Tentang Waktu

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari foto jam dinding yang terpajang di sebuah toko jam tersebut. Aku hanya menikmati berderet jam dinding yang tersusun rapi itu. Mereka berhenti tepat di angka 10.10, mungkin saat itu si pemilik punya sebuah kenangan tepat pada waktu itu atau… mungkin juga si pemilik menyukai angka-angka tersebut. Entahlah… I don’t even know.

Waktu yang hakikat menurut Andrea Hirata yang dari buku “Padang Bulan”.

Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan. Namun, disana, di balik jeruji yang dingin itu, waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan.

Bagi para politisi dan olahragawan, waktu adalah kesempatan yang singkat, brutal, dan mahal.

Para seniman kadang kala melihat waktu sebagai angin, hantu, bahan kimia, seorang putri, payung, seuntai tasbih, atau sebuah rezim. Salvador Dali telah melihat waktu dapat meleleh.

Bagi para ilmuawan, waktu umpama garis yang ingin mereka lipat dan putar-putar. Atau lorong, yang dapat melemparkan manusia dari masa ke masa, maju atau mundur.

Bagi mereka yang terbaring sakit, tergolek lemah tanpa harapan, waktu mereka panggil tak datang-datang.

Bagi para petani, waktu menjadi tiran. Padanya mereka tunduk dan patuh. Kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memanen adalah titah dari sang waktu yang sombong. Tak bisa diajak berunding. Tak mempang disogok.

Bagiku sendiri waktu masih menjadi misteri yang penuh dengan teka teki. Terkadang aku mengharapkan agar waktu cepat berlalu saja, agar aku bisa mengetahui bagaimana Tuhan membuat skenario untukku. Atau terkadang aku juga berpikir, waktu cepatlah  berlalu… agar tabunganku cepat terkumpul banyak lalu aku akan melarikan diri ke negeri antah berantah, agar aku bisa teriak sekencang-kencangnya tanpa ada orang yang mengenaliku dan aku bebas melakukan apapun yang aku mau.

“It’s not like you know all about today just because you lived yesterday”.
-Jiho (Because this is My First Life)

Advertisements

Traveling VS Liburan

Sekarang ini liburan menjadi saat-saat yang dinantikan oleh semua orang, bukan cuma untuk melepas penat dari rutinitas & menjelajahi tempat-tempat baru saja, namun juga sebagai life style bahkan menjadi suatu kebutuhan yang wajib banget dilakukan.

Nah, ternyata banyak dari kita yang salah kaprah  mengartikan liburan dan traveling ke dalam arti yang sama. Karena mereka menggunakan waktu liburannya untuk traveling. Meski sama-sama bepergian, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Berikut beberapa perbedaanya  :

  1. Beda Tujuan
    Hal utama yang membedakan antara traveling dan liburan adalah tujuan. Liburan murni bertujuan untuk bersenang-senang sedangkan traveling biasanya lebih untuk mencari pengalaman. Orang yang sedang liburan biasanya mengunjungi tempat-tempat yang sudah umum dan yang sedang hits. Agenda mereka pun biasanya sudah tersusun dengan sangat rapi dan terencana. Sedangkan traveler umumnya lebih menyukai tempat-tempat yang jarang dikunjungi. Perjalanan mereka biasanya juga tidak terlalu terncana dan lebih spontan. Seorang traveler sangat menyukai kejutan-kejutan dalam perjalanan… misalnya tersesat ketika sedang dalam perjalanan, bisa tidur di mana saja, dan menikmati interaksinya dengan orang-orang serta penduduk sekitar yang ditemuinya. Seorang traveler biasanya juga memiliki tujuan khusus dalam sebuah perjalanan. Bisa saja ia melakukan perjalanan karena ingin mencari inspirasi atau untuk menemukan jati diri.
    Poinnya, traveling adalah tentang proses perjalanan itu sendiri, bukan tujuan.

    Traveling dengan menggunakan motor, why not ?

