Jangan ke Lombok nanti gak mau pulang

Tagline tersebut memang tidak asing lagi kita dengar, di sosial media dan beberapa teman yang tinggal di Lombok seringkali menyebutkan tagline tersebut. Ketika kami touring ke Lombok untuk menghadiri suatu acara juga terdengar jelas dari Walikota Lombok selama berpidato. Lombok memang lagi gencar mempromosikan pariwisatanya yang eksotis, budaya yang kental, serta view alamnya yang menakjubkan.

Dan disinilah saat-saat dramatis itu terjadi, ketika kapal yang kami tumpangi mulai sandar ke pelabuhan, melewati bukit-bukit kecil yang terlihat seperti gundukan-gundukan hijau,¬† disitu ane merasa… “aaah… finally Lombok…
I’m ready to explore you ūüôā

Pelabuhan Lembar, Mataram

Pelabuhan Lembar, Mataram

Nah, ternyata dengan waktu 3 hari saja sudah bisa mengelilingi Lombok looh….
Di mulai dari pelabuhan Lembar, Mataram, Lombok barat, Lombok utara, Lombok timur, dan Lombok tengah.
Dan perjalanan ini sepenuhnya dengan menggunakan motor. Lelah ?, so pasti… !
Akan tetapi pengalaman yang luar biasa disertai dengan indahnya alam Lombok membuat kita benar-benar gak mau pulang !

Well, berikut adalah destinasi yang kami kunjungi ketika explore Lombok dalam 3 hari.

 

1). Pantai Senggigi


Jadi inilah lokasi yang pertama kali kami kunjungi. Sesampainya di pelabuhan lembar-Mataram, dan setelah beristirahat beberapa kali untuk sekedar makan dan mengisi BBM kami langsung menuju ke Pantai Senggigi yaitu sekitar 1 jam dari pelabuhan Lembar.¬†Selama perjalanan menuju kesana kami melewati perkotaan, kemudian jalan raya yang berbatasan langsung dengan laut lepas… dengan jalanan yang berkelok dan suara deburan ombak serta angin laut yang sepoi-sepoi.

Pantai Sengigi terletak di kecamatan Batu Layar, Lombok Barat.
Mempunyai pasir berwarna putih dan air laut yang jernih membuat Senggigi populer sehingga di dekat Pantai Senggigi terdapat banyak resort, hotel, restoran, toko suvenir, pusat hiburan, dan berbagai toko yang menyediakan kebutuhan para wisatawan. Lengkapnya akomodasi dan fasilitas di sekitar Pantai Senggigi membuat pantai ini banyak dikunjungi wisatawan, sekaligus dijadikan sebagai lokasi transit untuk ke Trio Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air) yang sangat populer di Lombok.

 

2). Malaka, Pemenang, Lombok
Setelah puas menikmati indahnya Pantai Senggigi, kami langsung bergegas, karena harus sampai di desa Sembalun sebelum gelap.
Nah, ketika melewati jalanan di Malaka, kita melihat view yang luar biasa indah. Yaitu perpaduan antara gunung dan laut yang membentuk formasi sangat epic. dan dari sini juga bisa terlihat pulau gili.

 

 

3. Desa Sembalun
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, akhirnya sampailah kami di desa Sembalun yang berada di Lombok timur, dan di desa inilah kami akan bermalam.
Di blog ane sebelumnya sempat membahas khusus tentang keindahan desa ini https://wawasakura.wordpress.com/2017/11/10/di-suatu-tempat-bernama-sembalun/, dan betapa kami merasa nyaman, speechless serta gagal move on dari tempat ini ūüôā

  • Penginapan¬†
    Di desa ini ada beberapa hotel & penginapan, namun karena sudah sore dan kami sudah kelelahan, jadi kami hanya survey singkat. Dan akhirnya kami menginap di Rudy Hotel dengan view menghadap Gunung Rinjani. Di Hotel ini ada beberapa pilihan kamar, ada yang dorm dan ada yang double bed dengan harga yang bervariasi.

