REPUBLIK #JANCUKERS, Negara Ideal yang Njancuki

IMG_7545Menurut Presiden Jancukers, Bangsa harus berkarakter. Tapi, sebagus-bagusnya karakter bangsa sebaiknya tidak lebih dari 140, karena ini adalah NKRI yaitu Negara Kesatuan Retweet Indonesia. (hal. 05)

Di negeri #Jancukers setiap jomblo diberi pasangan part timer oleh negara. Negeri #Jancukers tak cuma memelihara fakir miskin dan anak- anak terlantar. Kaum jomblo termasuk bagian yang paling sah diperhatikan. (hal. 13)

Di negeri #Jancukers mobil kepresidenan mengalah terhadap mobil pengangkut perempuan mau melahirkan. Siapapun perempuan itu, pakai tas Hermes maupun tas kresek. (hal. 54)

Di negeri #Jancukers toilet tidak semahal yang di Gedung DPR kita. Meski murah, di ruang itu etika sangat terjaga. Sekat-sekat tata ruangnya sedemikian sehingga kalau ada guru kencing berdiri murid tidak akan dapat kencing berlari-larian. Kecuali si bocah memang ingin menabrak-nabrak partisi supaya para dokter punya kerjaan. (hal. 58)

Believe it or not, di negeri #Jancukers nyaris tak pernah ada bentrok antar suporter bola, karena di stadion sebelum berlangsungnya laga, puluhan ribu penonton bola sudah dihidangi prasmanan bermutu. (hal. 65)
Dan di negeri #Jancukers setiap orang yang bermasalah makanya ditanggung masing-masing mertua (hal. 66)

Di negeri #Jancukers tak ada air mata yang dihapus dengan tisu. Semua tangis diseka oleh tangan kekasih. (hal. 95)

Beberapa kutipan tulisan tersebut merupakan sebagian dari kebiasaan-kebiasaan nyeleneh di sebuah negeri bernama Republik #Jancukers. Apa Republik #Jancukers itu? dimana letaknya? Seperti apa rupa negerinya? Dan siapa pula presidennya? Atau semacam apa penduduknya? Semua itu akan dapat ditemukan dalam sebuah buku tebal berjudul Republik #Jancukers yang ditulis oleh sang dalang, seniman, dan budayawan asal Jawa Timur kelahiran Jember, Sujiwo Tejo.

Dari judul bukunya saja sudah berkesan nyentrik, orisinil, dan membuat orang menjadi penasaran. Yapp beliau menuliskan buku ini sebagai refleksi dan representasi sebuah negara yang ideal. Sebuah negara yang dicita-citakan oleh Founding Fathers kita. Negara yang tidak disesaki oleh kakunya formalitas, protokoler, dan kesopan-santunan yang tampak baik tetapi sebenarnya palsu.

Diambil dari idiom khas Jawa Timur yang menggambarkan keakraban dan keterbukaan, jancuk…. atau yang berarti sialan dalam bahasa Indonesia umumnya diberi isi baru sebagai cara berkomunikasi agar akrab satu sama lain.

Setiap kali membaca halaman demi halaman buku ini bakalan ada yang menggelitik karena ditulis dengan gaya khasnya yang edan, kocak, slenge’an, urakan, tetapi sarat makna bagi yang bisa memahaminya. Buku setebal kira-kira 400 halaman ini terdiri dari 85 sub judul yang masing-masing sub judulnya mengangkat tema dan isu yang berbeda mulai dari politik, sosial, agama, kebudayaan, olahraga, IT, sampai selebritis.

Buku ini adalah buku pertama karya beliau yang ane baca, dan langsung jatuh cinta dari pertama kali membacanya. Selanjutnya ane kepengen berburu buku karya Sujiwo Tejo lainnya :).

Jika dengan “Jancuk” pun tak sanggup aku menjumpaimu, dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu… (Sujiwo Tejo, Presiden Republik #Jancukers)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s