa sampai puncak dengan selamat karena medan cukup berat, SEMANGAT…… !!!!!!!!!!!!!!! tapi baru beberapa menit mendaki kok uda berasa ngos-ngosan banget yaaa…. beda sama pas kita mendaki di Batur, apa karena ane terlalu menyombongkan diri yaaa…. berpikir bahwa bisa menaklukan Gunung Ijen :(. Tuhan maafkan hambamu yang sudah tinggi hati ini, ternyata Gunung ciptaan engkau ini lebih tinggi dari ego hamba :'(. Pas lihat kebawah kepala berasa pusing dan kayak mau jatuh…. muka si doi terlihat kelelahan…. sampe gak tega liatnya, kita berdua pun saling support dan bersama-sama mendaki dalam gelap.

bulan

Bulannya uda kayak di film-film horor

Bulan setia menemani perjalanan kami karena pada saat itu adalah bulan purnama, jadi sedih deh gak bisa liat milky way ⭐ :(. Bau belerang mulai tercium sepertinya tujuan kita semakin dekat, kami pun semakin bersemangat melanjutkan perjalanan. Dan akhirnya sampailah kita di puncak Gunung Ijen, walau masih tertutup kabut karena masih pukul 04.30 namun pemandanganya sangat luar biasa indahnya……. seperti di dalam mimpi atau di film-film rasanya, masih belum percaya bahwa kami benar-benar berada di sini :o. kami pun berisitirahat sambil mengagumi keindahan alam yang sangat agung di sekeliling kita. Mendaki itu tidak hanya butuh sepasang kaki yang tangguh, tapi mental dan ketangguhan hati.

kawah ijen5

Pemandangan di sekitar kawah yang masih diselimuti kabut

Kami ingin sekali melihat keindahan fenomena Blue Fire, namun ternyata masih harus turun di kawah sekitar 60 menit lagi dengan jalanan berbatu yang sangat terjal. Karena kondisi medan dan fisik serta keadaan sepatu yang licin dirasa cukup berbahaya untuk turun, sehingga kami mengurungkan niat untuk melihatnya 😦 tapi kami bertekad akan tetap melakukan Blue Fire Expedition suatu saat nanti dengan persiapan yang lebih matang lagi. Selanjutnya kita memutuskan untuk melihat sunrise di puncak yang berbeda, namun adzan subuh telah berkumandang, suaranya terdengar sangat nyaring terdengar dari puncak gunung…. Subhanallah…. Tuhan sungguh agung kuasamu ini…. tak henti-hentinya kami mengucapkan rasa syukur dan memuji ciptaan Illahi Robbi 🙂

DSC04779

Tempat & kondisi bukan jadi persoalan untuk tetap melaksanakan ibadah. Bentangkan sajadah dan laksanakan sholat subuh, hati berasa lebih dekat dengan Tuhan ketika kita melakukan sholat di puncak gunung

Kami pun harus mendaki lagi untuk melihat keindahan sunrise dari puncak Gunung Ijen, dan dari sana juga kita bisa melihat Blue Fire yang menakjubkan walau hanya melihat dari kejauhan.

10447400_10202399906382922_7554451061934549588_n

Sesuatu yang bersinar dari puncak, sang surya akan segera menampakkan dirinya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bukan gunung yang kita taklukkan, tetapi diri sendiri. Saat berpetualang, jati diri akan terasah tajam

10492560_4376330264603_8175458357872712864_n

Ketika genggaman tangan & langkah kaki bergerak beriringan, ketika mata menatap dengan penuh keyakinan, bawalah ia pergi bersama menuju kebahagiaan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Alam ada untuk mengingatkan betapa kecil kita di dunia, tinggikan harapan, namun tetap tundukan kepala

IMG_2061

Kawah Gunung Ijen

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia. So, jangan coba-coba berendam atau main air di situ yaak 😀

Ketika sedang asyik menikmati pemandangan tiba-tiba si doi membawa sesuatu seperti kertas, heran juga ini kenapa teman-teman yang lain juga merekam video dan siap dengan kamera…….. Ohhhh God…. ternyata diaaaaaa…..

