Traveling VS Liburan

Sekarang ini liburan menjadi saat-saat yang dinantikan oleh semua orang, bukan cuma untuk melepas penat dari rutinitas & menjelajahi tempat-tempat baru saja, namun juga sebagai life style bahkan menjadi suatu kebutuhan yang wajib banget dilakukan.

Nah, ternyata banyak dari kita yang salah kaprah  mengartikan liburan dan traveling ke dalam arti yang sama. Karena mereka menggunakan waktu liburannya untuk traveling. Meski sama-sama bepergian, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Berikut beberapa perbedaanya  :

  1. Beda Tujuan
    Hal utama yang membedakan antara traveling dan liburan adalah tujuan. Liburan murni bertujuan untuk bersenang-senang sedangkan traveling biasanya lebih untuk mencari pengalaman. Orang yang sedang liburan biasanya mengunjungi tempat-tempat yang sudah umum dan yang sedang hits. Agenda mereka pun biasanya sudah tersusun dengan sangat rapi dan terencana. Sedangkan traveler umumnya lebih menyukai tempat-tempat yang jarang dikunjungi. Perjalanan mereka biasanya juga tidak terlalu terncana dan lebih spontan. Seorang traveler sangat menyukai kejutan-kejutan dalam perjalanan… misalnya tersesat ketika sedang dalam perjalanan, bisa tidur di mana saja, dan menikmati interaksinya dengan orang-orang serta penduduk sekitar yang ditemuinya. Seorang traveler biasanya juga memiliki tujuan khusus dalam sebuah perjalanan. Bisa saja ia melakukan perjalanan karena ingin mencari inspirasi atau untuk menemukan jati diri.
    Poinnya, traveling adalah tentang proses perjalanan itu sendiri, bukan tujuan.

    Traveling dengan menggunakan motor, why not ?

     

    Ternyata Pantai Kuta bukan cuma milik Bali saja

     

    Perpaduan antara pegunungan & lautan itu keindahan yang tak terbantahkan

     

  2. Beda Akomodasi
    Karena tujuannya adalah untuk bersenang-senang, maka seseorang yang sedang liburan juga tidak mau repot dalam hal akomodasi. Biasanya mereka akan lebih memilih menggunakan jasa travel agent untuk mengurus akomodasi serta itinerary perjalananya. Untuk penginapan, Hotel berbintang atau villa mewah menjadi pilihannya.  Sedangkan seorang traveler tak terlalu memusingkan soal akomodasi perjalanan. Yang terpenting adalah ia bisa sampai ke tempat tujuan, tak peduli naik apa. Soal penginapan pun mereka lebih memilih penginapan yang low-budget.
    Sekali lagi, seorang traveler lebih mencari pengalaman daripada kesenangan.

    Serunya traveling dengan menggunakan motor

     

    Kapal fery ini membawa kita terombang-ambing di lautan selama berjam-jam

     

    Mau tidur di tenda/di hotel tidak jadi masalah

     

    Penginapan di kaki gunung Rinjani


  3. Liburan lebih mementingkan oleh-oleh. Sedangkan traveling tidak.
    Seseorang yang sedang liburan akan mengeluarkan lebih banyak uang. Bukan cuma untuk akomodasi tapi juga keperluan lain, termasuk oleh-oleh. Bagi seseorang yang sedang liburan, oleh-oleh adalah hal yang wajib. Sedangkan Traveler tidak ingin rempong dengan membawa banyak bawaan. Selain karena space backpack atau box di motornya terbatas, juga karena ruang geraknya terbatas hanya karena tambahan bawaan.
    Seorang Traveler akan membawa sesuatu yang unik yang nantinya akan dijadikan sebagai suatu kenangan ketika ia merindukan tempat tersebut.

    Beras merah & kopi Sembalun, terasi, dan pasir pantai.

     

    Pasir dari pantai Kuta & pantai pink

     

  4. Seorang traveler punya caranya sendiri untuk mengabadikan kisah perjalanan.
    Ketika mengunjungi tempat-tempat yang bagus, cekrek… langsung upload ke sosmed, itulah kegiatan umum yang dilakukan oleh mereka yang sedang liburan. Foto-foto adalah cara mereka mengabadikan momen jalan-jalan. Sedangkan seorang traveler selalu punya caranya sendiri untuk mengabaikan penglamannya selama traveling. Selain melalui foto, menulis cerita perjalanan adalah salah satu hal yang biasanya dilakukan oleh seorang traveler untuk membuat kisah mereka abadi. Bahkan tak jarang, dari kegiatan menulis perjalanan tersebut ia mendapatkan penghasilan tambahan. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai pekerjaan utama (travel writer).

    Dengerin Bapaknya curhat, dari pacuan kuda… Hingga masalah rumah tangganya.

     

    Perlu perjuangan yang berat untuk sampai di Pantai ini

     

    Legenda Putri Mandalika

     

    Membicarakan tentang kopi dengan seorang petani Desa Sembalun




    “Tidak peduli ke bagian Indonesia mana kamu melangkah, kamu akan tahu bahwa setiap sudut Indonesia adalah rumah.”

Advertisements

PULANG : Tere Liye

 

Sebut saja dia Bujang atau “Si Babi Hutan” tidak ada yang tau nama sebenarnya, dan jika kamu membisikkan namanya maka gemetarlah mereka, dan bahkan seorang presidenpun takluk didepanya.

Tere Liye sukses membuat si Bujang sebagai pemeran utama yang mengagumkan, bikin ane jatuh cinta dari pertama kali membacanya. Dalam bayangan ane sosok si Bujang ini mirip dengan sosok Ji Chang Wook dalam drama korea (Belum bisa move on dari Drama the K2 hehehe :D) yang cerdas, berwawasan luas, jago berkelahi, menembak, kuat & tak terkalahkan.