     

    Ternyata Pantai Kuta bukan cuma milik Bali saja

     

    Perpaduan antara pegunungan & lautan itu keindahan yang tak terbantahkan

     

  2. Beda Akomodasi
    Karena tujuannya adalah untuk bersenang-senang, maka seseorang yang sedang liburan juga tidak mau repot dalam hal akomodasi. Biasanya mereka akan lebih memilih menggunakan jasa travel agent untuk mengurus akomodasi serta itinerary perjalananya. Untuk penginapan, Hotel berbintang atau villa mewah menjadi pilihannya.  Sedangkan seorang traveler tak terlalu memusingkan soal akomodasi perjalanan. Yang terpenting adalah ia bisa sampai ke tempat tujuan, tak peduli naik apa. Soal penginapan pun mereka lebih memilih penginapan yang low-budget.
    Sekali lagi, seorang traveler lebih mencari pengalaman daripada kesenangan.

    Serunya traveling dengan menggunakan motor

     

    Kapal fery ini membawa kita terombang-ambing di lautan selama berjam-jam

     

    Mau tidur di tenda/di hotel tidak jadi masalah

     

    Penginapan di kaki gunung Rinjani


  3. Liburan lebih mementingkan oleh-oleh. Sedangkan traveling tidak.
    Seseorang yang sedang liburan akan mengeluarkan lebih banyak uang. Bukan cuma untuk akomodasi tapi juga keperluan lain, termasuk oleh-oleh. Bagi seseorang yang sedang liburan, oleh-oleh adalah hal yang wajib. Sedangkan Traveler tidak ingin rempong dengan membawa banyak bawaan. Selain karena space backpack atau box di motornya terbatas, juga karena ruang geraknya terbatas hanya karena tambahan bawaan.
    Seorang Traveler akan membawa sesuatu yang unik yang nantinya akan dijadikan sebagai suatu kenangan ketika ia merindukan tempat tersebut.

    Beras merah & kopi Sembalun, terasi, dan pasir pantai.

     

    Pasir dari pantai Kuta & pantai pink

     

  4. Seorang traveler punya caranya sendiri untuk mengabadikan kisah perjalanan.
    Ketika mengunjungi tempat-tempat yang bagus, cekrek… langsung upload ke sosmed, itulah kegiatan umum yang dilakukan oleh mereka yang sedang liburan. Foto-foto adalah cara mereka mengabadikan momen jalan-jalan. Sedangkan seorang traveler selalu punya caranya sendiri untuk mengabaikan penglamannya selama traveling. Selain melalui foto, menulis cerita perjalanan adalah salah satu hal yang biasanya dilakukan oleh seorang traveler untuk membuat kisah mereka abadi. Bahkan tak jarang, dari kegiatan menulis perjalanan tersebut ia mendapatkan penghasilan tambahan. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai pekerjaan utama (travel writer).

    Dengerin Bapaknya curhat, dari pacuan kuda… Hingga masalah rumah tangganya.

     

    Perlu perjuangan yang berat untuk sampai di Pantai ini

     

    Legenda Putri Mandalika

     

    Membicarakan tentang kopi dengan seorang petani Desa Sembalun




    “Tidak peduli ke bagian Indonesia mana kamu melangkah, kamu akan tahu bahwa setiap sudut Indonesia adalah rumah.”

IT’S NOT ABOUT THE DESTINATION, IT’S ABOUT RIDE !

Bentang alam Indonesia itu begitu indah dan berlimpah gan, bahkan seluruh duniapun mengakuinya.
kita tak akan pernah kehabisan tempat untuk traveling. Ada saja tempat seru yang bisa kita kunjungi.
Kebetulan ane & si doi sama-sama gak betah berada di rumah, jadi seringkali ane membuat bucket list tempat-tempat yang ingin ane kunjungi. Dan kemudian barulah kita membuat Itenerary lengkapnya.
Salah satu hal yang membuat kita excited adalah karena perjalanan ini sepenuhnya menggunakan motor…. yeay… !