DSC04798

“Hiii …….. Wawa”

DSC04799

“I’ve been thinking about us”

DSC04800

“I love you when we meet”

DSC04801

“But now I love you more”

DSC04802

“Then one day I realized”

“I want to grow old with you”

"In this place, top of mount Ijen (2.99 MDPL)"

“In this place, top of mount Ijen (2.799 MDPL)”

"I want to give you something"

“I want to give you something”

DSC04806

“Something for you to remember forever”

DSC04807

“So, I wanna ask you”

DSC04808

“Will you……”

DSC04809

“………………………..”

DSC04810

“………….??”

DSC04811

“Will you marry me?”

DSC04812

He gives me a flower

DSC04816

Air mata haru jatuh tak tertahankan

DSC04821

Then I said “Yes, I do” lalu doi menyematkan cincin di jari manisku 🙂

DSC04822

Udara dingin seketika berubah jadi hangat karena cinta yang menjalari hati ini, makasih yaaa :’)

DSC04827

Thanks for everything dear :’)

Sumpah gak nyangka bangeeeet…. rasanya kayak mimpi…. kayak di film-film gituu…. ternyata si doi yang gak ada tanda-tanda romantisnya sama sekali bisa buat surprise yang so sweeeeeeeeet bangeeet…. hoooaaaaa :'(. pengen deh rasanya teriak-teriak dari puncak gunung ini…. biar semua orang tau rasa haru dan bahagia yang meluap-luap dari dalam hati ini :’). Ane yang sedari dulu selalu membayangkan indahnya kisah romantis di film-film atau membaca novel yang sangat dramatis…. sekarang…. sekarang ane ngerasain sendiri…. :’)

Matahari uda semakin tinggi, kini saatnya kita kembali. Timbul semangat yang sangat berkobar dalam diri, seperti habis di charge gitu rasanya….. cinta emang selalu bisa memberikan energi positif dalam diri…. huhuuhuhuh.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

My Man ^^’

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Terimakasih temen-temen udah sukses bantuin bikin surprisenya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Say cheese before we go back

Ijen Mancing

Tempat ini akan selalu menjadi kenangan :’)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berasa kayak di negeri di atas awan 😮

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pemandangan yang sangat menakjubkan ketika menuruni Gunung Ijen

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

WARNING

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Let’s go back to Bali….. !!!!

That’s so great Adventure and so sweet moment in my life….. thanks for everything dear….. :’)

Batur Adventure

Pernah gak terpikir….  dengan hidup kita yang monoton, ngebosenin, rutinitas yang gitu-gituuuu ajaa….. rasanya jenuh bangeet…. berangkat kerja, melototin monitor, diomelin si bos, di kasih kerjaan yang numpuk, dan dikejar-kejar deadline…. and wal hasil pulang dengan muka kusut kayak gulungan kabel, lecek kayak kertas yang di bejek…..

Daaaan…. gak sampek situ ajaa… nyampek kos pun kebosenan tetep melanda, bukan karena teman atau pasangan yang gak asyeek…. tapi karena hal-hal atau aktivitas tersebut sudah sering kita lakukan, misalnya hang out, makan bareng, nonton, dan jalan-jalan ke mall.

“Let’s Try Something New” gitu sih kata orang-orang…. kalo uda bosen marilah kita mencoba sesuatu yang baru…. eeettts… bukan pacar baru yaa tapi pengalaman baru heheheh 😀

Tepatnya tanggal (13 – 10 – 13) kita memutuskan untuk menapakkan kaki di puncak tertinggi ketiga di Bali yaitu Gunung Batur. Untuk pemanasan Ok lah…. karena puncak tertinggi pertama adalah Gunung Agung dan yang kedua Gunung Batukaru masih terlalu ekstrim. Sudah lama juga ane vakum mendaki, terakhir pas masih SMA masih ABG… tenaga masih kuat-kuatnya… semangat masih membara-membaranya….. nah kalo sekarang???? (berasa uda tua banget yeeee) 😀

Gunung yang terletak di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini memiliki ketinggian 1.717 meter dari permukaan laut dan masih aktif, sebelumnya kita telah mensurvey dan mempersiapkannya. Yang pasti kita tidak sendiri…. si doi mengajak 2 orang teman yang sudah pernah mendaki kesana sebelumnya ane pun juga mengajak 2 orang temen lain yang sama-sama masih amatir. Karena perjalanan dan pendakian cukup banyak resiko dan medan pendakian yang cukup ekstrim.