Remaja 15 tahun dari hutan barisan Sumatera yang pertama kali datang ke kota tanpa menggunakan alas kaki, dan penuh luka. Siapa sangka dia punya segudang kelebihan yang mengagumkan, bahkan bisa menyelamatkan Tauke besar pemimpin gangster top di Ibu Kota dan penguasa shadow economy yang disegani seluruh penjuru negeri ini hingga manacanegara.

Di awal bab belum apa-apa cerita uda panas, menegangkan dan bikin penasaran.
Bayangkan saja buku setebal ini mampu ane lahap dalam 5 hari saja, biasanya mah bisa berbulan-bulan karena tidak sempat. Demi buku ini ane rela begadang, sampai gak bisa tidur gara-gara kepikiran si Bujang… Oh bang Bujang…

Bujang digambarkan sebagai sosok yang tidak punya rasa takut sama sekali, ia gagah berani menghadapi apapun.
Sampai pada akhirnya satu persatu pondasi kekuatanya terkelupas, dan dia jatuh pada titik yang membawa dia pulang kembali kepada Tuhan.

Tokoh-tokoh yang tak kalah penting dalam novel ini adalah Tauke Besar adalah pemimpin keluarga tong yang menguasai Shadow Economy, Kopong si pemimpin tukang pukul, Guru Bushi mantan ninja yang mengajari Bujang menggunakan katana dan melempar shuriken, Sangola pembunuh bayaran yang mengajari si Bujang menembak, kisah cinta Mamak & Bapak si Bujang yang sangat dramatis, dan yang tak kalah penting adalah Tuanku Imam yang memberikan pencerahan kepada Bujang untuk kembali pulang kepada Tuhan.

Berikut kutipan-kutipan yang ane suka dari novel ini….

Aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu untuk mendengar komentar mereka.

Berjanjilah agar menjaga perutmu dari semua makan yang haram & kotor, agar besok lusa, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik yang putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang.

Bahwa kesetiaan terbaik adalah pada prinsip-prinsip hidup, bukan pada yang lain.

Bersabarlah, maka gunung-gunung akan luruh dengan sendirinya. Lautan akan kering. Biarkan waktu menghabisi semuanya.

I against my brother, my brother and I against my cousins, then my cousins and I against strangers.
– Pepatah suku Bedouin.

Seluruh masa lalu, hari ini, dan masa depan akan selalu berkelindan, kait mengait. Esok lusa kau akan lebih memahaminya.

Kau tahu, hidup ini sebenarnya perjalanan panjang, yang setiap harinya disaksikan oleh matahari.

Peluklah semuanya, peluk erat-erat. Dekap seluruhkebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai.

Ketauhilah, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian dalam hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran.

Sejatinya, dalam hidup ini kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri.

Sungguh, sejauh apapun kehidupan menyesatkan, segelap apapun hitamnya jalan yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang.

 

 

 

 

Rindu : Tere Liye ( 5 Kisah Dalam Perjalanan Panjang Kerinduan )

file_000-1

Judul : Rindu
Penulis: Tere Liye
Tebal: 544 halaman (51 bab)
Penerbit: Republika, 2014
Tema: Cinta, Keluarga, Perjuangan.
Setting: Tahun 1938

Novel ini bercerita tentang perjalanan rombongan haji yang panjang  selama berbulan – bulan dengan sebuah kapal uap besar bernama Blitar Holland yang settingnya ketika jaman penjajahan Belanda 1938.

Ane selalu menyukai Novel yang berkisah tentang perjalanan, karena pasti ada kisah seru dan jadi tahu tentang tempat-tempat baru tersebut. Kapten Phillip sukses membawa ane berlayar dengan berbagai cerita serta masalah-masalah yang dialami masing-masing tokohnya.

Tere Liye membuat tokoh-tokoh di buku ini begitu berkarakter dan sangat dekat dengan pembaca. Ada Bonda Upe seorang wanita Tionghoa yang cantik dan mempunyai masa lalu yang pahit, Saudagar kaya Daeng Andipati yang terlihat bahagia namun masih belum bisa memaafkan diri sendiri dari masa lalunya, pasangan super romantis Mbah Kakung & Mbah Putri, dan si kecil menggemaskan Anna & Elsa.
Ane sempat geli sendiri mendengar nama itu seperti nama tokoh film Frozen (memangnya di jaman itu sudah ada filmnya?) Entahlah… I don’t even know.
Dalam perjalanan besar ini masing-masing tokoh mempunyai pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidupnya yang akan dijawab oleh seorang ulama masyhur dari Gowa yaitu Gurutta (Guru Kita) Ahmad Karaeng,
namun dirinya sendiri tidak mampu menjawab pertanyaan besar dalam hidupnya, dan menganggapnya sebagai orang yang paling munafik. Siapa sangka pertanyaan terbesar di hidupnya tersebut mampu di jawab orang seperti Ambo Uleng si kelasi pendiam yang dangkal ilmu.