  • Bukit Selong
    Di Sembalun terdapat banyak bukit-bukit cantik yang tidak terlalu tinggi, salah satu alternatif bagi yang tidak bisa mendaki Gunung Rinjani.
    Berbekal informasi dari penduduk sekitar, pagi-pagi sekali kami sudah bergegas kesana.
    Lokasinya tidak jauh dari tempat kami menginap, bisa ditempuh dengan menggunakan motor sekitar 10 menit saja. Ada beberapa anak tangga menuju ke bukit tersebut, setelah itu kami harus trekking sekitar 15 menit untuk sampai di puncak bukit. Dan viewnya dari puncak bukit ini benar-benar menakjubkan masih terdapat kabut tipis bertemu dengan cahaya matahari yang kekungingan.
    Hamparan sawah yang ditanami beras merah terlihat berpetak-petak, hampir sulit dipercaya bahwa apa yang terlihat di mata kami ini nyata ūüôā
  • Rumah Adat Desa Beleq
    Desa adat ini terletak pas di lereng Bukit Selong,
    Konon akhir abad ke 14, yaitu pada masa Kerajaan Selaparang Hindu, Gunung Rinjani meletus hebat, sehingga warga yang berdiam di Sembalun diperintahkan Raja Selaparang agar meninggalkan desanya untuk menghindari bencana. Sebagai masyarakat yang patuh kepada pemimpin, penduduk Sembalun berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman untuk mengungsi.Ketika kondisi dirasakan sudah aman, kemudian ada tujuh pasang suami isteri yang kembali ke kampung halamannya di Sembalun. Mereka mulai menata kehidupan dan membangun kembali rumah yang telah porak poranda akibat letusan Gunung Rinjani, yang kemudian lokasi pembangunan tujuh rumah itu dinamakan Desa Beleq, yang berarti Desa Besar, atau Desa Induk.

 

3). Pantai Pink
Pantai berpasir putih atau hitam, ah sudah biasa dan pasti sudah sering kita jumpa. Nah, bagaimana dengan pantai yang berpasir pink?
Tepatnya di kabupaten Lombok Timur yang terpencil, ada sebuah pantai dengan keindahan alami nan romantis. Tapi bersiaplah menerima kejutan-kejutan sepanjang perjalanan. Karena sebelum sampai ke tempat ini kita harus menempuh jalanan yang sangat brutal, selain tanjakan dan turunan jalanan menuju Pantai Pink ini melewati jalanan yang rusak, berbatu dan berdebu parah. Maka tak heran jika pantai ini disebut dengan “Pantainya Surga, Jalannya Neraka” :))

010019200_1479788320-Pink_Beach__Indonesia
15079048_1116149098499545_1182222498334618789_n
15094995_10202555582648978_379322525674810877_n

4). Pantai Seger Kuta Lombok/Pantai Kuta Mandalika
Terletak di Desa Sukedane, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah atau sekitar 2 km dari Pantai Kuta Lombok, Pantai Seger merupakan destinasi wisata favorit di Lombok Tengah karena memiliki pemandangan yang sangat cantik. , air lautnya yang biru dan jernih serta gugusan bukit yang ada di sekitar pantai, membuat pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Pantai ini disebut juga dengan Pantai Mandalika, karena ada cerita Putri Mandalika yang sangat melegenda.

Putri Mandalika adalah seorang putri nan cantik jelita termasyur ke seluruh Pulau Lombok.
Banyak pangeran yang ingin mempersuntingnya, sehingga sang putri melakukan semedi untuk menentukkan pilihannya.
Putri Mandalika memilih menjatuhkan dirinya ke laut dan hilang ditelan ombak untuk menghindari perpecahan dan konflik di Pulau Lombok.
Setiap tahun, masyarakat di Pulau Lombok melaksanakan upacara adat yang berkaitan dengan kisah Putri Mandalika.

16939492_1218565508257903_2928556316710435532_n

“Mungkin perjalanan ini akan membawamu kepada bahaya, kesepian, dan kelelahan. Namun perjalanan ini pula yang mampu membawamu pada keelokan alam.” – Anonym

Advertisements

Tentang Waktu

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari foto jam dinding yang terpajang di sebuah toko jam tersebut. Aku hanya menikmati berderet jam dinding yang tersusun rapi itu. Mereka berhenti tepat di angka 10.10, mungkin saat itu si pemilik punya sebuah kenangan tepat pada waktu itu atau… mungkin juga si pemilik menyukai angka-angka tersebut. Entahlah… I don’t even know.

Waktu yang hakikat menurut Andrea Hirata dalam buku “Padang Bulan”.

Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan. Namun, disana, di balik jeruji yang dingin itu, waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan.

Bagi para politisi dan olahragawan, waktu adalah kesempatan yang singkat, brutal, dan mahal.

Para seniman kadang kala melihat waktu sebagai angin, hantu, bahan kimia, seorang putri, payung, seuntai tasbih, atau sebuah rezim. Salvador Dali telah melihat waktu dapat meleleh.

Bagi para ilmuawan, waktu umpama garis yang ingin mereka lipat dan putar-putar. Atau lorong, yang dapat melemparkan manusia dari masa ke masa, maju atau mundur.

Bagi mereka yang terbaring sakit, tergolek lemah tanpa harapan, waktu mereka panggil tak datang-datang.

Bagi para petani, waktu menjadi tiran. Padanya mereka tunduk dan patuh. Kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memanen adalah titah dari sang waktu yang sombong. Tak bisa diajak berunding. Tak mempang disogok.

Bagiku sendiri waktu masih menjadi misteri yang penuh dengan teka teki. Terkadang aku mengharapkan agar waktu cepat berlalu saja, agar aku bisa mengetahui bagaimana Tuhan membuat skenario untukku. Dan aku juga ingin waktu cepat berlalu… agar tabunganku cepat terkumpul banyak lalu aku akan melarikan diri ke negeri antah berantah, agar aku bisa teriak sekencang-kencangnya tanpa ada orang yang mengenaliku dan aku bebas melakukan apapun yang aku mau.

“It’s not like you know all about today just because you lived yesterday”.
-Jiho (Because this is My First Life)

Di Suatu Tempat Bernama “Sembalun”

Tuhan begitu adil dalam menciptakan sesuatu. Seperti ada kopi yang pahit maka akan ada gula yang manis, dari perpaduan itu akan menciptakan suatu rasa yang luar biasa. Begitu juga dengan alam, Ada pantai yang terik, maka akan ada pegunungan yang sejuk sebagai penyeimbangnya. Mungkin itu yang dimaksud dengan Yin dan Yang yaitu konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat kekuatan yang saling berhubungan dan berlawanan di dunia ini dan bagaimana mereka saling membangun satu sama lain.

Dalam perjalanan kami ke Lombok tahun lalu, kami menyusuri jalanan di pinggiran laut yang terbentang luas. Hembusan angin laut yang mengandung garam, lembab namun menyejukkan. Hingga lama kelamaan laut pun jauh tertinggal, kami mulai melewati jalanan yang menanjak, memasuki jalanan yang sepi… sayup-sayup suara khas binatang hutan pun terdengar, udara mulai berganti dengan aroma yang menyegarkan paru-paru. Suara kendaraan pun mulai jarang terdengar, hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan penduduk setempat yang pulang dari sawah dan ladang mereka dengan sekarung rumput.
Ah, pasti kambing & sapi mereka kegirangan melihat tuannya datang membawa rumput segar, pikirku.

Motor kami pun terus melaju, tidak terlalu kencang, kami ingin menikmati suasana ini. Tatapan-tatapan ramah penduduk sekitar, tawa anak-anak yang sedang bermain, udara sejuk yang perlahan-lahan mengubah lelah kami menjadi senyuman. Maklum perjalanan kami semalam dari Denpasar hingga akhirnya terombang ambing berjam-jam di lautan sukses membuat kami sedikit loyo.

Yosh… Sampailah kita di sini, inilah Desa Sembalun. Surga terpencil di kaki gunung Rinjani.
Sembalun adalah sebuah kecamatan di kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Sembalun berada di ketinggian 800 – 1.250 mdpl maka tak heran jika udara disini sejuk.

Desa ini benar-benar seperti surga, dikelilingi dengan pegunungan yang sangat epic, sepanjang mata memandang “Hijau”. Nampak Gunung Rinjani berdiri kokoh menjulang… menembus awan. Kabut tipis membuat suasana semakin syahdu. Karena pada saat kami sampai disana hari sudah cukup sore, lelah kami sepanjang perjalanan berubah menjadi suatu kekaguman terhadap alam yang luar biasa indah.
Kami benar-benar betah berada disini, seperti kampung halaman. Tenang… nyaman… damai… inilah kehidupan pedesaan yang menjadi idaman :).

