Sebuah Kado Kecil Untukmu (Perjalanan Mengelilingi Separuh Pulau Dewata)

Hello bloggers, ini adalah tulisan pertamaku di blog, sebelum2nya sih aku gak pernah nulis2 cerita pengalaman di media online karena biasanya pengalaman tersebut hanya aku simpan di memory ingatanku saja, namun kali ini aku ingin berbagi dengan kalian2 semua tentang sebuah perjalanan yang aku & dia (dibaca : kita) lakukan πŸ˜€

Okay jadi hari minggu kemarin tepatnya tanggal 16 Pebruari 2014 kita melakukan perjalanan mengelilingi separuh Pulau Dewata (woowww terdengar menarik, tapi memang menarik teman πŸ˜€ ). Perjalanan ini adalah bagian dari hadiah valentineku kepada sang kekasih (Happy Valentine Dear), karena aku tidak terlalu suka dengan hal2 yang mainstream sehingga aku ingin memberi sesuatu yang berbeda serta ingin menunjukkan sisi romantisku dengan cara yang berbeda pula πŸ˜‰

Pagi itu sekitar pukul 06.00 WITA, cuaca di seputaran kota Denpasar masih nampak mendung serta jalanan masih nampak basah oleh sisa hujan semalam, perasaan pun mulai tak tenang karena takut tidak bisa melakukan perjalanan di hari itu dikarenakan hujan. Namun setelah menunggu beberapa jam, akhirnya sang mentari pun mulai menampakkan sinarnya & membelah sekumpulan awan hitam yang menutupi langit. Setelah cuaca dirasa aman untuk melakukan perjalanan, maka kita pun memulai perjalanan tersebut sekitar jam 10 pagi. Oh ya lupa dijelaskan sebelumnya, perjalanan ini kita lakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua (dibaca : sepeda motor) agar lebih fleksibel & dapat merasakan nikmatnya perjalanan dan petualangan yang sebenarnya, because we are the Touraveling Couple, yeeaaahhhh!!! \m/

Well rute perjalanan kita adalah sebagai berikut :

rute perjalanan new

Denpasar – Bedugul – Puncak Bagus – Singaraja – Tulamben – Amlapura – Denpasar

Sepertinya rute tersebut cukup jauh bagi pengendara pemula karena jarak yang harus ditempuh yaitu sejauh 250 km. Namun bagiku yang seorang bikers, rute tersebut adalah rute touring jarak dekat, selain karena masih dalam satu pulau, perjalanan ini juga dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu hari saja.

Oke kembali ke awal, setelah melalui perjalanan selama 75 menit dari Denpasar, akhirnya kita tiba di Bedugul (Danau Beratan). Danau ini cukup populer dikalangan wisatawan lokal, domestik, maupun internasional. Selain itu juga terdapat Pura yang sangat terkenal yaitu Pura Ulun Danu. Namun ini sebenarnya bukanlah tujuan utama kita, kita hanya beristirahat sejenak sebelum menuju Puncak Bagus.

ulun danuPura Ulun Danu – Bedugul

Setelah beristirahat selama 10 menit, kita pun melanjutkan perjalanan kembali selama 15 menit hingga akhirnya tiba di Puncak Bagus, horraayyyyyy πŸ˜€ . Sedikit informasi, Puncak Bagus merupakan dataran tinggi di Desa Pancasari (Tabanan, Bali) dimana dari Puncak Bagus ini akan terlihat pemandangan Danau Buyan & Danau Tamblingan secara sempurna karena Puncak Bagus berada tepat di tengah perbatasan kedua danau tersebut.

photo003

image001Puncak Bagus – Desa Pancasari

Setelah puas menikmati keindahan Danau Buyan & Danau Tamblingan dari atas Puncak Bagus, kita pun melanjutkan perjalanan kembali menuju kota Singaraja. 30 menit berlalu dan tibalah kita di kota Singaraja, kota paling utara Pulau Dewata. Karena perut sudah sangat keroncongan (dibaca : lapar beud) maka kita pun bergegas menuju traditional foodcourt (dibaca : pasar senggol) πŸ˜› yang berada di pinggiran kota Singaraja. Makanan yang dipesan pun tak lama setelah dihidangkan langsung berpindah lokasi ke dalam perut yang hampa kosong melompong ini (maklum laper banget soalnya) πŸ˜€ . Acara makan siang pun usai, tak lupa kita menunaikan kewajiban kita kepada Sang Pencipta yaitu melaksanakan ibadah sholat dzuhur (kebetulan kita berdua adalah seorang muslim).