Pada bab-bab awal lebih menceritakan tentang karakter dan cerita masing-masing tokoh,  terasa agak membosankan karena hanya menceritakan kegiatan mereka berulang-berulang seperti makan, sholat, sekolah, mengaji dsb. Yup, ane juga sadar sih karena setting cerita ini adalah di atas Kapal dan terombang ambing di laut jadi tidak jauh dari kegiatan-kegiatan tersebut hanya itulah yang bisa mereka lakukan.
Ditengah-tengah Bab muncullah beberapa kejadian seru yang membuat ane semangat dan larut dalam novel tersebut, seperti ketika meledaknya bom di Pasar Turi Surabaya yang membuat Anna terjebak dalam kerumunan orang dan terpisah dari ayahnya yaitu Daeng Andipati, Meninggalnya Mbah Putri yang meninggalkan kesedihan mendalam untuk Mbah Kakung, Rusaknya mesin kapal yang hampir membuat mereka terkatung-katung di lautan luas Samudra Hindia, dan puncaknya adalah ketika kapal Blitar Holland dibajak oleh Perompak Somalia yang sangat kejam.

Ane sangat mengapresiasi Tere Liye sebagai penulis yang mampu membuat Novel se emejing ini. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik, mulai dari pengetahuan umum hingga kondisi jaman penjajahan Belanda saat itu yang ternyata tidak seseram yang Ane pikirkan selama ini karena hanya belajar dari buku sejarah ketika sekolah dulu, ternyata tidak semua orang Belanda itu jahat dan kasar, seperti Kapten Phillip, Chef Lars, & Ruben si Boatswain adalah salah satu orang Belanda yang sangat baik.
Novel ini sebenarnya adalah Novel Religi, namun tidak sereligi AAC dan KCB. Penuh dengan pengajaran agama & kebesaran Allah SWT. Selain itu yang seru dari membaca Novel ini adalah ane jadi gak tahan ingin mengunjungi beberapa tempat seperti Batavia, Palembang, Aceh, Kolombo, dan terutama Jeddah Arab Saudi 🙂 (Insyaallah… ).

IT’S NOT ABOUT THE DESTINATION, IT’S ABOUT RIDE !

Bentang alam Indonesia itu begitu indah dan berlimpah gan, bahkan seluruh duniapun mengakuinya.
kita tak akan pernah kehabisan tempat untuk traveling. Ada saja tempat seru yang bisa kita kunjungi.
Kebetulan ane & si doi sama-sama gak betah berada di rumah, jadi seringkali ane membuat bucket list tempat-tempat yang ingin ane kunjungi. Dan kemudian barulah kita membuat Itenerary lengkapnya.
Salah satu hal yang membuat kita excited adalah karena perjalanan ini sepenuhnya menggunakan motor…. yeay… !

Tapi pasti bakalan ribet dan capek banget ya kalo traveling naek motor???
kenyataanya gak seribet itu kok, berikut ini alasan-alasan kenapa ane & si doi lebih suka traveling dengan motor  :

1. Lebih Hemat

Yups pastinya…. Ini adalah alasan paling utama jika bepergian, BUDGET. Kalau agan traveling jangan cuma modal nekat ya…. modal dana adalah yang utama sangat perlu dipersiapkan. Sebelum bepergian buatlah catatan kecil berisi anggaran apa saja yang nanti akan dikeluarkan, misalnya untuk biaya menginap, bensin, dan makan.
Nah, dengan menggunakan Motor hanya akan mengeluarkan biaya BBM saja bukan…. selain itu untuk biaya penyeberangan dengan kapal ferry untuk motor juga relatif murah.

2. Lebih Flexibel dan Accessible

Jika diperhatikan, beberapa tempat menarik di Indonesia berada di lokasi yang lumayan mblusuk dan sulit diakses dengan kendaraan. Kalaupun bisa, harus menggunakan kendaraan khusus dan akan sangat menguntungkan jika menjelajahinya dengan menggunakan sepeda motor. Bukannya apa-apa, body sepeda motor yang relatif kecil dibandingkan mobil cenderung membuatnya lebih fleksibel dan bisa mencapai tempat-tempat yang lokasinya kurang accessible.

Karena body nya yang tidak terlalu memakan ruang, sepeda motor juga lebih fleksibel dibandingkan mobil. Misal untuk urusan parkir. Memarkir motor jauh lebih gampang dibandingkan memarkir mobil, tentu saja.

Kadang, saat berniat mengunjungi sebuah tempat tertentu, kita akan melewati sebuah tempat menarik dengan pemandangan yang sangat Instagramable. Naik motor memungkinkan kita untuk berhenti sejenak dan mengambil beberapa foto. Emang kalau naik mobil tidak bisa berhenti? Bisa. Tapi harus mencari tempat parkir terlebih dahulu. Ya kalau ada, kalau tidak?

Sebagian besar tempat-tempat menarik di Indonesia berupa alam. Dan tak jarang lokasi tempat-tempat menarik tersebut tidak gampang diakses menggunakan kendaraan bermotor, Apalagi mobil.
karena kondisi jalan yang sempit, berbatu dan tak jarang juga berlubang – lubang yang terkadang juga tanjakan tinggi. diDisini, pengguna sepeda motor boleh berbangga 😉

 

DCIM101DRIFT

Mblusuk di jalanan yang rusak pun hajaaar !

 

DCIM101DRIFT

Bisa masuk-masuk ke jembatan kecil

 

p_20160309_151231

Kalo ada view bagus bisa melipir dulu buat foto-foto

 

3. Banyak Menemukan Hal-hal yang Tak Terduga Ketika di Jalan

Serunya lagi kalau traveling dengan motor itu bakalan menemukan hal-hal tak terduga selama di jalan, entah itu pengendara lain yang tidak berhati-hati, Ibu-ibu yang nyelonong, tersesat di jalan, dan mendapatkan view emejing yang belum pernah kita lihat sebelumnya dan kejadian-kejadian seru lainya yang membuat kita merasa tidak pernah bosan dan mendapatkan pengalaman-pengalaman serta teman-teman baru yang akan agan dapatkan selama diperjalanan.

