Tentang Waktu

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari foto jam dinding yang terpajang di sebuah toko jam tersebut. Aku hanya menikmati berderet jam dinding yang tersusun rapi itu. Mereka berhenti tepat di angka 10.10, mungkin saat itu si pemilik punya sebuah kenangan tepat pada waktu itu atau… mungkin juga si pemilik menyukai angka-angka tersebut. Entahlah… I don’t even know.

Waktu yang hakikat menurut Andrea Hirata yang dari buku “Padang Bulan”.

Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan. Namun, disana, di balik jeruji yang dingin itu, waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan.

Bagi para politisi dan olahragawan, waktu adalah kesempatan yang singkat, brutal, dan mahal.

Para seniman kadang kala melihat waktu sebagai angin, hantu, bahan kimia, seorang putri, payung, seuntai tasbih, atau sebuah rezim. Salvador Dali telah melihat waktu dapat meleleh.

Bagi para ilmuawan, waktu umpama garis yang ingin mereka lipat dan putar-putar. Atau lorong, yang dapat melemparkan manusia dari masa ke masa, maju atau mundur.

Bagi mereka yang terbaring sakit, tergolek lemah tanpa harapan, waktu mereka panggil tak datang-datang.

Bagi para petani, waktu menjadi tiran. Padanya mereka tunduk dan patuh. Kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memanen adalah titah dari sang waktu yang sombong. Tak bisa diajak berunding. Tak mempang disogok.

Bagiku sendiri waktu masih menjadi misteri yang penuh dengan teka teki. Terkadang aku mengharapkan agar waktu cepat berlalu saja, agar aku bisa mengetahui bagaimana Tuhan membuat skenario untukku. Atau terkadang aku juga berpikir, waktu cepatlah  berlalu… agar tabunganku cepat terkumpul banyak lalu aku akan melarikan diri ke negeri antah berantah, agar aku bisa teriak sekencang-kencangnya tanpa ada orang yang mengenaliku dan aku bebas melakukan apapun yang aku mau.

“It’s not like you know all about today just because you lived yesterday”.
-Jiho (Because this is My First Life)

Advertisements

Di Suatu Tempat Bernama “Sembalun”

Tuhan begitu adil dalam menciptakan sesuatu. Seperti ada kopi yang pahit maka akan ada gula yang manis, dari perpaduan itu akan menciptakan suatu rasa yang luar biasa. Begitu juga dengan alam, Ada pantai yang terik, maka akan ada pegunungan yang sejuk sebagai penyeimbangnya. Mungkin itu yang dimaksud dengan Yin dan Yang yaitu konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.

Dalam perjalanan kami ke Lombok tahun lalu, kami menyusuri jalanan di pinggiran laut yang terbentang luas. Hembusan angin laut yang mengandung garam, lembab namun menyejukkan. Hingga lama kelamaan laut pun jauh tertinggal, kami mulai melewati jalanan yang menanjak, memasuki jalanan yang sepi… sayup-sayup suara khas binatang hutan pun terdengar, udara mulai berganti dengan aroma yang menyegarkan paru-paru. Suara kendaraan pun mulai jarang terdengar, hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan penduduk setempat yang pulang dari sawah dan ladang mereka dengan sekarung rumput.
Ah, pasti kambing & sapi mereka kegirangan melihat tuannya datang membawa rumput segar, pikirku.

Motor kami pun terus melaju, tidak terlalu kencang, kami ingin menikmati suasana ini. Tatapan-tatapan ramah penduduk sekitar, tawa anak-anak yang sedang bermain, udara sejuk yang perlahan-lahan mengubah lelah kami menjadi senyuman. Maklum perjalanan kami semalam dari Denpasar hingga akhirnya terombang ambing berjam-jam di lautan sukses membuat kami sedikit loyo.

Yosh… Sampailah kita di sini, inilah Desa Sembalun. Surga terpencil di kaki gunung Rinjani.
Sembalun adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Sembalun berada di ketinggian 800 – 1.250 mdpl maka tak heran jika udara disini sejuk.

Desa ini benar-benar seperti surga, dikelilingi dengan pegunungan yang sangat epic, sepanjang mata memandang “Hijau”. Nampak Gunung Rinjani berdiri kokoh menjulang… menembus awan. Kabut tipis membuat suasana semakin syahdu. Karena pada saat kami sampai disana hari sudah cukup sore, lelah kami sepanjang perjalanan berubah menjadi suatu kekaguman terhadap alam yang luar biasa indah.
Kami benar-benar betah berada disini, seperti kampung halaman. Tenang… nyaman… damai… inilah kehidupan pedesaan yang menjadi idaman :).