Sore itu kami menyempatkan diri untuk mencicipi kopi khas Sembalun bersama  dengan salah satu penduduk dan obrolan kami tentang asal usul desa Sembalun ini sangatlah menarik.
Jadi Sembalun ini adalah desa tertua di kaki gunung Rinjani.
SEMBALUN¬†yang berasal dari bahasa jawa kuno yang terdiri dari dua kata yakni kata ‚ÄúSEMBAH‚ÄĚ dan ‚ÄúULUN‚ÄĚ. Kata Sembah mengandung makna menyembah, menyerah diri, mematuhi, atau bisa juga dimaknai taat. dan Ulun , dari kata dasar Ulu yang berarti kepala, atas, atasan, atau pemimpin.

Makna lain yang terkandung dari kata sembahulun adalah ” orang sembalun berkewajiban untuk menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan pemelihara alam dan manusia wajib menaati segala ketentuan ketentuan dan kepercayaan yang di anut, setiap orang sembahulun wajib menaati dan mematuhi pemimpin pemimpinnya, bahwa setiap orang sembahulun mempunyai kewajiban untuk selalu taat kepada adat leluhurnya selain taat kepada Yang Maha Esa dan kepada Pemimpinnya “.

Sayangnya kami hanya sebentar berada disana, bermalam di kaki gunung Rinjani dan menyaksikan matahari terbit dari Bukit Selong membuat kami benar-benar takjub akan ciptaan Tuhan yang sangat mengagumkan, ibarat lukisan hidup begitulah mata kami menyaksikan segala keindahan alam yang Tuhan suguhkan kepada kami.

Semoga dilain kesempatan kami dapat berkunjung kesana lagi ūüôā


 

Bila kamu belum pernah terdampar di lembah yang rimbun, maka kamu belum pernah tahu semegah apa bumi yang kamu injak ini. 

 

Traveling VS Liburan

Sekarang ini liburan menjadi saat-saat yang dinantikan oleh semua orang, bukan cuma untuk melepas penat dari rutinitas & menjelajahi tempat-tempat baru saja, namun juga sebagai life style bahkan menjadi suatu kebutuhan yang wajib banget dilakukan.

Nah, ternyata banyak dari kita yang salah kaprah  mengartikan liburan dan traveling ke dalam arti yang sama. Karena mereka menggunakan waktu liburannya untuk traveling. Meski sama-sama bepergian, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Berikut beberapa perbedaanya  :

  1. Beda Tujuan
    Hal utama yang membedakan antara traveling dan liburan adalah tujuan. Liburan murni bertujuan untuk bersenang-senang sedangkan traveling biasanya lebih untuk¬†mencari pengalaman. Orang yang sedang liburan biasanya mengunjungi tempat-tempat yang sudah umum dan yang sedang hits. Agenda mereka pun biasanya sudah tersusun dengan sangat rapi dan terencana. Sedangkan traveler umumnya lebih menyukai tempat-tempat yang jarang dikunjungi. Perjalanan mereka biasanya juga tidak terlalu terncana dan lebih spontan. Seorang traveler sangat menyukai kejutan-kejutan dalam¬†perjalanan… misalnya tersesat ketika sedang dalam perjalanan, bisa tidur di mana saja, dan menikmati interaksinya dengan orang-orang serta penduduk sekitar yang ditemuinya. Seorang traveler biasanya juga memiliki tujuan khusus dalam sebuah perjalanan. Bisa saja ia melakukan perjalanan karena ingin mencari inspirasi atau untuk menemukan jati diri.
    Poinnya, traveling adalah tentang proses perjalanan itu sendiri, bukan tujuan.

    Traveling dengan menggunakan motor, why not ?

     

    Ternyata Pantai Kuta bukan cuma milik Bali saja

     

    Perpaduan antara pegunungan & lautan itu keindahan yang tak terbantahkan

     

  2. Beda Akomodasi
    Karena tujuannya adalah untuk bersenang-senang, maka seseorang yang sedang liburan juga tidak mau repot dalam hal akomodasi. Biasanya mereka akan lebih memilih menggunakan jasa travel agent untuk mengurus akomodasi serta itinerary perjalananya. Untuk penginapan, Hotel berbintang atau villa mewah menjadi pilihannya.  Sedangkan seorang traveler tak terlalu memusingkan soal akomodasi perjalanan. Yang terpenting adalah ia bisa sampai ke tempat tujuan, tak peduli naik apa. Soal penginapan pun mereka lebih memilih penginapan yang low-budget.
    Sekali lagi, seorang traveler lebih mencari pengalaman daripada kesenangan.

