Di Suatu Tempat Bernama “Sembalun”

Tuhan begitu adil dalam menciptakan sesuatu. Seperti ada kopi yang pahit maka akan ada gula yang manis, dari perpaduan itu akan menciptakan suatu rasa yang luar biasa. Begitu juga dengan alam, Ada pantai yang terik, maka akan ada pegunungan yang sejuk sebagai penyeimbangnya. Mungkin itu yang dimaksud dengan Yin dan Yang yaitu konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.

Dalam perjalanan kami ke Lombok tahun lalu, kami menyusuri jalanan di pinggiran laut yang terbentang luas. Hembusan angin laut yang mengandung garam, lembab namun menyejukkan. Hingga lama kelamaan laut pun jauh tertinggal, kami mulai melewati jalanan yang menanjak, memasuki jalanan yang sepi… sayup-sayup suara khas binatang hutan pun terdengar, udara mulai berganti dengan aroma yang menyegarkan paru-paru. Suara kendaraan pun mulai jarang terdengar, hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan penduduk setempat yang pulang dari sawah dan ladang mereka dengan sekarung rumput.
Ah, pasti kambing & sapi mereka kegirangan melihat tuannya datang membawa rumput segar, pikirku.

Motor kami pun terus melaju, tidak terlalu kencang, kami ingin menikmati suasana ini. Tatapan-tatapan ramah penduduk sekitar, tawa anak-anak yang sedang bermain, udara sejuk yang perlahan-lahan mengubah lelah kami menjadi senyuman. Maklum perjalanan kami semalam dari Denpasar hingga akhirnya terombang ambing berjam-jam di lautan sukses membuat kami sedikit loyo.

Yosh… Sampailah kita di sini, inilah Desa Sembalun. Surga terpencil di kaki gunung Rinjani.
Sembalun adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Sembalun berada di ketinggian 800 – 1.250 mdpl maka tak heran jika udara disini sejuk.

Desa ini benar-benar seperti surga, dikelilingi dengan pegunungan yang sangat epic, sepanjang mata memandang “Hijau”. Nampak Gunung Rinjani berdiri kokoh menjulang… menembus awan. Kabut tipis membuat suasana semakin syahdu. Karena pada saat kami sampai disana hari sudah cukup sore, lelah kami sepanjang perjalanan berubah menjadi suatu kekaguman terhadap alam yang luar biasa indah.
Kami benar-benar betah berada disini, seperti kampung halaman. Tenang… nyaman… damai… inilah kehidupan pedesaan yang menjadi idaman :).

Sore itu kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Sembalun bersama  dengan salah satu penduduk dan obrolan kami tentang asal usul desa Sembalun ini sangatlah menarik.
Jadi Sembalun ini adalah desa tertua di kaki gunung Rinjani.
SEMBALUN yang berasal dari bahasa jawa kuno yang terdiri dari dua kata yakni kata “SEMBAH” dan “ULUN”. Kata Sembah mengandung makna menyembah, menyerah diri, mematuhi, atau bisa juga dimaknai taat. dan Ulun , dari kata dasar Ulu yang berarti kepala, atas, atasan, atau pemimpin.

Makna lain yang terkandung dari kata sembahulun adalah ” orang sembalun berkewajiban untuk menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan pemelihara alam dan manusia wajib menaati segala ketentuan ketentuan dan kepercayaan yang di anut, setiap orang sembahulun wajib menaati dan mematuhi pemimpin pemimpinnya, bahwa setiap orang sembahulun mempunyai kewajiban untuk selalu taat kepada adat leluhurnya selain taat kepada Yang Maha Esa dan kepada Pemimpinnya “.

Sayangnya kami hanya sebentar berada disana, bermalam di kaki gunung Rinjani dan menyaksikan matahari terbit dari Bukit Selong membuat kami benar-benar takjub akan ciptaan Tuhan yang sangat mengagumkan, ibarat lukisan hidup begitulah mata kami menyaksikan segala keindahan alam yang Tuhan suguhkan kepada kami.

Semoga dilain kesempatan kami dapat berkunjung kesana lagi 🙂


 

Bila kamu belum pernah terdampar di lembah yang rimbun, maka kamu belum pernah tahu semegah apa bumi yang kamu injak ini. 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s