Sore itu kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Sembalun bersama  dengan salah satu penduduk dan obrolan kami tentang asal usul desa Sembalun ini sangatlah menarik.
Jadi Sembalun ini adalah desa tertua di kaki gunung Rinjani.
SEMBALUN yang berasal dari bahasa jawa kuno yang terdiri dari dua kata yakni kata “SEMBAH” dan “ULUN”. Kata Sembah mengandung makna menyembah, menyerah diri, mematuhi, atau bisa juga dimaknai taat. dan Ulun , dari kata dasar Ulu yang berarti kepala, atas, atasan, atau pemimpin.

Makna lain yang terkandung dari kata sembahulun adalah ” orang sembalun berkewajiban untuk menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan pemelihara alam dan manusia wajib menaati segala ketentuan ketentuan dan kepercayaan yang di anut, setiap orang sembahulun wajib menaati dan mematuhi pemimpin pemimpinnya, bahwa setiap orang sembahulun mempunyai kewajiban untuk selalu taat kepada adat leluhurnya selain taat kepada Yang Maha Esa dan kepada Pemimpinnya “.

Sayangnya kami hanya sebentar berada disana, bermalam di kaki gunung Rinjani dan menyaksikan matahari terbit dari Bukit Selong membuat kami benar-benar takjub akan ciptaan Tuhan yang sangat mengagumkan, ibarat lukisan hidup begitulah mata kami menyaksikan segala keindahan alam yang Tuhan suguhkan kepada kami.

Semoga dilain kesempatan kami dapat berkunjung kesana lagi 🙂


 

Bila kamu belum pernah terdampar di lembah yang rimbun, maka kamu belum pernah tahu semegah apa bumi yang kamu injak ini. 

 

Traveling VS Liburan

Sekarang ini liburan menjadi saat-saat yang dinantikan oleh semua orang, bukan cuma untuk melepas penat dari rutinitas & menjelajahi tempat-tempat baru saja, namun juga sebagai life style bahkan menjadi suatu kebutuhan yang wajib banget dilakukan.

Nah, ternyata banyak dari kita yang salah kaprah  mengartikan liburan dan traveling ke dalam arti yang sama. Karena mereka menggunakan waktu liburannya untuk traveling. Meski sama-sama bepergian, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Berikut beberapa perbedaanya  :

  1. Beda Tujuan
    Hal utama yang membedakan antara traveling dan liburan adalah tujuan. Liburan murni bertujuan untuk bersenang-senang sedangkan traveling biasanya lebih untuk mencari pengalaman. Orang yang sedang liburan biasanya mengunjungi tempat-tempat yang sudah umum dan yang sedang hits. Agenda mereka pun biasanya sudah tersusun dengan sangat rapi dan terencana. Sedangkan traveler umumnya lebih menyukai tempat-tempat yang jarang dikunjungi. Perjalanan mereka biasanya juga tidak terlalu terncana dan lebih spontan. Seorang traveler sangat menyukai kejutan-kejutan dalam perjalanan… misalnya tersesat ketika sedang dalam perjalanan, bisa tidur di mana saja, dan menikmati interaksinya dengan orang-orang serta penduduk sekitar yang ditemuinya. Seorang traveler biasanya juga memiliki tujuan khusus dalam sebuah perjalanan. Bisa saja ia melakukan perjalanan karena ingin mencari inspirasi atau untuk menemukan jati diri.
    Poinnya, traveling adalah tentang proses perjalanan itu sendiri, bukan tujuan.

    Traveling dengan menggunakan motor, why not ?

     

    Ternyata Pantai Kuta bukan cuma milik Bali saja

     

    Perpaduan antara pegunungan & lautan itu keindahan yang tak terbantahkan

     

  2. Beda Akomodasi
    Karena tujuannya adalah untuk bersenang-senang, maka seseorang yang sedang liburan juga tidak mau repot dalam hal akomodasi. Biasanya mereka akan lebih memilih menggunakan jasa travel agent untuk mengurus akomodasi serta itinerary perjalananya. Untuk penginapan, Hotel berbintang atau villa mewah menjadi pilihannya.  Sedangkan seorang traveler tak terlalu memusingkan soal akomodasi perjalanan. Yang terpenting adalah ia bisa sampai ke tempat tujuan, tak peduli naik apa. Soal penginapan pun mereka lebih memilih penginapan yang low-budget.
    Sekali lagi, seorang traveler lebih mencari pengalaman daripada kesenangan.