    Serunya traveling dengan menggunakan motor

     

    Kapal fery ini membawa kita terombang-ambing di lautan selama berjam-jam

     

    Mau tidur di tenda/di hotel tidak jadi masalah

     

    Penginapan di kaki gunung Rinjani


  3. Liburan lebih mementingkan oleh-oleh. Sedangkan traveling tidak.
    Seseorang yang sedang liburan akan mengeluarkan lebih banyak uang. Bukan cuma untuk akomodasi tapi juga keperluan lain, termasuk oleh-oleh. Bagi seseorang yang sedang liburan, oleh-oleh adalah hal yang wajib. Sedangkan Traveler tidak ingin rempong dengan membawa banyak bawaan. Selain karena space backpack atau box di motornya terbatas, juga karena ruang geraknya terbatas hanya karena tambahan bawaan.
    Seorang Traveler akan membawa sesuatu yang unik yang nantinya akan dijadikan sebagai suatu kenangan ketika ia merindukan tempat tersebut.

    Beras merah & kopi Sembalun, terasi, dan pasir pantai.

     

    Pasir dari pantai Kuta & pantai pink

     

  4. Seorang traveler punya caranya sendiri untuk mengabadikan kisah perjalanan.
    Ketika mengunjungi tempat-tempat yang bagus, cekrek… langsung upload ke sosmed, itulah kegiatan umum yang dilakukan oleh mereka yang sedang liburan. Foto-foto adalah cara mereka mengabadikan momen jalan-jalan. Sedangkan seorang traveler selalu punya caranya sendiri untuk mengabaikan penglamannya selama traveling. Selain melalui foto, menulis cerita perjalanan adalah salah satu hal yang biasanya dilakukan oleh seorang traveler untuk membuat kisah mereka abadi. Bahkan tak jarang, dari kegiatan menulis perjalanan tersebut ia mendapatkan penghasilan tambahan. Bahkan ada yang menjadikannya sebagai pekerjaan utama (travel writer).

    Dengerin Bapaknya curhat, dari pacuan kuda… Hingga masalah rumah tangganya.

     

    Perlu perjuangan yang berat untuk sampai di Pantai ini

     

    Legenda Putri Mandalika

     

    Membicarakan tentang kopi dengan seorang petani Desa Sembalun




    “Tidak peduli ke bagian Indonesia mana kamu melangkah, kamu akan tahu bahwa setiap sudut Indonesia adalah rumah.”

PULANG : Tere Liye

 

Sebut saja dia Bujang atau “Si Babi Hutan” tidak ada yang tau nama sebenarnya, dan jika kamu membisikkan namanya maka gemetarlah mereka, dan bahkan seorang presidenpun takluk didepanya.

Tere Liye sukses membuat si Bujang sebagai pemeran utama yang mengagumkan, bikin ane jatuh cinta dari pertama kali membacanya. Dalam bayangan ane sosok si Bujang ini mirip dengan sosok Ji Chang Wook dalam drama korea (Belum bisa move on dari Drama the K2 hehehe :D) yang cerdas, berwawasan luas, jago berkelahi, menembak, kuat & tak terkalahkan.

Remaja 15 tahun dari hutan barisan Sumatera yang pertama kali datang ke kota tanpa menggunakan alas kaki, dan penuh luka. Siapa sangka dia punya segudang kelebihan yang mengagumkan, bahkan bisa menyelamatkan Tauke besar pemimpin gangster top di Ibu Kota dan penguasa shadow economy yang disegani seluruh penjuru negeri ini hingga manacanegara.

Di awal bab belum apa-apa cerita uda panas, menegangkan dan bikin penasaran.
Bayangkan saja buku setebal ini mampu ane lahap dalam 5 hari saja, biasanya mah bisa berbulan-bulan karena tidak sempat. Demi buku ini ane rela begadang, sampai gak bisa tidur gara-gara kepikiran si Bujang… Oh bang Bujang…

Bujang digambarkan sebagai sosok yang tidak punya rasa takut sama sekali, ia gagah berani menghadapi apapun.
Sampai pada akhirnya satu persatu pondasi kekuatanya terkelupas, dan dia jatuh pada titik yang membawa dia pulang kembali kepada Tuhan.