Sekitar pukul 00.00 tengah malam kita sudah berkumpul untuk mempersiapkan perjalanan. Fisik yang prima, obat-obatan, makanan secukupnya, jaket yang cukup menghangatkan, kompor parafin, panci kecil,  dan yang paling utama adalah senter, karena perjalanan dilakukan dini hari, dan tentunya di sana tidak ada penerangan hanya mengandalkan sinar rembulan dan bintang dari alam.

Perjalanan kita mulai pada pukul 00.10 dengan mengendarai sepeda motor berbarengan dari Denpasar menuju Kintamani, saat itu langit terlihat sangat bersahabat, jalanan lenggang, angin malam yang dingin menghujam, dan lampu kota yang temaram. Ketika mulai memasukin kawasan Kintamani, anjing-anjing di pinggir jalan seolah menyapa kami… “heeeey selamat datang di kota kami….” dengan suara gonggongannya yang bikin ngeri…. udara dingin semakin berasa menusuk persendian, ane semakin meringkuk di balik punggung si doi, dan kurasakan gigiku yang gemerutuk menahan dinginnya malam. Jalanan semakin menanjak, ku tengok kiri dan kanan seperti tak ada kehidupan….. sunyi…. sepi…. aku benci…. (Gubrak….!!!! *ada apa dalam cinta bangeeet* #GagalFokus 😀 ) ane malah suka dengan suasana seperti ini 🙂 karena dari kesunyianlah terasa dekat kepada-Nya sang pencipta :). Gunung Batur tampak sangat kokoh di depan kita, mampukah kita sampai di puncaknya??? Wallahu A’laam…. hanya langkah rendah hati kitalah yang mampu membawa kita kesana.

Dan waktu menunjukkan pukul 01.30 sampailah pada medan yang kami tuju, GUNUNG BATUR “We Are Coming…..!!!!!! sambutlah kami dengan ramah, tuntunlah kami ke arah yang benar menuju puncak terindahmu….!!!!” begitulah teriakan hati kami, karena gak mungkin kita berteriak seperti itu di tengah malam begini.

Sebelum memulai pendakian, tak lupa kita panjatkan doa agar perjalanan selalu dilindungi dan tak kekurangan suatu hal apapun hingga kembali, seperti ketika ESQ yang sakral, sempat ane hampir meneteskan air mata karena pendakian ini tidak mudah dan kita harus selalu bersama-sama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekitar pukul 02.00 kami memulai pendakian, yang ada dalam diri kami saat itu adalah tekad dan semangat yang kuat untuk bersama-sama berada di puncak. Ilalang panjang yang tumbuh di samping jalan sepetak  menemani perjalanan kami, bintang yang berbinar memancarkan sinar terangnya tiada henti….. sungguh takjub akan pesona alam di malam hari yang luaarrrr biasaa…. inilah alam yang mengajarkan betapa rendahnya kita di hadapan sang Pencipta.

Bintang“Seperti inilah gambaranya”

Medan semakin menanjak, kabut mulai turun, dingin mulai menyerang, sapuan angin malam membelai wajah kami, jalanan berpasir dan berbatu semakin berat kami lalui, nafas mulai tersenggal-senggal, dan kamipun beberapa kali memutuskan untuk berisitirahat. Tampak kerlap kerlip lampu kota dari atas gunung seperti kerlipan bintang. Nafas kami uda senin kamis….. air putih seteguk membasahi rongga-rongga kerongkongan kami yang mulai kering, medan semakin terjal dan menantang…. puncak Gunung Batur seolah tak tampak…. mungkinkah kita salah jalur???? sempat dilema karena ada 2 jalur dan takut tersesat… karena jalanan benar-benar gelap dan tak ada orang lain selain kami ber-enam. Tampak lampu senter dari bawah kami, dan suara orang lain sayup-sayup terdengar. Aaaaaahhh……….. bersyukurlah ada orang lain yang semoga dapat menunjukkan jalan yang benar menuju ke puncak.