    Serunya traveling dengan menggunakan motor

     

    Kapal fery ini membawa kita terombang-ambing di lautan selama berjam-jam

     

    Mau tidur di tenda/di hotel tidak jadi masalah

     

    Penginapan di kaki gunung Rinjani


  3. Liburan lebih mementingkan oleh-oleh. Sedangkan traveling tidak.
    Seseorang yang sedang liburan akan mengeluarkan lebih banyak uang. Bukan cuma untuk akomodasi tapi juga keperluan lain, termasuk oleh-oleh. Bagi seseorang yang sedang liburan, oleh-oleh adalah hal yang wajib. Sedangkan Traveler tidak ingin rempong dengan membawa banyak bawaan. Selain karena space backpack atau box di motornya terbatas, juga karena ruang geraknya terbatas hanya karena tambahan bawaan.
    Seorang Traveler akan membawa sesuatu yang unik yang nantinya akan dijadikan sebagai suatu kenangan ketika ia merindukan tempat tersebut.

    Beras merah & kopi Sembalun, terasi, dan pasir pantai.

     

    Pasir dari pantai Kuta & pantai pink

     

  4. Seorang traveler punya caranya sendiri untuk mengabadikan kisah perjalanan.
    Ketika mengunjungi tempat-tempat yang bagus, cekrek… langsung upload ke sosmed, itulah kegiatan umum yang dilakukan oleh mereka yang sedang liburan. Foto-foto adalah cara mereka mengabadikan momen jalan-jalan. Sedangkan seorang traveler selalu punya caranya sendiri untuk mengabaikan penglamannya selama traveling. Selain melalui foto, menulis cerita perjalanan adalah salah satu hal yang biasanya dilakukan oleh seorang traveler untuk membuat kisah mereka abadi. Bahkan tak jarang, dari kegiatan menulis perjalanan tersebut ia mendapatkan penghasilan tambahan. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai pekerjaan utama (travel writer).

    Dengerin Bapaknya curhat, dari pacuan kuda… Hingga masalah rumah tangganya.

     

    Perlu perjuangan yang berat untuk sampai di Pantai ini

     

    Legenda Putri Mandalika

     

    Membicarakan tentang kopi dengan seorang petani Desa Sembalun




    “Tidak peduli ke bagian Indonesia mana kamu melangkah, kamu akan tahu bahwa setiap sudut Indonesia adalah rumah.”

PULANG : Tere Liye

 

Sebut saja dia Bujang atau “Si Babi Hutan” tidak ada yang tau nama sebenarnya, dan jika kamu membisikkan namanya maka gemetarlah mereka, dan bahkan seorang presidenpun takluk didepanya.

Tere Liye sukses membuat si Bujang sebagai pemeran utama yang mengagumkan, bikin ane jatuh cinta dari pertama kali membacanya. Dalam bayangan ane sosok si Bujang ini mirip dengan sosok Ji Chang Wook dalam drama korea (Belum bisa move on dari Drama the K2 hehehe :D) yang cerdas, berwawasan luas, jago berkelahi, menembak, kuat & tak terkalahkan.

Remaja 15 tahun dari hutan barisan Sumatera yang pertama kali datang ke kota tanpa menggunakan alas kaki, dan penuh luka. Siapa sangka dia punya segudang kelebihan yang mengagumkan, bahkan bisa menyelamatkan Tauke besar pemimpin gangster top di Ibu Kota dan penguasa shadow economy yang disegani seluruh penjuru negeri ini hingga manacanegara.

Di awal bab belum apa-apa cerita uda panas, menegangkan dan bikin penasaran.
Bayangkan saja buku setebal ini mampu ane lahap dalam 5 hari saja, biasanya mah bisa berbulan-bulan karena tidak sempat. Demi buku ini ane rela begadang, sampai gak bisa tidur gara-gara kepikiran si Bujang… Oh bang Bujang…

Bujang digambarkan sebagai sosok yang tidak punya rasa takut sama sekali, ia gagah berani menghadapi apapun.
Sampai pada akhirnya satu persatu pondasi kekuatanya terkelupas, dan dia jatuh pada titik yang membawa dia pulang kembali kepada Tuhan.