Tokoh-tokoh yang tak kalah penting dalam novel ini adalah Tauke Besar adalah pemimpin keluarga tong yang menguasai Shadow Economy, Kopong si pemimpin tukang pukul, Guru Bushi mantan ninja yang mengajari Bujang menggunakan katana dan melempar shuriken, Sangola pembunuh bayaran yang mengajari si Bujang menembak, kisah cinta Mamak & Bapak si Bujang yang sangat dramatis, dan yang tak kalah penting adalah Tuanku Imam yang memberikan pencerahan kepada Bujang untuk kembali pulang kepada Tuhan.

Berikut kutipan-kutipan yang ane suka dari novel ini….

Aku hidup bukan untuk membahagiakan orang lain, apalagi menghabiskan waktu untuk mendengar komentar mereka.

Berjanjilah agar menjaga perutmu dari semua makan yang haram & kotor, agar besok lusa, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik yang putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang.

Bahwa kesetiaan terbaik adalah pada prinsip-prinsip hidup, bukan pada yang lain.

Bersabarlah, maka gunung-gunung akan luruh dengan sendirinya. Lautan akan kering. Biarkan waktu menghabisi semuanya.

I against my brother, my brother and I against my cousins, then my cousins and I against strangers.
– Pepatah suku Bedouin.

Seluruh masa lalu, hari ini, dan masa depan akan selalu berkelindan, kait mengait. Esok lusa kau akan lebih memahaminya.

Kau tahu, hidup ini sebenarnya perjalanan panjang, yang setiap harinya disaksikan oleh matahari.

Peluklah semuanya, peluk erat-erat. Dekap seluruhkebencian itu. Hanya itu cara agar hatimu damai.

Ketauhilah, hidup ini tidak pernah tentang mengalahkan siapapun. Hidup ini hanya tentang kedamaian dalam hatimu. Saat kau mampu berdamai, maka saat itulah kau telah memenangkan seluruh pertempuran.

Sejatinya, dalam hidup ini kita tidak pernah berusaha mengalahkan orang lain, dan itu sama sekali tidak perlu. Kita cukup mengalahkan diri sendiri.

Sungguh, sejauh apapun kehidupan menyesatkan, segelap apapun hitamnya jalan yang kutempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang.

 

 

 

 

Rindu : Tere Liye ( 5 Kisah Dalam Perjalanan Panjang Kerinduan )

file_000-1

Judul : Rindu
Penulis: Tere Liye
Tebal: 544 halaman (51 bab)
Penerbit: Republika, 2014
Tema: Cinta, Keluarga, Perjuangan.
Setting: Tahun 1938

Novel ini bercerita tentang perjalanan rombongan haji yang panjang  selama berbulan Рbulan dengan sebuah kapal uap besar bernama Blitar Holland yang settingnya ketika jaman penjajahan Belanda 1938.

Ane selalu menyukai Novel yang berkisah tentang perjalanan, karena pasti ada kisah seru dan jadi tahu tentang tempat-tempat baru tersebut. Kapten Phillip sukses membawa ane berlayar dengan berbagai cerita serta masalah-masalah yang dialami masing-masing tokohnya.

Tere Liye membuat tokoh-tokoh di buku ini begitu berkarakter dan sangat dekat dengan pembaca. Ada Bonda Upe seorang wanita Tionghoa yang cantik dan mempunyai masa lalu yang pahit, Saudagar kaya Daeng Andipati yang terlihat bahagia namun masih belum bisa memaafkan diri sendiri dari masa lalunya, pasangan super romantis Mbah Kakung & Mbah Putri, dan si kecil menggemaskan Anna & Elsa.
Ane sempat geli sendiri mendengar nama itu seperti nama tokoh film Frozen (memangnya di jaman itu sudah ada filmnya?) Entahlah… I don’t even know.
Dalam perjalanan besar ini masing-masing tokoh mempunyai pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidupnya yang akan dijawab oleh seorang ulama masyhur dari Gowa yaitu Gurutta (Guru Kita) Ahmad Karaeng,
namun dirinya sendiri tidak mampu menjawab pertanyaan besar dalam hidupnya, dan menganggapnya sebagai orang yang paling munafik. Siapa sangka pertanyaan terbesar di hidupnya tersebut mampu di jawab orang seperti Ambo Uleng si kelasi pendiam yang dangkal ilmu.