Tapi pasti bakalan ribet dan capek banget ya kalo traveling naek motor???
kenyataanya gak seribet itu kok, berikut ini alasan-alasan kenapa ane & si doi lebih suka traveling dengan motor  :

1. Lebih Hemat

Yups pastinya…. Ini adalah alasan paling utama jika bepergian, BUDGET. Kalau agan traveling jangan cuma modal nekat ya…. modal dana adalah yang utama sangat perlu dipersiapkan. Sebelum bepergian buatlah catatan kecil berisi anggaran apa saja yang nanti akan dikeluarkan, misalnya untuk biaya menginap, bensin, dan makan.
Nah, dengan menggunakan Motor hanya akan mengeluarkan biaya BBM saja bukan…. selain itu untuk biaya penyeberangan dengan kapal ferry untuk motor juga relatif murah.

2. Lebih Flexibel dan Accessible

Jika diperhatikan, beberapa tempat menarik di Indonesia berada di lokasi yang lumayan mblusuk dan sulit diakses dengan kendaraan. Kalaupun bisa, harus menggunakan kendaraan khusus dan akan sangat menguntungkan jika menjelajahinya dengan menggunakan sepeda motor. Bukannya apa-apa, body sepeda motor yang relatif kecil dibandingkan mobil cenderung membuatnya lebih fleksibel dan bisa mencapai tempat-tempat yang lokasinya kurang accessible.

Karena body nya yang tidak terlalu memakan ruang, sepeda motor juga lebih fleksibel dibandingkan mobil. Misal untuk urusan parkir. Memarkir motor jauh lebih gampang dibandingkan memarkir mobil, tentu saja.

Kadang, saat berniat mengunjungi sebuah tempat tertentu, kita akan melewati sebuah tempat menarik dengan pemandangan yang sangat Instagramable. Naik motor memungkinkan kita untuk berhenti sejenak dan mengambil beberapa foto. Emang kalau naik mobil tidak bisa berhenti? Bisa. Tapi harus mencari tempat parkir terlebih dahulu. Ya kalau ada, kalau tidak?

Sebagian besar tempat-tempat menarik di Indonesia berupa alam. Dan tak jarang lokasi tempat-tempat menarik tersebut tidak gampang diakses menggunakan kendaraan bermotor, Apalagi mobil.
karena kondisi jalan yang sempit, berbatu dan tak jarang juga berlubang – lubang yang terkadang juga tanjakan tinggi. diDisini, pengguna sepeda motor boleh berbangga 😉

 

DCIM101DRIFT

Mblusuk di jalanan yang rusak pun hajaaar !

 

DCIM101DRIFT

Bisa masuk-masuk ke jembatan kecil

 

p_20160309_151231

Kalo ada view bagus bisa melipir dulu buat foto-foto

 

3. Banyak Menemukan Hal-hal yang Tak Terduga Ketika di Jalan

Serunya lagi kalau traveling dengan motor itu bakalan menemukan hal-hal tak terduga selama di jalan, entah itu pengendara lain yang tidak berhati-hati, Ibu-ibu yang nyelonong, tersesat di jalan, dan mendapatkan view emejing yang belum pernah kita lihat sebelumnya dan kejadian-kejadian seru lainya yang membuat kita merasa tidak pernah bosan dan mendapatkan pengalaman-pengalaman serta teman-teman baru yang akan agan dapatkan selama diperjalanan.

DCIM102DRIFT

Ringin Contong, Landmark Kota Jombang

 

DCIM102DRIFT

“Tulisan di belakang truck” menghibur anda di jalan raya 😀

 

p_20160309_155617-1

Menemukan tempat baru, “PLTA Pacitan”

 

DCIM102DRIFT

Ketemu boncenger laen….. embeeeeek……

 

screenshot_2017-01-25-11-18-31_1_1

“Empty Road” ditengah-tengah tebing batu kapur

 

screenshot_2017-01-25-11-18-04_1

Melihat keindahan bukit-bukit lucu seperti Bukit Teletubies

 

Nah, untuk agan yang tertarik melakukan traveling dengan cara Bikepacking ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan agar perjalananmu tetap aman & nyaman :