Tokoh-tokoh yang tak kalah penting dalam novel ini adalah Tauke Besar adalah pemimpin keluarga tong yang menguasai Shadow Economy, Kopong si pemimpin tukang pukul, Guru Bushi mantan ninja yang mengajari Bujang menggunakan katana dan melempar shuriken, Sangola pembunuh bayaran yang mengajari si Bujang menembak, kisah cinta Mamak & Bapak si Bujang yang sangat dramatis, dan yang tak kalah penting adalah Tuanku Imam yang memberikan pencerahan kepada Bujang untuk kembali pulang kepada Tuhan.

Berikut kutipan-kutipan yang ane suka dari novel ini….

Aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu untuk mendengar komentar mereka.

Berjanjilah agar menjaga perutmu dari semua makan yang haram & kotor, agar besok lusa, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik yang putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang.

Bahwa kesetiaan terbaik adalah pada prinsip-prinsip hidup, bukan pada yang lain.

Bersabarlah, maka gunung-gunung akan luruh dengan sendirinya. Lautan akan kering. Biarkan waktu menghabisi semuanya.

I against my brother, my brother and I against my cousins, then my cousins and I against strangers.
– Pepatah suku Bedouin.

Seluruh masa lalu, hari ini, dan masa depan akan selalu berkelindan, kait mengait. Esok lusa kau akan lebih memahaminya.

Kau tahu, hidup ini sebenarnya perjalanan panjang, yang setiap harinya disaksikan oleh matahari.

Peluklah semuanya, peluk erat-erat. Dekap seluruhkebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai.

Ketauhilah, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian dalam hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran.

Sejatinya, dalam hidup ini kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri.

Sungguh, sejauh apapun kehidupan menyesatkan, segelap apapun hitamnya jalan yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang.

 

 

 

 

Rindu : Tere Liye ( 5 Kisah Dalam Perjalanan Panjang Kerinduan )

file_000-1

Judul : Rindu
Penulis: Tere Liye
Tebal: 544 halaman (51 bab)
Penerbit: Republika, 2014
Tema: Cinta, Keluarga, Perjuangan.
Setting: Tahun 1938

Novel ini bercerita tentang perjalanan rombongan haji yang panjang  selama berbulan – bulan dengan sebuah kapal uap besar bernama Blitar Holland yang settingnya ketika jaman penjajahan Belanda 1938.

Ane selalu menyukai Novel yang berkisah tentang perjalanan, karena pasti ada kisah seru dan jadi tahu tentang tempat-tempat baru tersebut. Kapten Phillip sukses membawa ane berlayar dengan berbagai cerita serta masalah-masalah yang dialami masing-masing tokohnya.

Tere Liye membuat tokoh-tokoh di buku ini begitu berkarakter dan sangat dekat dengan pembaca. Ada Bonda Upe seorang wanita Tionghoa yang cantik dan mempunyai masa lalu yang pahit, Saudagar kaya Daeng Andipati yang terlihat bahagia namun masih belum bisa memaafkan diri sendiri dari masa lalunya, pasangan super romantis Mbah Kakung & Mbah Putri, dan si kecil menggemaskan Anna & Elsa.
Ane sempat geli sendiri mendengar nama itu seperti nama tokoh film Frozen (memangnya di jaman itu sudah ada filmnya?) Entahlah… I don’t even know.
Dalam perjalanan besar ini masing-masing tokoh mempunyai pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidupnya yang akan dijawab oleh seorang ulama masyhur dari Gowa yaitu Gurutta (Guru Kita) Ahmad Karaeng,
namun dirinya sendiri tidak mampu menjawab pertanyaan besar dalam hidupnya, dan menganggapnya sebagai orang yang paling munafik. Siapa sangka pertanyaan terbesar di hidupnya tersebut mampu di jawab orang seperti Ambo Uleng si kelasi pendiam yang dangkal ilmu.

