Ekspedisi Pulau Merah

Perjalanan ini kita lakukan berdua pada awal tahun 2014 (11-01-14). Ada sedikit keraguan menjelang keberangkatan, karena awan gelap menyelimuti kota dan rintik hujan mulai berjatuhan. Namun semangat dan tekad kuat kita melebihi segalanya, hujanpun kita terjang dan tak jadi persoalan. Si Satria tak gentar menerjang derasnya hujan dan melaju dengan gagah dan kencangnya. Setelah menghabiskan waktu sekitar 4 jam dari Denpasar sampailah di pelabuhan gilimanuk dan perjalanan kita lanjutkan dengan ferry boat menuju ke pelabuhan ketapang.

Imagesore yang mendung di atas ferry boat

Imageindahnya alam terpampang nyata di depan mata

              Setelah menempuh waktu sekitar 60 menit terombang ambing di lautan sampailah di ketapang, dan perjalanan kita masih terus berlanjut hingga menemukan musholla di pom bensin yang tak begitu jauh dari pelabuhan untuk sholat dan beristirahat. Nuansa indah Pulau Merah semakin terbayang di benak kita, terbakarlah semangat kita untuk memacu motor lebih kencang. perjalanan berlanjut hingga sampai di Alun-alun Blambangan dan taman Sri Tanjung untuk menikmati rawon & secangkir kopi.

484795_3853305589313_2043578036_n

Image

           Keesokan harinya kita mulai lagi perjalanan dari alun-alun kota menuju Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. cuaca cukup terik sehingga perjalanan lancar dan mulai memasuki pedesaan dan jalan kecil dengan kontur jalan yang sedikit berlubang. namun perjalanan sangat seru dan menyenangkan karena alam menyuguhi panorama yang luar biasa, sawah terbentang hijau, sungai yang mengalir dengan derasnya, tampak perbukitan, dan yang paling berkesan adalah penduduk yang sangat ramah.

Image

Image

                   Sekitar 2 jam waktu yang kami habiskan sampai akhirnya sampailah pada tujuan kita, aroma laut semakin tercium dan kita sudah tidak sabar untuk sampai pada tujuan kita, dan finally This is it WELCOME PULAU MERAH 🙂

Image

pulau merah helm

          Bentangan alam Pulau Merah dengan bukit setinggi 200 meter di laut dan pantainya yang putih bersih, membuat kita terpesona dan takjub akan keindahanya lukisan sang kuasa, hembusan angin semilir dan suara deburan ombak membuat kami terbuai dan ingin lebih lama disana. Namun perjalanan masih harus berlanjut lagi, Ekspedisi Pulau merah DONE it’s time back to Pulau Dewata.

Image

“Tak henti-hentinya mata ini menatap, kaki ini berjalan, & roda sepeda motor ini berputar, untuk menyusuri & melihat betapa indahnya negeriku Indonesia” — Robby Pahlevi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s