DCIM102DRIFT

Ringin Contong, Landmark Kota Jombang

 

DCIM102DRIFT

“Tulisan di belakang truck” menghibur anda di jalan raya 😀

 

p_20160309_155617-1

Menemukan tempat baru, “PLTA Pacitan”

 

DCIM102DRIFT

Ketemu boncenger laen….. embeeeeek……

 

screenshot_2017-01-25-11-18-31_1_1

“Empty Road” ditengah-tengah tebing batu kapur

 

screenshot_2017-01-25-11-18-04_1

Melihat keindahan bukit-bukit lucu seperti Bukit Teletubies

 

Nah, untuk agan yang tertarik melakukan traveling dengan cara Bikepacking ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan agar perjalananmu tetap aman & nyaman :

1.       Pastikan motormu dalam kondisi prima.
Sebagus apapun kondisi sepeda motor kamu, pastikan untuk di maintenance dulu, untuk menghindari mogok di tengah perjalanan. Bawa ke bengkel sebelum ber – bikepacking, sekedar mengganti oli, setting ulang rem atau cek tekanan udara pada roda akan sangat berguna.
p_20160309_041425
2.       Keep Safety Riding.
Keselamatan itu nomor wahid, jangan lupa memakai helm standar, jaket, protector, sarung tangan, masker dan jangan lupa memakai sepatu khusus touring.  Selain itu pastikan STNK dan SIM yang lengkap. Dan yang tak kalah penting jangan lupa untuk membawa jas hujan walau tidak dalam musim hujan.
file_000
3.       Bawa obat-obatan.
Selain memastikan diri kita dalam kondisi fit, tetap jangan lupa untuk membawa obat-obatan seperti minyak kayu putih, obat merah, tisu, kapas, koyo, obat diare, obat flu, dan tolak angin.
4.       Jangan terlalu banyak bawaan.
Ingat kita travelling naik motor jadi bawalah peralatan yang memang benar-benar penting dan dibutuhkan. Sebaiknya pakailah box yang khusus untuk motor karena akan lebih fleksibel dan rapi ketika membawa barang-barangmu.
14642260_10202400696216914_2654845682912869699_n

 Adventure = Hal yang membuat seseorang kembali “Hidup”!

Jogja Istimewa Siapa Saja Pasti Suka

Jogja…. Jogja…. Jogja…. !!!!

Excited banget pasti kalau udah denger namanya…..
Udah pasti kebayang tempat-tempat keren, makanan murmernak, dan Jogja itu feel like home men…  karena keramah tamahan masyarakatnya.

Eeeets… tapi cuma punya waktu 3 hari aja ne stay di Jogjanya, hmmmm….. Enaknya kemana aja yak???

Ane & si doi punya rekomendasi tempat-tempat keren yang wajib dikunjungi kalo lagi ada di Jogja ne gan….

  1. Gunung Merapi

Yup… Gunung Merapi adalah gunung yang sangat aktif, tercatat sudah 68 kali meletus dan letusan terakhir tahun 2014. Ketinggianya adalah 2968 MDPL ini terlihat sangat kokoh dan mistis. Hal inilah yang membuat kita tertarik untuk melihatnya lebih dekat.
Perjalanan kami tempuh dari Malioboro – Kaliadem kaki Gunung Merapi sekitar 1.5 jam.
Sangat disarankan agar sampai sini sebelum jam 12, karena kalau diatas jam 12 hujan akan turun…
Eh, pas banget waktu itu baru sampai langsung hujan deras. Jadilah kita berteduh dulu nunggu hujan reda…. Tapi sebenarnya ini merupakan salah satu kendala besar buat traveller… karena jika hujan turun otomatis gak bisa menikmai tempat wisata tersebut, mau berfoto juga gak bisa… udah jauh jauh dateng tapi gak dapat apa-apa….
That’s why we suggest you to come earlier not more than 12 PM !

 Ketika Cuaca tidak mendukung

Cuaca tidak mendukung

Namun perjalanan di sekitar Kaliadem ini luar biasa rusak & berbatu, tidak cocok sama sekali untuk jenis motor matic seperti Nmax, rasanya body motor kayak mau lepas dari rodanya 😀 . Yang paling tepat adalah kendaraan sejenis KLX atau Jeep. Jangan khawatir gan, sebenarnya di wisata Gunung Merapi ini banyak disediakan paket-paket wisata dengan menyewa jeep untuk berkeliling dengan harga paling murah Rp 300.000 untuk 4 – 5 orang penumpang.  Dengan harga sewa segitu, kita akan dibawa berkeliling selama kurang-lebih 1 hingga 1,5 jam mengunjungi 3 titik di Gunung Merapi. Sebenarnya cuaca masih belum bersahabat, tapi karena sudah cukup lama menunggu akhirnya kita maksa tetep jalan pakai jas hujan untuk menuju ke…..

“Omahku… Memoriku…”

p_20160307_151934

Desa yang terkena dampak semburan wedus gembel Gunung Merapi

p_20160307_141531

p_20160307_142344

p_20160307_141134

p_20160307_141329

p_20160307_142146

 

Omahku Memoriku adalah sebuah rumah yang didedikasikan menjadi museum erupsi Merapi 2010.  Di sini terpajang aneka memorabilia korban Merapi yang dikumpulkan dari berbagai tempat di sekitar kawasan.  Ada motor yang sudah tinggal rangkanya saja, ada tulang sapi, furnitur, perkakas rumah tangga, dll.  Bahkan rumah itu sendiri sudah menunjukkan pada kita seperti apa dahsyatnya erupsi Merapi.