Pada bab-bab awal lebih menceritakan tentang karakter dan cerita masing-masing tokoh,  terasa agak membosankan karena hanya menceritakan kegiatan mereka berulang-berulang seperti makan, sholat, sekolah, mengaji dsb. Yup, ane juga sadar sih karena setting cerita ini adalah di atas Kapal dan terombang ambing di laut jadi tidak jauh dari kegiatan-kegiatan tersebut hanya itulah yang bisa mereka lakukan.
Ditengah-tengah Bab muncullah beberapa kejadian seru yang membuat ane semangat dan larut dalam novel tersebut, seperti ketika meledaknya bom di Pasar Turi Surabaya yang membuat Anna terjebak dalam kerumunan orang dan terpisah dari ayahnya yaitu Daeng Andipati, Meninggalnya Mbah Putri yang meninggalkan kesedihan mendalam untuk Mbah Kakung, Rusaknya mesin kapal yang hampir membuat mereka terkatung-katung di lautan luas Samudra Hindia, dan puncaknya adalah ketika kapal Blitar Holland dibajak oleh Perompak Somalia yang sangat kejam.

Ane sangat mengapresiasi Tere Liye sebagai penulis yang mampu membuat Novel se emejing ini. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik, mulai dari pengetahuan umum hingga kondisi jaman penjajahan Belanda saat itu yang ternyata tidak seseram yang Ane pikirkan selama ini karena hanya belajar dari buku sejarah ketika sekolah dulu, ternyata tidak semua orang Belanda itu jahat dan kasar, seperti Kapten Phillip, Chef Lars, & Ruben si Boatswain adalah salah satu orang Belanda yang sangat baik.
Novel ini sebenarnya adalah Novel Religi, namun tidak sereligi AAC dan KCB. Penuh dengan pengajaran agama & kebesaran Allah SWT. Selain itu yang seru dari membaca Novel ini adalah ane jadi gak tahan ingin mengunjungi beberapa tempat seperti Batavia, Palembang, Aceh, Kolombo, dan terutama Jeddah Arab Saudi 🙂 (Insyaallah… ).

IT’S NOT ABOUT THE DESTINATION, IT’S ABOUT RIDE !

Bentang alam Indonesia itu begitu indah dan berlimpah gan, bahkan seluruh duniapun mengakuinya.
kita tak akan pernah kehabisan tempat untuk traveling. Ada saja tempat seru yang bisa kita kunjungi.
Kebetulan ane & si doi sama-sama gak betah berada di rumah, jadi seringkali ane membuat bucket list tempat-tempat yang ingin ane kunjungi. Dan kemudian barulah kita membuat Itenerary lengkapnya.
Salah satu hal yang membuat kita excited adalah karena perjalanan ini sepenuhnya menggunakan motor…. yeay… !

Tapi pasti bakalan ribet dan capek banget ya kalo traveling naek motor???
kenyataanya gak seribet itu kok, berikut ini alasan-alasan kenapa ane & si doi lebih suka traveling dengan motor  :

1. Lebih Hemat

Yups pastinya…. Ini adalah alasan paling utama jika bepergian, BUDGET. Kalau agan traveling jangan cuma modal nekat ya…. modal dana adalah yang utama sangat perlu dipersiapkan. Sebelum bepergian buatlah catatan kecil berisi anggaran apa saja yang nanti akan dikeluarkan, misalnya untuk biaya menginap, bensin, dan makan.
Nah, dengan menggunakan Motor hanya akan mengeluarkan biaya BBM saja bukan…. selain itu untuk biaya penyeberangan dengan kapal ferry untuk motor juga relatif murah.

2. Lebih Flexibel dan Accessible

Jika diperhatikan, beberapa tempat menarik di Indonesia berada di lokasi yang lumayan mblusuk dan sulit diakses dengan kendaraan. Kalaupun bisa, harus menggunakan kendaraan khusus dan akan sangat menguntungkan jika menjelajahinya dengan menggunakan sepeda motor. Bukannya apa-apa, body sepeda motor yang relatif kecil dibandingkan mobil cenderung membuatnya lebih fleksibel dan bisa mencapai tempat-tempat yang lokasinya kurang accessible.

Karena body nya yang tidak terlalu memakan ruang, sepeda motor juga lebih fleksibel dibandingkan mobil. Misal untuk urusan parkir. Memarkir motor jauh lebih gampang dibandingkan memarkir mobil, tentu saja.

Kadang, saat berniat mengunjungi sebuah tempat tertentu, kita akan melewati sebuah tempat menarik dengan pemandangan yang sangat Instagramable. Naik motor memungkinkan kita untuk berhenti sejenak dan mengambil beberapa foto. Emang kalau naik mobil tidak bisa berhenti? Bisa. Tapi harus mencari tempat parkir terlebih dahulu. Ya kalau ada, kalau tidak?