Seusai melaksanakan sholat, kita pun kembali melanjutkan perjalanan menuju Tulamben yang berada di Kabupaten Karangasem (kabupaten paling timur pulau Bali). Sepanjang perjalanan menuju Tulamben, kita disuguhi pemandangan laut yang indah serta hutan yang asri, jalur utara pulau Bali ini sangat recommended bagi para adventurer karena jalurnya relatif sepi tidak banyak kendaraan yang melintas serta panorama alam yang disajikan sangat indah.

image002Jalur Utara Bali – Singaraja

Namun sayang, ternyata cuaca sedang tidak bersahabat, sekumpulan awan hitam tiba2 muncul dan tak lama kemudian turunlah hujan lebat. Kita pun seketika menghentikan kendaraan untuk memakai jas hujan. Yah walaupun cuaca tak bersahabat, jangan sampai butiran air hujan tersebut mematikan api semangat petualangan yang tengah membara ini. Kita pun melanjutkan sisa perjalanan menuju Tulamben dalam kondisi hujan. Sekitar pukul 16.00 WITA kita pun sampai di Tulamben. Tempat pemberhentian kita disana adalah sebuah kedai kopi tua yang menyuguhkan pemandangan yang luar biasa karena posisinya tepat berada di seberang perbukitan & persawahan.

image004

“If you don’t ride in the rain, you don’t ride”

image008

image007Menikmati Secangkir Kopi Sembari Memandangi Keindahan Alam

Kita pun menikmati secangkir kopi hangat yang disuguhkan bersama panorama hamparan sawah yang hijau serta perbukitan yang indah. Aahhh sungguh suatu kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata2. Ngopi di tempat ini adalah bagian paling favorit dalam perjalanan ini karena sangat jarang kita bisa menikmati keindahan alam sembari menikmati secangkir kopi hangat yang dapat membuat hati & perasaan ini tenang.

image010

photo014

image013

image011

image006Persawahan & Perbukitan di Tulamben – Karangasem

Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan pukul 17.00, saatnya bagi kita untuk melanjutkan perjalanan menuju kota Amlapura (Ibukota Kabupaten Karangasem). Sesampainya di Amlapura, kita langsung menuju masjid karena waktu sholat ashar yang sudah agak mepet, perjalanan jauh bukan merupakan alasan untuk tidak beribadah ya teman πŸ™‚ . Setelah sholat ashar maka kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju kota Denpasar mengingat hari sudah hampir gelap.

image005Jalan Raya Abang – Karangasem

90 menit sisa perjalanan akhirnya berhasil kita lalui dan tibalah kita kembali di kota Denpasar. Perjalanan yang cukup melelahkan namun sangat mengasyikkan. Sebuah petualangan singkat menyusuri separuh dari Pulau Dewata tercinta. Rasa lelah di raga sangat sepadan dengan keindahan panorama alam yang mampu menyejukkan jiwa.

Well itulah sepenggal cerita tentang perjalanan yang telah kita lakukan, jika perjalanan ini adalah hadiah valentineku untukmu, maka tulisan ini adalah hadiah untuk ulang tahunmu yang ke 24 (Happy Birthday Dear), semoga kamu bisa bertambah dewasa (kalo bertambah tua itu sudah pasti & tak bisa dipungkiri lagi πŸ˜› ), tetap menjadi pribadi yang ceria & bersemangat, bisa lebih baik lagi dari sebelum2nya, dan tak lupa pula diberikan kesehatan serta murah rejeki, amiinnn.

Yah mungkin tidak banyak yang bisa aku berikan di hari bahagiamu ini, hanya sebuah surprise kecil & sedikit hadiah, namun apapun itu semoga tetap bisa di syukuri karena itu juga bagian dari nikmat yang diberikan olehNYA.

“Janganlah berhenti bermimpi, namun jangan pula hanya bermimpi lalu diam terpaku, mari kita wujudkan mimpi itu bersama-sama” — Robby Pahlevi

Salam Cinta & Petualangan

Your Partner

Robby Pahlevi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s