Entah kenapa saat melihat semua benda – benda dampak ini seketika ane menitikkan air mata, seakan ane bisa ngerasain betapa dahsyatnya semburan awan panas di saat kejadian itu, dalam hati ane berdoa untuk semua korban dan semoga tidak ada bencana serupa di kemudian hari :'(.

Ane juga salut banget sama si pengelola tempat ini yaitu mas Anto & Mbak Mawar (sebut saja begitu, maaf ane lupa namanya) serta warga sekitar kaki Gunung Merapi mereka bangkit dari kesedihan dan trauma mendalam akibat bencana tersebut dan mulai mengelola serta mengumpulkan semua barang – barang mereka untuk dijadikan museum seperti ini, hal ini bisa jadi bahan introspeksi buat kita juga agar selalu mengingat kebesaran-Nya, dan agar kita selalu menjaga alam sekitar kita.

“Ketika harta benda sudah tak berarti apa-apa… yang tersisa hanyalah kenangan”
-Omahku Memoryku-

Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu……

“Batu Alien”

Setelah ngobrol banyak dengan Mas Anto & Mbak Mawar kitapun di sarankan untuk mengunjungi Batu Alien, yang lokasinya tidak jauh dari Omahku Memoryku.
Saat menyusuri kawasan ini, seakan mejadi kampung mati. Sebab, rumah di sebelah jalanan kampung kini tak dihuni lagi. Semua runtuh tersapu dan tertimbun dengan material hasil erupsi Merapi.
Salah satu yang menarik dari penanda dahsyatnya erupsi pada 5 November 2010 lalu adalah munculnya bongkahan batu besar yang disebut warga sekitar dengan ‘batu alien’.
Mendengar sebutan batu itu, tak salah pertama kali langsung menarik pendengaran. Ya batu aneh sudah pastinya. Batu besar itu terletak tak jauh dari bibir jurang Kali Gendol.

download

jeepwisatamerapi.com

Sekilas memang hanya terlihat seperti batu biasa, tapi kalau diperhatikan lebih dalam makan akan terlihat seperti wajah manusia. Subhanallah…. ane gak bisa ngebayangin batu sebesar ini bisa melayang jauh ke tempat ini. Betapa dahsyatnya bencana yang terjadi Tahun 2010 lalu :'(.

2. Bukit Bintang

Tempat selanjutnya yang harus dikunjungi Ketika malam hari adalah Bukit Bintang yang terletak di Gunung Kidul, sekitar 1 jam dari Malioboro.

bukit-bintang-patuk-yogyakarta

photo by nj Beginilah penampakannya…..

Karena kamera hp kita gak mumpuni untuk mengcapture keindahanya, akhirnya ane comot dari blog lain yang keliatan lebih real hehehe….
Yup Bukit Bintang ini tidak seperti yang agan bayangkan seperti Bintang dilangit, Bukit Bintang yang ada di Jogja ini menampilkan keindahan kerlap kerlip lampu kota Jogja di malam hari alias Bintang yang ada di Bumi.
Suguhan keindahan ini benar-benar membuat hati damai gan…. entahlah ada perasaan tersendiri yang meluap dalam hati ini ketika melihat keindahan ini “Amazing” satu-satunya yang ane bisa ane ungkapkan (mendadak mellow). Cocok banget ne ngajak pasangan kesini biar tambah romantis gitu hehehe.
Dan untuk menikmati keindahan panorama Amazing ini lebih komplit lagi dengan adanya suguhan kopi panas dari warung-warung pinggir jalan yang ada di sepanjang jalan Gunung Kidul ini gan.

DCIM101DRIFT

 

3. Kalibiru

Tempat Wisata ini lagi ngehits banget di kalangan anak muda, terutama di instagram. Hal inilah yang membuat ane pengen banget kesini dan setiap hari merengek-rengek ke si doi agar dibawa ke tempat ini.
Kalibiru terletak di perbukitan menoreh Kulon Progo, yang berada diketinggian 450 MDPL. So, uda pasti ngebayangin keindahan dan sejuknya udara disana kan gan….
Yups, tempat ini emang super duper kereeen…..
Tempat wisata ini dilengkapi dengan gardu pandang, jalur trekking, camping ground, homestay dan fasilitas outbond. Ada beberapa gardu pandang dengan view yang menarik yang dapat kita capai dengan traking menyusuri jalan setapak. Dari gardu pandang ini bisa terlihat view perbukitan menoreh yang menghijau serta Waduk Sermo yang tampak kebiru-biruan.
So, jangan lupa ambil foto disana ya gan… biar bs di upload di instagram… hehehe

DCIM101DRIFT

Welcome to Kalibiru

DCIM101DRIFT

dsc_1263

 

4. Malioboro

Ini ne pusatnya oleh-oleh dan bertebaran makanan serta penginapan murah…. Disinilah tempatnya untuk berinteraksi dengan warga sekitar dan merasakan keramahtamahan masyarakat Jogja.