Sebagian besar tempat-tempat menarik di Indonesia berupa alam. Dan tak jarang lokasi tempat-tempat menarik tersebut tidak gampang diakses menggunakan kendaraan bermotor, Apalagi mobil.
karena kondisi jalan yang sempit, berbatu dan tak jarang juga berlubang – lubang yang terkadang juga tanjakan tinggi. diDisini, pengguna sepeda motor boleh berbangga 😉

 

DCIM101DRIFT

Mblusuk di jalanan yang rusak pun hajaaar !

 

DCIM101DRIFT

Bisa masuk-masuk ke jembatan kecil

 

p_20160309_151231

Kalo ada view bagus bisa melipir dulu buat foto-foto

 

3. Banyak Menemukan Hal-hal yang Tak Terduga Ketika di Jalan

Serunya lagi kalau traveling dengan motor itu bakalan menemukan hal-hal tak terduga selama di jalan, entah itu pengendara lain yang tidak berhati-hati, Ibu-ibu yang nyelonong, tersesat di jalan, dan mendapatkan view emejing yang belum pernah kita lihat sebelumnya dan kejadian-kejadian seru lainya yang membuat kita merasa tidak pernah bosan dan mendapatkan pengalaman-pengalaman serta teman-teman baru yang akan agan dapatkan selama diperjalanan.

DCIM102DRIFT

Ringin Contong, Landmark Kota Jombang

 

DCIM102DRIFT

“Tulisan di belakang truck” menghibur anda di jalan raya 😀

 

p_20160309_155617-1

Menemukan tempat baru, “PLTA Pacitan”

 

DCIM102DRIFT

Ketemu boncenger laen….. embeeeeek……

 

screenshot_2017-01-25-11-18-31_1_1

“Empty Road” ditengah-tengah tebing batu kapur

 

screenshot_2017-01-25-11-18-04_1

Melihat keindahan bukit-bukit lucu seperti Bukit Teletubies

 

Nah, untuk agan yang tertarik melakukan traveling dengan cara Bikepacking ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan agar perjalananmu tetap aman & nyaman :

1.       Pastikan motormu dalam kondisi prima.
Sebagus apapun kondisi sepeda motor kamu, pastikan untuk di maintenance dulu, untuk menghindari mogok di tengah perjalanan. Bawa ke bengkel sebelum ber – bikepacking, sekedar mengganti oli, setting ulang rem atau cek tekanan udara pada roda akan sangat berguna.
p_20160309_041425
2.       Keep Safety Riding.
Keselamatan itu nomor wahid, jangan lupa memakai helm standar, jaket, protector, sarung tangan, masker dan jangan lupa memakai sepatu khusus touring.  Selain itu pastikan STNK dan SIM yang lengkap. Dan yang tak kalah penting jangan lupa untuk membawa jas hujan walau tidak dalam musim hujan.
file_000
3.       Bawa obat-obatan.
Selain memastikan diri kita dalam kondisi fit, tetap jangan lupa untuk membawa obat-obatan seperti minyak kayu putih, obat merah, tisu, kapas, koyo, obat diare, obat flu, dan tolak angin.
4.       Jangan terlalu banyak bawaan.
Ingat kita travelling naik motor jadi bawalah peralatan yang memang benar-benar penting dan dibutuhkan. Sebaiknya pakailah box yang khusus untuk motor karena akan lebih fleksibel dan rapi ketika membawa barang-barangmu.
14642260_10202400696216914_2654845682912869699_n

 Adventure = Hal yang membuat seseorang kembali “Hidup”!

Jogja Istimewa Siapa Saja Pasti Suka

Jogja…. Jogja…. Jogja…. !!!!

Excited banget pasti kalau udah denger namanya…..
Udah pasti kebayang tempat-tempat keren, makanan murmernak, dan Jogja itu feel like home men…  karena keramah tamahan masyarakatnya.

Eeeets… tapi cuma punya waktu 3 hari aja ne stay di Jogjanya, hmmmm….. Enaknya kemana aja yak???

Ane & si doi punya rekomendasi tempat-tempat keren yang wajib dikunjungi kalo lagi ada di Jogja ne gan….