1.       Pastikan motormu dalam kondisi prima.
Sebagus apapun kondisi sepeda motor kamu, pastikan untuk di maintenance dulu, untuk menghindari mogok di tengah perjalanan. Bawa ke bengkel sebelum ber – bikepacking, sekedar mengganti oli, setting ulang rem atau cek tekanan udara pada roda akan sangat berguna.
p_20160309_041425
2.       Keep Safety Riding.
Keselamatan itu nomor wahid, jangan lupa memakai helm standar, jaket, protector, sarung tangan, masker dan jangan lupa memakai sepatu khusus touring.  Selain itu pastikan STNK dan SIM yang lengkap. Dan yang tak kalah penting jangan lupa untuk membawa jas hujan walau tidak dalam musim hujan.
file_000
3.       Bawa obat-obatan.
Selain memastikan diri kita dalam kondisi fit, tetap jangan lupa untuk membawa obat-obatan seperti minyak kayu putih, obat merah, tisu, kapas, koyo, obat diare, obat flu, dan tolak angin.
4.       Jangan terlalu banyak bawaan.
Ingat kita travelling naik motor jadi bawalah peralatan yang memang benar-benar penting dan dibutuhkan. Sebaiknya pakailah box yang khusus untuk motor karena akan lebih fleksibel dan rapi ketika membawa barang-barangmu.
14642260_10202400696216914_2654845682912869699_n

 Adventure = Hal yang membuat seseorang kembali “Hidup”!

Bukit – Bukit Indah Ini Bakalan Menyejukkan Matamu

Kalo uda denger kata “Bali” pasti langsung kepikiran dengan Pantainya yang sangat indah ya gan ….. Kuta, Nusa dua, Jimbaran. But Wait…. !!! Ternyata bukan cuma Pantainya saja lho yang indah… Kalau mau menjelajah dan mencarinya maka kita akan menemukan bukit-bukit yang sangat menawan dan jauh dari perkotaan. Bukit-bukit ini benar-benar mampu merefresh otakmu yang ruwet daah…. !!!! Let’s Go there buddies…..

1.Bukit Campuhan – Ubud

Siapa sih yang gak tau tentang keindahan dan kedamaian di Desa yang terletak di Kabupaten Gianyar ini… Yap… Ubud merupakan salah satu destinasi favorit di Bali. Di sinilah mereka bisa menikmati Bali yang sebenarnya. Ubud yang di kelilingi oleh sawah yang terhampar luas di sepanjang jalan, dominasi pemukiman pelukis dan pemahat patung serta ritual adat istiadat yang masih sangat bisa di rasakan adalah beberapa faktor daya tarik dari Ubud. Siapa sangka Hotel Campuhan yang sangat populer dan terletak tidak jauh dari pusat keramaian Ubud memiliki jogging track dengan view yang sangat menyegarkan mata. Kebanyakan orang memanggilanya dengan nama “Bukit Campuhan” karena terletak persis di belakang Hotel Campuhan. Namun meskipun begitu, bukit Campuhan ini bisa di akses secara umum dengan sangat mudah. Kita bisa mengawali nya dengan mudah dari persimpangan di sebelah hotel campuhan. Saking indahnya view di Bukit ini maka tidak heran jika banyak dipergunakan untuk tempat prewedding. Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit ini adalah pagi hari (Jam 06.00 – 08.00) atau sore hari (16.00 – 18.00) meskipun udaranya sejuk tapi  jika sudah agak siang dan matahari mulai meninggi maka akan terasa sangat terik bahkan bisa sampai menggosongkan kulit agan.

DSC04659

Waooow ada Awan Kinton….

DSC04759

Greenpeace supporter

DSC04674

Perpaduan antara hijau, biru, dan putih itu mantap beneerrrr…. !!!

DSC04695

“Jika Aku Menjadi ….”