DCIM101DRIFT

Jl. Malioboro

Selfie ama gerobaknya :D

Selfie ama gerobaknya 😀

Sego Kucing RP. 2000an

Sego Kucing RP. 2000an

Siap narik di hari Senin

Siap narik di hari Senin

Seni khas di Jogja "Karawitan"

Seni khas di Jogja “Karawitan”

p_20160308_192554

DCIM101DRIFT

Titik nol kota Jogjakarta

 

5. Alun-alun Kidul

Ketika malam datang, Alun-alun Kidul adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.
Why ??? karena disini ada yang unik banget kalau malam hari, ada becak tapi gak seperti becak kebanyakan… tapi ada lampu warna warninya… meriah banget pokoknya suasanya.
Becak warna warni ini bisa disewa dengan merogoh kocek sekitar 30.000 sekali putaran.

mengayuh-odong-odong-atau-melewati-beringin-kembar-di-alun-alun-kidul-yogyakarta

20150504_200719

jalantraveller.blogspot.co.id

 

Di Jogja emang banyak banget tempat-tempat menarik yang menanti untuk di explore,
3 hari saja rasanya gak cukup untuk menikmati keindahannya.
Semoga nanti ada kesempatan lagi untuk menjelakahi kota istimewa ini 🙂

Nuansa Berkabut di Tawangmangu

Aaaaak aku butuh piknik….. !!!
Aku pengen menghirup udara segar, ke tempat yang sejuk & tenang…
rasanya paru-paru ini udah penuh banget sama asap polusi, tumpukan kerjaan, dan omelan si bos…. iya nyesek banget rasanya apalagi pas lihat teman-teman yang bisa piknik ke tempat-tempat keren.
Setelah membujuk rayu si doi, akhirnya Nyepi ini kita memutuskan untuk touring ke Jawa sekaligus mengunjungi orang tua 🙂

Touring kita kali ini sekaligus menghadiri acara gathering salah satu komunitas keren yang hobby touring sama photography, yaitu Ridetography.

Rute perjalanan kita kali ini bakalan estafet…. memang membutuhkan waktu yang agak lama, namun cukup efektif juga untuk menghemat tenaga sembari menikmati perjalanan kita. “It’s not about the destination, it’s about ride” (kata si doi).
dan yang tak kalah pentingnya kita hanya akan melakukan perjalanan di siang hari karena malam adalah waktu untuk beristirahat dan memulihkan energi, selain itu juga karena faktor keamanan…. kebetulan perjalanan ini hanya kita berdua saja.

  • Day I : Perjalanan start dari Denpasar – Gilimanuk – Jombang

Jalur ini sudah biasa kita lalui, namun yang perlu diperhatikan adalah jalur ini tidak terlalu besar serta berkelok – kelok dan relatif padat dengan truck & bus. Karena banyak tikungan dan ada beberapa tanjakan jadilah banyak truck-truck yang mogok dan otomatis membuat jalanan macet. Tapi bersyukurlah karena menggunakan motor jadi  bisa nyelip-nyelip tetap lancaaarrr jayaaa…. !!!!!

15403016_10202661982748914_2104535447_n

Siap nyebrang… !!!!

p_20160304_082408Horreeey sampai juga di penyeberangan ….

Selama di kapal ferry sekitar 90 menit tidak akan pernah bosan… apalagi jika cuaca cerah, birunya laut…. awan-wan putih serta landscape dari gunung-gunung di Banyuwangi yang indah bakalan menghiburmu selema perjalanan.

Sampailah di pulau Jawa….. !!!!!!!
Entah kenapa rasanya seneng banget kalau sudah menginjakkan kaki di tanah ini… tanah jawa… tanah lahir beta… yeaaah….. !
Welll… jangan senang dulu guys karena perjalanan masih harus berlanjut sekitar 8 jam lagi, pfuiiihhhh….
what a long long journey… but we will create our great moment  😉
Jalur pantura merupakan jalur alternatif menuju kota Jombang, akan tetapi di jalur ini jalananya lumayan parah… berlubang, dan bergelombang di sekitar jalan Situbondo – Probolinggo…..
Yang belum pernah ngerasain surfing di laut jangan khawatir, lewati saja jalur ini, Amboi…. !!!!
mantap beneerrr berasa surfing ditengah ombak…. yang mana motor jadi papan surfingnya saking bergelombangnya jalan ini 😀
Ada insiden yang cukup konyol ketika ane melewati jalanan ini….
bagaimana bisa helm ane dengan  tiba-tiba terlepas dari kepala ane dan terguling-guling di tengah jalan raya….
Ya Tuhan….. untung itu bukan kepala ane, cuma helm… iya cuma helm yang jadinya malah lecet-lecet dan ada pecah dibagian kacanya alahasil tidak bisa dibuka tutup… Hikz 😥
and finally…. sampailah juga di Jombang kota kecil yang mungkin tidak kelihatan di peta ini adalah kota yang teramat sangat ane rindukan…. Emaak…. Bapaaak…. anakmu pulaaang :’)

  • Day II Jombang (jatim) – Tawangmangu (jateng)
p_20160305_054403

Getuk Lindri & Kopi item khas buatan Emak

Syukur alhamdulillah… istirahat semalam membuat energi kita pulih kembali….
betapa senangnya kalau berada di rumah sangat dimanjakan oleh Emak & Bapak… pagi-pagi udah dibangunkan dengan beginian 😉

Perjalanan masih berlanjut…..
Setelah berpamitan dan minta doa restu orang tua, ane & si doi pun kembali melanjutkan perjalanan.
Ternyata jalur Perak – Madiun tak ada bedanya sama jalur yang kita lalui kemarin…. BERGELOMBANG !!!!
punggung ane sampai remuk rasanya karena harus berhadapan dengan box belakang… arggghhhhh harus bertahan 3 jam lagi ne……
Yup, tujuan kita adalah Telaga Sarangan yang ada di Magetan, yang terkenal sangat indah dan sejuk…. kalau ngebayangin apa yang bakalan kita dapetin itu rasa penat jadi terlupa yak :’) begitulah cara kita mengatasi kepenatan selama perjalanan.