Pada bab-bab awal lebih menceritakan tentang karakter dan cerita masing-masing tokoh,  terasa agak membosankan karena hanya menceritakan kegiatan mereka berulang-berulang seperti makan, sholat, sekolah, mengaji dsb. Yup, ane juga sadar sih karena setting cerita ini adalah di atas Kapal dan terombang ambing di laut jadi tidak jauh dari kegiatan-kegiatan tersebut hanya itulah yang bisa mereka lakukan.
Ditengah-tengah Bab muncullah beberapa kejadian seru yang membuat ane semangat dan larut dalam novel tersebut, seperti ketika meledaknya bom di Pasar Turi Surabaya yang membuat Anna terjebak dalam kerumunan orang dan terpisah dari ayahnya yaitu Daeng Andipati, Meninggalnya Mbah Putri yang meninggalkan kesedihan mendalam untuk Mbah Kakung, Rusaknya mesin kapal yang hampir membuat mereka terkatung-katung di lautan luas Samudra Hindia, dan puncaknya adalah ketika kapal Blitar Holland dibajak oleh Perompak Somalia yang sangat kejam.

Ane sangat mengapresiasi Tere Liye sebagai penulis yang mampu membuat Novel se emejing ini. Banyak pelajaran berharga yang dapat kita petik, mulai dari pengetahuan umum hingga kondisi jaman penjajahan Belanda saat itu yang ternyata tidak seseram yang Ane pikirkan selama ini karena hanya belajar dari buku sejarah ketika sekolah dulu, ternyata tidak semua orang Belanda itu jahat dan kasar, seperti Kapten Phillip, Chef Lars, & Ruben si Boatswain adalah salah satu orang Belanda yang sangat baik.
Novel ini sebenarnya adalah Novel Religi, namun tidak sereligi AAC dan KCB. Penuh dengan pengajaran agama & kebesaran Allah SWT. Selain itu yang seru dari membaca Novel ini adalah ane jadi gak tahan ingin mengunjungi beberapa tempat seperti Batavia, Palembang, Aceh, Kolombo, dan terutama Jeddah Arab Saudi ūüôā (Insyaallah… ).

IT’S NOT ABOUT THE DESTINATION, IT’S ABOUT RIDE !

Bentang alam Indonesia itu begitu indah dan berlimpah gan, bahkan seluruh duniapun mengakuinya.
kita tak akan pernah kehabisan tempat untuk traveling. Ada saja tempat seru yang bisa kita kunjungi.
Kebetulan ane & si doi sama-sama gak betah berada di rumah, jadi seringkali ane membuat bucket list tempat-tempat yang ingin ane kunjungi. Dan kemudian barulah kita membuat Itenerary lengkapnya.
Salah satu hal yang membuat kita excited adalah karena perjalanan ini sepenuhnya menggunakan motor…. yeay… !

Tapi pasti bakalan ribet dan capek banget ya kalo traveling naek motor???
kenyataanya gak seribet itu kok, berikut ini alasan-alasan kenapa ane & si doi lebih suka traveling dengan motor  :

1. Lebih Hemat

Yups pastinya…. Ini adalah alasan paling utama jika bepergian, BUDGET. Kalau agan traveling jangan cuma modal nekat ya…. modal dana adalah yang utama sangat perlu dipersiapkan. Sebelum bepergian buatlah catatan kecil berisi anggaran apa saja yang nanti akan dikeluarkan, misalnya untuk biaya menginap, bensin, dan makan.
Nah, dengan menggunakan Motor hanya akan mengeluarkan biaya BBM saja bukan…. selain itu untuk biaya penyeberangan dengan kapal ferry untuk motor juga relatif murah.

2. Lebih Flexibel dan Accessible

Jika diperhatikan, beberapa tempat menarik di Indonesia berada di lokasi yang lumayan mblusuk dan sulit diakses dengan kendaraan. Kalaupun bisa, harus menggunakan kendaraan khusus dan akan sangat menguntungkan jika menjelajahinya dengan menggunakan sepeda motor. Bukannya apa-apa, body sepeda motor yang relatif kecil dibandingkan mobil cenderung membuatnya lebih fleksibel dan bisa mencapai tempat-tempat yang lokasinya kurang accessible.