Setelah ngobrol singkat sembari terus melanjutkan perjalanan, ternyata mereka adalah pedagang yang berjualan di warung di puncak gunung batur. Astaghfirullah….. aku takjub pada kedua orang ini, setiap dini hari mereka menempuh perjalanan ini demi sesuap nasi…. mempertaruhkan nyawa demi membesarkan anak-anaknya…. tapi tak terlihat keluh kesah di wajah mereka….. kita yang baru separuh perjalanan aja uda merasa berat dan mengeluh…. kita yang setiap hari bekerja di depan komputer dan bermain-main aja masih sering mengeluh… sedangkan mereka???? Subhanallah…. Jam segini biasanya kita masih tertidur lelap… bermimpi indah, sedangkan mereka???

Puncak sudah mulai terlihat, ayooook…. semangat….. kurang sedikit lagi….!!!!!! “Teriak seorang leader yang memimpin perjalanan kami”. Masih jam 4.30, tapi dingin luar biasa menusuk tulang, badan bergetar hebat. Tak lama kemudian akhirnya kami pun mencapai puncak, alhamdulillah syukur kami ucapkan di dalam hati masing2. Lalu kami beristirahat sejenak dan melihat keadaan sekililing. Pemandangan masih tampak gelap, angin berhembus semilir, kabut cukup tebal menghampiri kami…. sungguh alam menyambut kami dalam diam. Aku tak bisa berkata-kata lagi, karena ini adalah pengalaman pertamaku dan dia dalam pendakian hunting for sunrise di puncak gunung tertinggi ketiga di Bali….. Tibalah waktunya sholat subuh, kami melakukan tayamum dengan debu yang sudah basah terkena embun. Dalam sholat tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa…. sungguh bersyukur kami sekarang dapat berdiri dan sujud di sini… menghadap Engkau Tuhan Pencipta semesta alam yang sangat indah :’).

Sang surya mulai menampakkan diri, memecah kesunyian dan memberi rona orange diantara gunung-gunung. Pfuuuiiiihhhhh…. seakan terhenti detak jantung ini ketika menyaksikan detik-detik munculnya sang surya. Perjalanan kami sungguh tak sia-sia…. :’)

1291896_3517421072410_184711358_o“Kepenatan perjalanan sepanjang malam terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. Terimakasih semesta 🙂 “

 1525372_3849678778645_798581674_n

“Di atas bumi, tapi dekat dengan langit…. *Samudra di atas awan, pagi di atas puncak gunung batur* 1717 MDPL”

-Mt_Batur__Bali-20000000006049237-500x375

“When the sunrise coming up”

 946394_3517481593923_140621955_n_gfghk

“Top of Batur Mount”

Kopi hangat dan mie kuah nikmat menemani kami menikmati pemandangan alam

1384335_454982181282910_1646821934_n

“Don’t forget your Breakfast 😉 “

Sang surya semakin meninggi dan terik, kamipun harus segera kembali…. walau berat sebenarnya meninggalkan puncak ini, aku berjanji dalam hati akan kembali kesini suatu hari nanti :).

1601209_495909807190147_10918067_n“Perjalanan menuruni Gunung Batur”

Kami menuruni gunung ini dengan perasaan puas, haru, dan kesenangan yang luar biasa…. semoga kita selalu bisa melestarikan dan menjaga alam ciptaanmu yang sangat indah ini Tuhan O:).

“Gunung bukan sekedar onggokan kerucut besar kumpulan tanah berpasir. Laut bukan sekumpulan air dalam wadah raksasa. Hutan bukan sekedar sekumpulan tumbuhan dalam pot besar. Sungai bukan sekedar mengalirnya air untuk riasan bumi. Lebih dari itu karena sesungguhnya pada diri mereka ada diri kita” — Harley B. Sastha