WELCOME TO TELAGA SARANGAN

fb_img_1457830742137

Baru masuk uda langsung disambut oleh si penunggu telaga

 

12800212_10201522341258589_8614397609011539160_n

Makan Sate Kelinci dulu…. mengobati perut-perut yang keroncongan *Gak tega lho sebenarnya* 😦

Telaga Sarangan adalah obyek wisata andalan Kabupaten Magetan. Telaga alami ini berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut dan terletak di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Palosan, Kabupaten Magelang, Jawa Timur yang berjarak sekitar 16 kilometer arah barat kota Magetan.
Banyak cara untuk bisa menikmati indahnya Telaga Sarangan, selain bisa berkuda keliling area telaga juga bisa menggunakan speed boat. Banyak warga sekitar yang sekedar ingin refreshing disini bahkan juga ada turis-turis domestic hingga manca lho… waoooow…. wisata Indonesia mulai banyak dilirik sama turis asing ya guys.
Di pinggiran Telaga juga banyak toko-toko souvenir seperti baju dan kerajinan tangan lainya… pokoknya komplit deh.
Setelah puas menikmati indahnya Telaga Sarangan perjalananpun berlanjut…..
meskipun mendung dan gerimis rintik-rintik kita tidak boleh kalah… itu semua bagian dari tantangan perjalanan kita !.
Perjalanan mulai melewati tanjakan dan hutan-hutan khas area pegunungan…. yak inilah jalur Cemoro Sewu yang mistis tapi viewnya sebenarnya bagus bangeet…. sayang kabut menutupi keindahanya.

p_20160305_131053

beginilah jadinya… Seperti memasuki dunia lain, kabut tebal…. dingin menusuk tulang…..

 

Bagaimana tidak berasa mistis auranya… karena di jalan inilah kaki Gunung Lawu berada….

tapi…. gak usah dibahas lah yaa kemistisan-mistisanya diluar itu jalan Cemoro Sewu ini luaaarrr biasaaa indah dan sangat menantang untuk dijelajahi…. trust me ! 😉

WELCOME TO TAWANGMANGU RESORT

fb_img_1457290120310

Just arrived… don’t forget to smile 🙂

Di tempat inilah diadakanya acara yang sangat… sangat…. menarik yaitu “Travel Documentation Workshop” yang diadakan oleh Ridetography.
Ane & si doi sangat antusias untuk mengikuti acara ini, walaupun sempet diguyur hujan sepanjang sore hingga malam tak menyurutkan niat para peserta yang kebanyakan datang dari luar daerah lho….
Ada yang dari Surabaya, Kediri, Temanggung, Jogja, dan pastinya dari Bali *senyum-senyum sendiri* 😀
Malam itu adalah acara inti dari workshop ini, Pak De Riza Amrullah adalah Travel photography senior yang karya-karyanya tidak diragukan lagi sebagai pembicaranya…
Beliau banyak memberikan tips-tips dan tehnik-tehnik pengambilan foto yang baik khususnya ketika berbikepacking. Selain itu ada juga puisi-puisi yang menyentuh serta expresi yang menggilitik dari salah satu sesepuh juga… tapi maaf lupa siapa namanya hehehehe
Pokoknya acara ini seru banget… selain dapat ilmu juga dapat teman baru…
Semoga tahun depan bisa diadakan acara sekeren ini lagi yaa 🙂

fb_img_1457291172846

Suasana camp ground di malam hari (ridetography.doc)

 

fb_img_1457349772629

candid (by : om Fajar)

 

p_20160306_071233

Morning Tawangmangu 🙂

and finally… we have to say good bye….
Thank you teman-teman Ridetography semoga tahun depan bisa ketemu lagi :’)

  • Day III : Tawangmangu – Jogjakarta

Perjalanan ini kami awali dengan doa pastinya, dengan ketidaknyenyakan tidur semalam karena udara dingin yang membuat kita gusar dan susah memejamkan mata, dibumbui dengan suasana mistis kaki gunung lawu serta beberapa cerita horor dari teman-teman yang memang bisa merasakan kehadiran “mereka”.
Hanya semangatlah yang membuat roda motor ini terus berpacu dengan jalanan yang licin karena guyuran hujan semalam, dan panas terik, dan secara tiba-tiba hujan deras di area kebun teh Karanganyar. Tapi syukurlah… kita sempat berfoto ketika hujan belum turun walau agak sedikit mendung.

Hijau, sejuk, segar..... Aaaak gak mau pulaaaang

Hijau, sejuk, segar….. Aaaak betaaaah

 

p_20160306_114835

Kayak bukit Teletubbies yak… inilah Kebun Teh Karanganyar Jateng

Wisata Kebun Teh Kemuning berada di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah atau sekitar 10 kilometer timur laut dari jalur utama Solo- Tawangmangu. Perkebunan teh ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang berada di kabupaten karanganyar. Pesona alam pegunungannya masih asri, Udara sejuk dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Lokasi tepat perkebunan ini ada di 11,10-11,250 BT dan 7,40-7,60 LS. Ketinggian tempatnya bervariasi antara 800 hingga 1.540 meter di atas permukaan laut dengen kelembaban berkisar 60 – 80 persen dengan penyinaran matahari hanya 40 – 55 persen.
Menikmati indahnya kebun teh ini bakalan lebih komplit rasanya kalau sambil meneyeruput teh panas yang fresh dan mantap khas Karanganyar ;).
Wisata Kebun Teh Kemuning berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho. Candi Palanggatan dan Menggung.
Sebenarnanya pengen mengunjungi juga Candi Sukuh yang terkenal di Karanganyar, yaitu Candi yang mirip banget sama punya suku Maya di Meksiko sana….
Tapi karena guyuran hujan jadilah kita meneruskan perjalanan saja… suatu hari nanti ane & si doi pasti bisa kesana :).