  1. Gunung Merapi

Yup… Gunung Merapi adalah gunung yang sangat aktif, tercatat sudah 68 kali meletus dan letusan terakhir tahun 2014. Ketinggianya adalah 2968 MDPL ini terlihat sangat kokoh dan mistis. Hal inilah yang membuat kita tertarik untuk melihatnya lebih dekat.
Perjalanan kami tempuh dari Malioboro – Kaliadem kaki Gunung Merapi sekitar 1.5 jam.
Sangat disarankan agar sampai sini sebelum jam 12, karena kalau diatas jam 12 hujan akan turun…
Eh, pas banget waktu itu baru sampai langsung hujan deras. Jadilah kita berteduh dulu nunggu hujan reda…. Tapi sebenarnya ini merupakan salah satu kendala besar buat traveller… karena jika hujan turun otomatis gak bisa menikmai tempat wisata tersebut, mau berfoto juga gak bisa… udah jauh jauh dateng tapi gak dapat apa-apa….
That’s why we suggest you to come earlier not more than 12 PM !

 Ketika Cuaca tidak mendukung

Cuaca tidak mendukung

Namun perjalanan di sekitar Kaliadem ini luar biasa rusak & berbatu, tidak cocok sama sekali untuk jenis motor matic seperti Nmax, rasanya body motor kayak mau lepas dari rodanya 😀 . Yang paling tepat adalah kendaraan sejenis KLX atau Jeep. Jangan khawatir gan, sebenarnya di wisata Gunung Merapi ini banyak disediakan paket-paket wisata dengan menyewa jeep untuk berkeliling dengan harga paling murah Rp 300.000 untuk 4 – 5 orang penumpang.  Dengan harga sewa segitu, kita akan dibawa berkeliling selama kurang-lebih 1 hingga 1,5 jam mengunjungi 3 titik di Gunung Merapi. Sebenarnya cuaca masih belum bersahabat, tapi karena sudah cukup lama menunggu akhirnya kita maksa tetep jalan pakai jas hujan untuk menuju ke…..

“Omahku… Memoriku…”

p_20160307_151934

Desa yang terkena dampak semburan wedus gembel Gunung Merapi

p_20160307_141531

p_20160307_142344

p_20160307_141134

p_20160307_141329

p_20160307_142146

 

Omahku Memoriku adalah sebuah rumah yang didedikasikan menjadi museum erupsi Merapi 2010.  Di sini terpajang aneka memorabilia korban Merapi yang dikumpulkan dari berbagai tempat di sekitar kawasan.  Ada motor yang sudah tinggal rangkanya saja, ada tulang sapi, furnitur, perkakas rumah tangga, dll.  Bahkan rumah itu sendiri sudah menunjukkan pada kita seperti apa dahsyatnya erupsi Merapi.

Entah kenapa saat melihat semua benda – benda dampak ini seketika ane menitikkan air mata, seakan ane bisa ngerasain betapa dahsyatnya semburan awan panas di saat kejadian itu, dalam hati ane berdoa untuk semua korban dan semoga tidak ada bencana serupa di kemudian hari :'(.

Ane juga salut banget sama si pengelola tempat ini yaitu mas Anto & Mbak Mawar (sebut saja begitu, maaf ane lupa namanya) serta warga sekitar kaki Gunung Merapi mereka bangkit dari kesedihan dan trauma mendalam akibat bencana tersebut dan mulai mengelola serta mengumpulkan semua barang – barang mereka untuk dijadikan museum seperti ini, hal ini bisa jadi bahan introspeksi buat kita juga agar selalu mengingat kebesaran-Nya, dan agar kita selalu menjaga alam sekitar kita.

“Ketika harta benda sudah tak berarti apa-apa… yang tersisa hanyalah kenangan”
-Omahku Memoryku-

Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu……

“Batu Alien”

Setelah ngobrol banyak dengan Mas Anto & Mbak Mawar kitapun di sarankan untuk mengunjungi Batu Alien, yang lokasinya tidak jauh dari Omahku Memoryku.
Saat menyusuri kawasan ini, seakan mejadi kampung mati. Sebab, rumah di sebelah jalanan kampung kini tak dihuni lagi. Semua runtuh tersapu dan tertimbun dengan material hasil erupsi Merapi.
Salah satu yang menarik dari penanda dahsyatnya erupsi pada 5 November 2010 lalu adalah munculnya bongkahan batu besar yang disebut warga sekitar dengan ‘batu alien’.
Mendengar sebutan batu itu, tak salah pertama kali langsung menarik pendengaran. Ya batu aneh sudah pastinya. Batu besar itu terletak tak jauh dari bibir jurang Kali Gendol.

download

jeepwisatamerapi.com

Sekilas memang hanya terlihat seperti batu biasa, tapi kalau diperhatikan lebih dalam makan akan terlihat seperti wajah manusia. Subhanallah…. ane gak bisa ngebayangin batu sebesar ini bisa melayang jauh ke tempat ini. Betapa dahsyatnya bencana yang terjadi Tahun 2010 lalu :'(.

