Amazing of Mount Bromo

Bromo…. ??? yess… siapa sih yang gak tau, siapa sih yang gak kenal akan keindahan pesonanya.

Yaaak….. itulah yang selalu ngomporin ane untuk menapakkan kaki di gunung berapi nan indah itu, merasakan udara sejuknya, sambutan matahari terbit, dan menikmati panorama karya Sang Pencipta yang sangat agung.

So, perjalanan kali ini masih dalam 1 rangkaian touring honeymoon kita, yakni ke Batu-Bromo-Baluran. Setelah 2 hari bertandang ke Batu Malang, kita pun meneruskan perjalanan ke Bromo yakni pada tanggal 07-12-14. Kita memutuskan untuk mengambil rute melalui jalur Probolinggo, sebenarnya ada jalur terdekat kalau arah kita dari Malang, yakni lewat Tumpang. Cuma menurut si doi yang uda pernah melewati jalur itu kontur jalanya kurang bagus dan biasanya sepi tapi panoramanya sangat indah apabila lewat jalur itu. Nah, karena bawaan kita full box dan hanya berdua saja makanya kita nyari aman aja deh dengan lewat jalan yang umum.

Perjalanan dari Malang-Probolinggo memakan waktu kira-kira 2 jam, dan sepanjang melintasi Malang, hujan terus menyerang. Mengendarai dalam keadaan hujan memang sangat tidak nyaman, selain karena pandangan yang jadi terbatas juga karena sepatu berasa becek akibat kemasukan air dan waspadalah dengan kontur jalan berlubang yang tertutup air hujan, karena itu bisa jadi TRAP.

Setelah sekitar 4 jam menikmati drastisnya perubahan cuaca dari hujan deras ke panas menyengat akhirnya sampailah kita di Bromo. No….. !!! gak semudah itu sob, kita uda sampai sih di kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), tapi besok dini hari baru ke Bromo. Dan sekarang saatnya kita untuk beristitrahat terlebih dahulu at Yoschi Hotel yang terletak tak jauh dari lokasi wisata Gunung Bromo.

wellcome to yoschi's

Welcome to Yoschi Hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

 Oh, iya sekedar info bahwa mencari penginapan di kawasan wisata Gunung Bromo ini sebenarnya tidak mudah lho sob. Walau banyak sekali hotel dan villa (rumah penduduk) yang ditawarkan, namun kita musti jeli dan mempertimbangkan segala aspek. Karena harga yang ditawarkan tidak cukup terjangkau dan relatif mahal namun fasilitas yang ditawarkan kurang memuaskan belum lagi banyak calo yang terkesan memaksa untuk menggunakan jasanya. Di Yoschi Hotel ini fasilitas yang ditawarkan adalah kamar yang cukup nyaman dan bersih dengan nuansa etnik bergaya tradisional khas Bali yang dipadukan dengan ornamen khas Jawa. Ada kamar mandi di luar yang dilengkapi air hangat, hotel ini juga menyediakan Mushola. So, bukanya mau promosi tapi ini hanya berdasarkan pengalaman saja 🙂 .

yoschi-s-guest-house

View di depan hotel (Courtesy : Yoschi Hotel)

Nah…. ini benar-benar honeymoon rasanya…. Dingin, tenang, pemandangan yang indah di pegunungan…. gimana gak tambah romantis coba…. hihihi.

Yaaak setelah meletakkan barang-barang kita di kamar dan bersitirahat sejenak, lanjut ke dekat pintu masuk TNBTS untuk mencari warung dan mengisi perut-perut kita yang sedari tadi keroncongan.

IMG-20141207-00300

Warung depan TNBTS

Nah… sekedar info juga ne bagi yang nyari kuliner di depan TNBTS ini ada warung/restoran yang murmernak dengan harga yang sesuai dengan kantong para bikers/backpacker ne, letaknya persis sebelum loket tiket masuk TNBTS…. 😉 (y).

IMG_7187

Ada yang lagi ngumpet ne di bawah meja warung :3

IMG_7181

Senja di Jalan Raya Bromo

Setelah mengisi perut kita dengan Nasi Rawon, plus mie goreng dan teh panas yang cepet dingin, kita langsung balik ke hotel untuk beristirahat agar bisa segar dan fit lagi untuk adventure besok.