Karena body nya yang tidak terlalu memakan ruang, sepeda motor juga lebih fleksibel dibandingkan mobil. Misal untuk urusan parkir. Memarkir motor jauh lebih gampang dibandingkan memarkir mobil, tentu saja.

Kadang, saat berniat mengunjungi sebuah tempat tertentu, kita akan melewati sebuah tempat menarik dengan pemandangan yang sangat Instagramable. Naik motor memungkinkan kita untuk berhenti sejenak dan mengambil beberapa foto. Emang kalau naik mobil tidak bisa berhenti? Bisa. Tapi harus mencari tempat parkir terlebih dahulu. Ya kalau ada, kalau tidak?

Sebagian besar tempat-tempat menarik di Indonesia berupa alam. Dan tak jarang lokasi tempat-tempat menarik tersebut tidak gampang diakses menggunakan kendaraan bermotor, Apalagi mobil.
karena kondisi jalan yang sempit, berbatu dan tak jarang juga berlubang – lubang yang terkadang juga tanjakan tinggi. diDisini, pengguna sepeda motor boleh berbangga ūüėČ

 

DCIM101DRIFT

Mblusuk di jalanan yang rusak pun hajaaar !

 

DCIM101DRIFT

Bisa masuk-masuk ke jembatan kecil

 

p_20160309_151231

Kalo ada view bagus bisa melipir dulu buat foto-foto

 

3. Banyak Menemukan Hal-hal yang Tak Terduga Ketika di Jalan

Serunya lagi kalau traveling dengan motor itu bakalan menemukan hal-hal tak terduga selama di jalan, entah itu pengendara lain yang tidak berhati-hati, Ibu-ibu yang nyelonong, tersesat di jalan, dan mendapatkan view emejing yang belum pernah kita lihat sebelumnya dan kejadian-kejadian seru lainya yang membuat kita merasa tidak pernah bosan dan mendapatkan pengalaman-pengalaman serta teman-teman baru yang akan agan dapatkan selama diperjalanan.

DCIM102DRIFT

Ringin Contong, Landmark Kota Jombang

 

DCIM102DRIFT

“Tulisan di belakang truck” menghibur anda di jalan raya ūüėÄ

 

p_20160309_155617-1

Menemukan tempat baru, “PLTA Pacitan”

 

DCIM102DRIFT

Ketemu boncenger laen….. embeeeeek……

 

screenshot_2017-01-25-11-18-31_1_1

“Empty Road” ditengah-tengah tebing batu kapur

 

screenshot_2017-01-25-11-18-04_1

Melihat keindahan bukit-bukit lucu seperti Bukit Teletubies

 

Nah, untuk agan yang tertarik melakukan traveling dengan cara Bikepacking ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan agar perjalananmu tetap aman & nyaman :

1.       Pastikan motormu dalam kondisi prima.
Sebagus apapun kondisi sepeda motor kamu, pastikan untuk di maintenance dulu, untuk menghindari mogok di tengah perjalanan. Bawa ke bengkel sebelum ber ‚Äď bikepacking, sekedar mengganti oli, setting¬†ulang rem atau cek tekanan udara pada roda akan sangat berguna.
p_20160309_041425
2.       Keep Safety Riding.
Keselamatan itu nomor wahid, jangan lupa memakai helm standar, jaket, protector, sarung tangan, masker dan jangan lupa memakai sepatu khusus touring.  Selain itu pastikan STNK dan SIM yang lengkap. Dan yang tak kalah penting jangan lupa untuk membawa jas hujan walau tidak dalam musim hujan.
file_000
3.       Bawa obat-obatan.
Selain memastikan diri kita dalam kondisi fit, tetap jangan lupa untuk membawa obat-obatan seperti minyak kayu putih, obat merah, tisu, kapas, koyo, obat diare, obat flu, dan tolak angin.
4.       Jangan terlalu banyak bawaan.
Ingat kita travelling naik motor jadi bawalah peralatan yang memang benar-benar penting dan dibutuhkan. Sebaiknya pakailah box yang khusus untuk motor karena akan lebih fleksibel dan rapi ketika membawa barang-barangmu.
14642260_10202400696216914_2654845682912869699_n

¬†Adventure = Hal yang membuat seseorang kembali “Hidup”!