Candi Sukuh & http://travelingyuk.com/Candi Sukuh & Chichen Itza http://travelingyuk.com/

 “Difficult roads often leads you to beautiful destinations”
– One Horizon – (Pak De Riza Amrullah)

Bukit – Bukit Indah Ini Bakalan Menyejukkan Matamu

Kalo uda denger kata “Bali” pasti langsung kepikiran dengan Pantainya yang sangat indah ya gan ….. Kuta, Nusa dua, Jimbaran. But Wait…. !!! Ternyata bukan cuma Pantainya saja lho yang indah… Kalau mau menjelajah dan mencarinya maka kita akan menemukan bukit-bukit yang sangat menawan dan jauh dari perkotaan. Bukit-bukit ini benar-benar mampu merefresh otakmu yang ruwet daah…. !!!! Let’s Go there buddies…..

1.Bukit Campuhan – Ubud

Siapa sih yang gak tau tentang keindahan dan kedamaian di Desa yang terletak di Kabupaten Gianyar ini… Yap… Ubud merupakan salah satu destinasi favorit di Bali. Di sinilah mereka bisa menikmati Bali yang sebenarnya. Ubud yang di kelilingi oleh sawah yang terhampar luas di sepanjang jalan, dominasi pemukiman pelukis dan pemahat patung serta ritual adat istiadat yang masih sangat bisa di rasakan adalah beberapa faktor daya tarik dari Ubud. Siapa sangka Hotel Campuhan yang sangat populer dan terletak tidak jauh dari pusat keramaian Ubud memiliki jogging track dengan view yang sangat menyegarkan mata. Kebanyakan orang memanggilanya dengan nama “Bukit Campuhan” karena terletak persis di belakang Hotel Campuhan. Namun meskipun begitu, bukit Campuhan ini bisa di akses secara umum dengan sangat mudah. Kita bisa mengawali nya dengan mudah dari persimpangan di sebelah hotel campuhan. Saking indahnya view di Bukit ini maka tidak heran jika banyak dipergunakan untuk tempat prewedding. Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit ini adalah pagi hari (Jam 06.00 – 08.00) atau sore hari (16.00 – 18.00) meskipun udaranya sejuk tapi  jika sudah agak siang dan matahari mulai meninggi maka akan terasa sangat terik bahkan bisa sampai menggosongkan kulit agan.

DSC04659

Waooow ada Awan Kinton….

DSC04759

Greenpeace supporter

DSC04674

Perpaduan antara hijau, biru, dan putih itu mantap beneerrrr…. !!!

DSC04695

“Jika Aku Menjadi ….”

 

2. Bukit Asah

Bukit Asah adalah tempat eksotis yang sangat indah…. Sebuah bukit dengan view tebing dan lautan yang biru ini bakalan manjain kamu-kamu yang haus akan belaian alam. Tempat ini terletak di Karangasem ujung timur pulau Bali. Untuk menempuh Bukit Asah bisa menggunakan mobil/motor, namun ane sarankan lebih baik naik motor saja karena akses jalan yang sempit tidak memungkinkan mobil masuk lokasi. Sehingga parkir mobil jaraknya cukup jauh dengan lokasi yang mengharuskan agan untuk berjalan kaki yang pastinya cukup buat agan ngos-ngosan :D. Waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah pagi hari menjelang sunrise dan  sore hari menjelang sunset, sangat tidak disarankan untuk kesini siang hari karena sangat terik dan panasnya cetaaaarrr….. (berdasarkan pengalaman) heheheh :D.

DSC05181

Akses Road

DSC05185

Bukit-bukit menjulang yang menantang hempasan ombak laut lepas

DSC05194

Pulau Paus

DSC05213

Lukisan Hidup karya Maha Kuasa

DSC05216

Our adventure team “FR2 Bikers Community”

Bukit asah cocok juga untuk tempat camping, karena tersedia area yang cukup luas untuk membentangkan tenda serta sudah tersedia pula jasa penyewaan tenda. Ketika kami datang kesana kebetulan adalah pas musim kemarau sehingga terlihat sangat gersang, Bukit Asah akan terlihat hijau segar ketika musim penghujan tiba. Nanti kalau kesana lagi pas musim hujan akan kami update lagi fotonya 🙂 .

3. Bukit Jambul

Bukit Jambul terletak di kabupaten Karangasem – Bali sebenarnya bukanlah tempat wisata. Namun jika agan kebetulan lewat di jalan ini ketika menuju Pura Besakih sempatkanlah singgah untuk melihat dan mengagumi keindahanya. Di tempat ini juga tersedia Restoran dengan pilihan menu yang beragam namun tidak bikin kantong bolong, hehehe 😀
View Bukit Jambul memang bisa banget menyejukkan matamu, dengan latar sawah berundak – undak seperti hamparan karpet, serta bunga-bunga dan view pegunungan yang sangat menawan.

DSC05262

Ini bukan hamparan karpet ya sob…..

DSC05263

IMG_9397

Makan siang dengan view kayak gini tuuuuh….? hmmmmmm

 

Nah, itulah tadi Pesona Bukit-bukit indah yang ada di Bali. Semoga bisa menjadi referensi untuk menghabiskan weekendmu ya guys ;). Biar gak stress karena dibilang kurang piknik yaaa hihihihih 😀

“Ketika kita bersedih, luangkanlah waktu untuk mengagumi kebesaran Tuhan melalui indahnya alam semesta ini”