 

2. Bukit Asah

Bukit Asah adalah tempat eksotis yang sangat indah…. Sebuah bukit dengan view tebing dan lautan yang biru ini bakalan manjain kamu-kamu yang haus akan belaian alam. Tempat ini terletak di Karangasem ujung timur pulau Bali. Untuk menempuh Bukit Asah bisa menggunakan mobil/motor, namun ane sarankan lebih baik naik motor saja karena akses jalan yang sempit tidak memungkinkan mobil masuk lokasi. Sehingga parkir mobil jaraknya cukup jauh dengan lokasi yang mengharuskan agan untuk berjalan kaki yang pastinya cukup buat agan ngos-ngosan :D. Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi hari menjelang sunrise dan  sore hari menjelang sunset, sangat tidak disarankan untuk kesini siang hari karena sangat terik dan panasnya cetaaaarrr….. (berdasarkan pengalaman) heheheh :D.

DSC05181

Akses Road

DSC05185

Bukit-bukit menjulang yang menantang hempasan ombak laut lepas

DSC05194

Pulau Paus

DSC05213

Lukisan Hidup karya Maha Kuasa

DSC05216

Our adventure team “FR2 Bikers Community”

Bukit asah cocok juga untuk tempat camping, karena tersedia area yang cukup luas untuk membentangkan tenda serta sudah tersedia pula jasa penyewaan tenda. Ketika kami datang kesana kebetulan adalah pas musim kemarau sehingga terlihat sangat gersang, Bukit Asah akan terlihat hijau segar ketika musim penghujan tiba. Nanti kalau kesana lagi pas musim hujan akan kami update lagi fotonya 🙂 .

3. Bukit Jambul

Bukit Jambul terletak di kabupaten Karangasem – Bali sebenarnya bukanlah tempat wisata. Namun jika agan kebetulan lewat di jalan ini ketika menuju Pura Besakih sempatkanlah singgah untuk melihat dan mengagumi keindahanya. Di tempat ini juga tersedia Restoran dengan pilihan menu yang beragam namun tidak bikin kantong bolong, hehehe 😀
View Bukit Jambul memang bisa banget menyejukkan matamu, dengan latar sawah berundak – undak seperti hamparan karpet, serta bunga-bunga dan view pegunungan yang sangat menawan.

DSC05262

Ini bukan hamparan karpet ya sob…..

DSC05263

IMG_9397

Makan siang dengan view kayak gini tuuuuh….? hmmmmmm

 

Nah, itulah tadi Pesona Bukit-bukit indah yang ada di Bali. Semoga bisa menjadi referensi untuk menghabiskan weekendmu ya guys ;). Biar gak stress karena dibilang kurang piknik yaaa hihihihih 😀

“Ketika kita bersedih, luangkanlah waktu untuk mengagumi kebesaran Tuhan melalui indahnya alam semesta ini”

EXPLORE, ENJOY, SAVE AND CARE, NOT JUST TOURISM

Belakangan ini traveling menjadi kegiatan yang ngehits di kalangan anak muda. Semakin banyak mengexplore tempat – tempat baru maka semakin banggalah mereka dan menjuluki dirinya sebagai “Petualang Sejati”.
Berlomba – lomba mendatangi tempat baru, update status, poto – poto, chekin location, makan – makan, dan akhirnya “BROOK… !!!” nyampah sembarangan deh…. *ooops*
Nah, ini ne yang sangat disayangkan yaitu kurangnya kepedulian terhadap lingkungan.

Miris banget rasanya setelah melihat di artikel & berita tentang banyaknya tempat – tempat wisata tersebut telah ternoda oleh tangan- tangan tak bertanggung jawab itu. Bukankah Tuhan telah menciptakan alam yang indah ini buat manusia untuk mengingatkan kita akan kebesaran-Nya.

“Maka nikmat Tuhan manakah kamu dustakan?” -Ar Rahman (55) : 18

Lihat saja Pulau Sempu di Malang (walau belum pernah kesana sih). Sekarang ini ia tak lebih dari surga kecil yang ternoda.

IMG_5387-750x500

Lautan tenda, dan sampah di sudut – sudut Pulau Sempu (www.tanpakendali.com)

Well… Bro & Sis… silahkan jika mau liburan dan refreshing untuk melepas penat dan bersenang-senang menjelajahi alam, namun jangan lupa untuk menjaga alam kita agar tetap lestari, sedap dipandang, dan tetap perawan.
Bawa pulang sampahmu, karena nyampah sembarangan itu gak asyik brooo…… !!!