2. Bukit Bintang

Tempat selanjutnya yang harus dikunjungi Ketika malam hari adalah Bukit Bintang yang terletak di Gunung Kidul, sekitar 1 jam dari Malioboro.

bukit-bintang-patuk-yogyakarta

photo by nj Beginilah penampakannya…..

Karena kamera hp kita gak mumpuni untuk mengcapture keindahanya, akhirnya ane comot dari blog lain yang keliatan lebih real hehehe….
Yup Bukit Bintang ini tidak seperti yang agan bayangkan seperti Bintang dilangit, Bukit Bintang yang ada di Jogja ini menampilkan keindahan kerlap kerlip lampu kota Jogja di malam hari alias Bintang yang ada di Bumi.
Suguhan keindahan ini benar-benar membuat hati damai gan…. entahlah ada perasaan tersendiri yang meluap dalam hati ini ketika melihat keindahan ini “Amazing” satu-satunya yang ane bisa ane ungkapkan (mendadak mellow). Cocok banget ne ngajak pasangan kesini biar tambah romantis gitu hehehe.
Dan untuk menikmati keindahan panorama Amazing ini lebih komplit lagi dengan adanya suguhan kopi panas dari warung-warung pinggir jalan yang ada di sepanjang jalan Gunung Kidul ini gan.

DCIM101DRIFT

 

3. Kalibiru

Tempat Wisata ini lagi ngehits banget di kalangan anak muda, terutama di instagram. Hal inilah yang membuat ane pengen banget kesini dan setiap hari merengek-rengek ke si doi agar dibawa ke tempat ini.
Kalibiru terletak di perbukitan menoreh Kulon Progo, yang berada diketinggian 450 MDPL. So, uda pasti ngebayangin keindahan dan sejuknya udara disana kan gan….
Yups, tempat ini emang super duper kereeen…..
Tempat wisata ini dilengkapi dengan gardu pandang, jalur trekking, camping ground, homestay dan fasilitas outbond. Ada beberapa gardu pandang dengan view yang menarik yang dapat kita capai dengan traking menyusuri jalan setapak. Dari gardu pandang ini bisa terlihat view perbukitan menoreh yang menghijau serta Waduk Sermo yang tampak kebiru-biruan.
So, jangan lupa ambil foto disana ya gan… biar bs di upload di instagram… hehehe

DCIM101DRIFT

Welcome to Kalibiru

DCIM101DRIFT

dsc_1263

 

4. Malioboro

Ini ne pusatnya oleh-oleh dan bertebaran makanan serta penginapan murah…. Disinilah tempatnya untuk berinteraksi dengan warga sekitar dan merasakan keramahtamahan masyarakat Jogja.

DCIM101DRIFT

Jl. Malioboro

Selfie ama gerobaknya :D

Selfie ama gerobaknya 😀

Sego Kucing RP. 2000an

Sego Kucing RP. 2000an

Siap narik di hari Senin

Siap narik di hari Senin

Seni khas di Jogja "Karawitan"

Seni khas di Jogja “Karawitan”

p_20160308_192554

DCIM101DRIFT

Titik nol kota Jogjakarta

 

5. Alun-alun Kidul

Ketika malam datang, Alun-alun Kidul adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Why ??? karena disini ada yang unik banget kalau malam hari, ada becak tapi gak seperti becak kebanyakan… tapi ada lampu warna warninya… meriah banget pokoknya suasanya.
Becak warna warni ini bisa disewa dengan merogoh kocek sekitar 30.000 sekali putaran.

mengayuh-odong-odong-atau-melewati-beringin-kembar-di-alun-alun-kidul-yogyakarta

20150504_200719

jalantraveller.blogspot.co.id

 

Di Jogja emang banyak banget tempat-tempat menarik yang menanti untuk di explore,
3 hari saja rasanya gak cukup untuk menikmati keindahannya.
Semoga nanti ada kesempatan lagi untuk menjelakahi kota istimewa ini 🙂