Morning Bromo…. 🙂

Mungkin it’s too early to wake up…. hoooaaahmmm….. karena jam masih menunjukkan pukul 2.30… padahal tadi lagi asyik-asyiknya mimpi ke Gunung Bromo… yaah musti buyar gegara alarm sialan yang bangunin. Eeeets…. mimpi itu bakalan terwujud kok, kalo segera bangun ;). Yaapp… kita langsung bersiap-bersiap berangkat kesana untuk melihat keindahan sunrise… sepagi ini kah??? sedingin kah??? yess…. gak ada kompromi buat petualang sejati. Kalo kata orang tua, rejeki bakalan dipatok ayam kalo bangunya siang… nah… sama juga dengan alam… bukan hilang karena dipatok ayam… but “Thing will look better in the morning” :).

Alhasil tanpa mandi dan gosok gigi langsung gaspol menuju Penanjakan 1 (view point) buat melihat keindahan Gunung Bromo. Untuk menuju ke tempat ini bisa di tempuh dengan Motor/Jeep yang disewakan. Satria FU full box bakalan mengantarkan kita kesana dengan sepenuh tenaga karena melewati tanjakan sampai buat si Satria ngos-ngosan.

Dan Perjuangan berat itu emang gak ada yang sia-sia, semua terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa…. :’)

bromo

IMG_7197

Suasana saat melihat panorama dari Penanjakan 1

Wooohaaa….. This is it…… Amazing of Mount Bromo….. 🙂
Namun karena cuaca yang mendung gak bisa lihat perfect sunrise deh… hikz :'(, menurut informasi waktu yang tepat untuk melihat keindahan sunrise di Bromo adalah bulan Maret-Agustus.

IMG_2840

Mungkin seperti ini jika sunrise (Dok. si doi ketika kesini tahun lalu di bulan Juni)

Ok let’s go to the next beautiful place. Yup, kita akan turun menuju pasir berbisik dan ke kawah Gunung Bromo ;).

IMG_7202

Suguhan keindahan alam selama diperjalan menuju Pasir Berbisik

IMG_7213

Pasirnya gak bisa berbisik karena habis disiram hujan 😦

Menurut informasi yang ane baca, nama Pasir berbisik itu sendiri diambil dari nama film dengan judul tersebut yang dibintangi artis cantik Dian Sastro yang lokasi syutingnya disana, dan sejak saat itulah terkenal dengan nama Pasir Berbisik. Karena ditempat ini ketika angin bertiup kencang, deru angin akan membawa butir-butir pasir bagaikan bisikan-bisikan yang menyerukan keindahan alam Bromo.

Hamparan lautan pasir yang begitu luas dengan Gunung Batok yang tinggi menjulang, dan dikelilingi pegunungan dan perbukitan yang menjadi magnet keindahan Bromo. Dan… tak hanya itu yang menjadi daya tarik keindahan Bromo, karena di tengah lautan pasir tersebut berdiri sebuah Pura tempat religius tempat sembahyang suku Tengger yang beragama hindu dan juga tempat untuk Tirta Yatra umat Hindu dari Bali yaitu Pura Luhur Poten.

pura-bromo

Pura Luhur Poten (Courtesy : asli-oi)

Pura Luhur Poten Suku Tengger Gunung Bromo

View dari kawah Bromo (Courtesy : Dewa)

Setelah menikmati keindahan Pasir Berbisik & Pura Luhur Poten, kita bergegas untuk naik ke Kawah Gunung Bromo. Tenang sob, di sini tidak perlu bersusah payah mendaki, karena sudah ada puluhan anak tangga yang memudahkan akses mencapai kawah, dan juga ada kuda yang disewakan untuk mengantarmu sampai di bawah kaki anak tangga.

lautan-pasir-gunung-bromo-big-711

(Courtesy : batasnusa)

Dan kita memutuskan untuk berjalan kaki saja untuk melewati tanjakan yang tidak terlalu tinggi sembari olahraga gitu ceritanya (padahal sih karena menghemat budget) hehehe.

IMG_7236

Tangga menuju Kawah Bromo

Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 MDPL, dan masih aktif hal ini terbukti dari kawahnya yang mengeluarkan asap dan telah beberapa kali meletus, letusan terakhir terjadi pada tahun 2010.

IMG_7226

Kawah Gunung Bromo

IMG_7219

Pemandangan dari puncak Bromo

Setelah menikmati keindahan kawah dan pemandangan dari puncak Gunung Bromo, kita pun memutuskan untuk segera turun. Karena Jam Breakfast dari hotel sudah mulai mevet, selain itu juga karena perjalanan kita masih harus berlanjut lagi ke “Baluran”.

IMG_7233

Bye….

Setelah Breakfast dan kemas-kemas kitapun langsung gaspol menuju Situbondo. Walau gak dapet perfect sunrise, but I’ll Promise to back here again to catch it someday :). Keindahan alam Gunung Bromo akan selalu membuat kita rindu….  Bye Bromo :’).

*Bersambung ke Blog Berikutnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s