Kalau ane & si doi sendiri sih memang tidak terlalu suka ke tempat ramai bin crowded. Karena tujuan utama kita Traveling adalah berpetualang dan mengagumi indahnya suguhan alam agar kita lebih bersyukur atas apa yang Tuhan berikan buat kita, bukan cuma sekedar berwisata 🙂 .

Rela gak sih kalo tempat yang masih sunyi & alami ini di hancurkan oleh tangan – tangan jail manusia yang tidak bertanggung jawab?

IMG_8661

Heey…. Little flower… Tunjukkan jalan menuju surga yang tersembunyi itu

DSC05144

My tourmate are : Sandal teplek, mini backpack, and you….. :-*

 

DSC05132

Keindahanya masih terjaga, bersih, gak ada yang nyampah sembarangan

DSC05134

Heeeey…. wait…. !!! Don’t leave me, hold my hand and let’s walk together 🙂

DSC05143

Menjauh dulu dari kebisingan dunia

DSC05131

Gulungan ombak yang seolah mengajak bermain

DSC05146

Biarkan alam menyapamu dalam kesunyian….

“Ingat, traveling itu bukan perlombaan siapa yang paling cepat atau paling banyak mengunjungi sejumlah tempat. Traveling adalah cara kita untuk menumbuhkan kesadaran kita sebagai manusia dan menanggalkan ego kita.” – (http://www.hipwee.com)

 

KEEP MOVING ON

bike

“Kehidupan ini seperti roda yang berputar, kadang di bawah… kadang di atas…”

Adakalanya ketika kita merasa hidup dalam kemudahan, yakni apa yang diinginkan tercapai, apa yang diharapkan selalu terwujud, menjadi orang yang selalu beruntung…. itu artinya kita sedang berada di atas.
Namun jangan berbangga diri dulu, karena roda terus bergerak…. yang diatas itu perlahan-lahan akan turun juga.
Dan ketika ternyata posisinya terbalik disitulah baru sadar, bahwa ternyata jalanan yang dilewati itu begitu keras…
Melewati bebatuan & kerikil yang tajam, terkena aspal yang panas, jalanan berliku, menanjak dan bahkan tertusuk paku yang akhirnya mengempeslah ban itu sehingga tidak bisa berjalan lagi.

Kalo sudah begitu lantas apa harus menyerah,
membiarkannya begitu saja !
pasrah dengan keadaan?
“Life teach us to never give up”

Jangan menyerah…. !!!
Terus bergerak… Kayuhlah sepedamu walau peluh bercucuran, jangan biarkan roda itu stuck di tempat. Kembalikan roda keatas lagi sampai kepada tujuan hidupmu.

“Life is like riding a bicycle.
to keep your balance, you must keep moving”
-Albert Einstein

*Edisi memotivasi diri sendiri*

Sepahit Kopi Hitam

IMG_9176

Kenyataan mungkin tak seindah harapan
Harapan mungkin terlalu tinggi untuk diwujudkan.

Impian terkadang membawa kita terbang terlalu tinggi, sampai lupa cara untuk menapakkan kaki lagi ke bumi.
namun ketika kita sudah merasa diatas awan…. Hempasan angin mulai terasa berat & dingin…. lantas tiba-tiba menerpa dan menjatuhkan kita…. GUBRAK…. !!!
Sakit sekali bukan rasanya…..

Kopi hitam yang sedang kuhisap malam ini mengingatkan aku untuk tidak memandang hidup terlalu manis dan berwarna warni seperti permen dan ice cream….
Terkadang kita perlu juga merasakan sesuatu yang pahit, agar kita sadar bahwa hidup memang tidak pernah seindah yang kita bayangkan.

Atau mungkin…. kopinya belum di aduk dengan sempurna, sehingga hanya pahit saja yang berasa. Akan kunikmati kopi ini hingga keampasnya, karena pasti akan kutemukan manis sesudahnya :).

*Edisi memotivasi diri sendiri*